10 Pelajaran Tentang Sales


Sales adalah ujung tombak suksesnya bisnis Anda

Sales adalah ujung tombak suksesnya bisnis Anda (via pixabay.com)

Halo Jakartans! Saat Anda sedang memulai sebuah bisnis, salah satu hal terpenting adalah cash flow. Jika tidak ada uang yang mengalir masuk, maka cepat atau lambat Anda akan bangkrut. Banyak orang yang cenderung menghindari penjualan karena mereka merasa belum siap, tapi pada kenyataanya tidak sesulit itu jika sudah mencobanya beberapa kali. Seperti yang lain, Anda hanya perlu keluar dari zona nyaman Anda.

Sales cures all. – Mark Cuban

Sebelum Anda memutuskan untuk menyewa seorang sales, cobalah dulu sendiri. Dalam kebanyakan kasus, Anda akan termotivasi untuk melakukannya, karena jika tidak berhasil, Anda mungkin tidak bisa makan.

Berikut adalah 10 pelajaran berharga tentang penjualan :

1. Ciptakan ‘Dream 100′

Dalam buku berjudul The Ultimate Sales Machine, seorang ahli penjualan Chet Holmes membuat sebuah konsep yang dinamakan ‘Dream 100’. Ini adalah 100 klien yang Anda mimpikan untuk miliki, klien besar yang memiliki uang banyak. Masukkan daftar lead tersebut ke dalam sebuah spreadsheet dan terus pantau. Awalnya, mungkin Anda tidak memiliki cukup pengalaman untuk mendapatkan klien-klien besar itu, tapi terus perhatikan mereka seiring Anda berkembang dan mengumpulkan track record positif. Kemudian, klien-klien yang dulunya terlihat mustahil didapatkan akhirnya akan terlihat bisa dicapai.

Tujuannya bukan untuk mendapatkan semua klien yang ada di daftar tersebut. Anda hanya perlu mendapatkan beberapa. Bayangkan jika daftar ‘Dream 100’ Anda terdiri dari perusahaan-perusahaan Fortune 500, seberapa besar dampak yang akan ada jika bisa mendapat 1-2 dari mereka?

2. Jangan Berhenti Melakukan Follow-up

Semua orang membenci penolakan!

Hal terbaik dari sales adalah hal tersebut mengajarkan Anda untuk bermuka tebal. Sales merupakan kegiatan membangun hubungan, dan Anda mungkin tidak akan langsung mendapat kesepakatan pada percobaan pertama. Kenyataannya malah Anda akan mendengar banyak respon negatif yang terdengar seperti ‘Tidak’, tapi sebenarnya bukan sebuah penolakan.

Contohnya, seorang prospek mungkin akan berkata pada Anda, “Kami sudah bekerja sama dengan sebuah bisnis yang mirip dengan milik Anda” atau “Kami tidak membutuhkan jasa Anda saat ini” tapi kalimat tersebut bukan sebuah kata ‘tidak’. Jadi selama mereka tidak secara langsung mengatakan “Tidak”, artinya Anda masih diperbolehkan untuk terus melakukan follow up.

Anda mungkin berpikir bahwa Anda akan mengganggu, tapi dalam kebanyakan kasus malah sebaliknya. Orang-orang sangat sibuk dan kadang kala email Anda mungkin tidak terbaca. Terserah Anda apakah mau terus muncul di depan mereka atau tidak. Kenyataannya : Jika Anda terus melakukan follow up pada prospek, mereka akan mulai mengenali keuletan Anda, dan suatu saat mungkin akan memberikan Anda kesempatan hanya karena kerja keras Anda.

3. Pastikan Pertemuan Selanjutnya

Salah satu hal yang penting untuk diingat dalam sales call adalah Anda harus membuat janji untuk bertemu. Jika Anda tidak tetap berada dalam radar si prospek, maka Anda memiliki resiko dilupakan dengan cepat. Tidak perduli seberapa bagus presentasi sales Anda jika Anda tidak membuat jadwal untuk pertemuan selanjutnya.

Jaga agar hubungan tersebut tetap bergerak. Jangan sampai membiarkan calon transaksi Anda pergi begitu saja.

4. Small Talks Matter – Pembicaraan Kecil Cukup Berpengaruh

Banyak sekali orang yang berkata bahwa mereka tidak suka basa-basi dan ingin langsung masuk ke poin utamanya. Anehnya, orang yang berbasa-basi justru mendapat deal paling banyak. Sebenarnya itu bukanlah basa-basi. Hal itu disebut membangun sebuah hubungan.

Bicarakan tentang asal usul prospek Anda. Bicarakan tentang cuaca, atau tim olahraga favorit Anda. Bicarakan apa saja!
Tapi jangan coba untuk langsung masuk ke sesi penjualan pada seseorang yang tidak mengenal Anda. Kemungkinan besar mereka akan bersikap dingin pada Anda.

5. Temukan Apa Masalah Mereka

Tujuan dari sebuah penjualan adalah menjelaskan pada prospek Anda seberapa bagus produk Anda, benar? Salah besar.

Sebagai seorang sales, pekerjaan Anda adalah memecahkan masalah yang dimiliki oleh prospek Anda. Sebagai contoh, jika Anda menjual sebuah jasa konsultan online marketing, Anda harus menanyakan pertanyaan seperti :

1. Apa yang sekarang Anda lakukan dalam dunia online marketing?
2. Apa yang ingin Anda tingkatkan dari campaign online marketing Anda?

Tujuannya adalah menanyakan pertanyaan yang open-ended sehingga Anda bisa menemukan permasalahan mereka. Jika Anda bisa menentukannya, dan Anda memiliki solusinya, itu adalah pertanda baik. Hanya saja, ingat bahwa kadang-kadang kecocokan tersebut memang tidak selalu ada.

Tapi bukan berarti Anda boleh langsung memutus pembicaraan tersebut! Jika Anda bisa, cobalah memberikan referensi orang-orang yang mungkin bisa menyelesaikan masalah mereka. Siapa yang tahu mungkin mereka akan mengingat Anda dan kembali di masa depan saat mereka membutuhkan jasa Anda.

6. Delegasi

Setelah Anda menyelesaikan beberapa transaksi, maka Anda akan mulai merasa terlalu sibuk. Sebagai seorang web designer atau web developer, Anda harus membuat transaksi, melakukan pekerjaannya, mengurus bagian akuntansi, membuang sampah, dan hal-hal lain. Saat Anda mulai lepas kontrol, artinya Anda harus mulai mendelegasikan tugas. Sebagai contoh, Anda bisa menyewa asisten virtual dari situs seperti Sribulancer atau FastWork dan biarkan mereka melaksanakan tugasnya. Pastikan proses wawancara Anda berjalan baik dan Anda mempercayai orang yang Anda dapat. Tujuan Anda disini adalah memastikan tugas yang didelegasikan bisa berjalan baik tanpa melibatkan Anda.

7. Mintalah Agar Direferensikan

Asumsikan Anda sudah menyelesaikan sebuah pekerjaan yang luar biasa, merupakan ide yang bagus untuk meminta agar direferensikan setelah semua prosesnya selesai. Klien Anda akan dengan senang hati melakukannya dan rekomendasi mouth-to-mouth bernilai sangat besar.

Kebanyakan orang melupakan hal ini, dan Anda harus ingat! Ini adalah cara yang mudah dan bisa membantu Anda, apalagi hanya berupa satu kalimat! Jadi mulailah!

8. Anda Belum Menjual Jika Belum Mendapat Uangnya

Akan ada waktu dimana Anda merasa sudah hampir menyelesaikan sebuah transaksi. Semua hal terlihat bagus : klien Anda tertarik dan siap untuk bekerjasama dengan Anda, tim mereka sudah berbicara pada Anda dan Anda sudah mempersiapkan segalanya untuk mereka. Lalu mereka tiba-tiba pergi dan Anda bingung dengan apa yang terjadi.

Bagian buruk dari pemikiran bahwa Anda sudah hampir mencapai kesepakatan adalah Anda mulai berpikir ke depan dan menghabiskan lebih banyak dari kemampuan karena berasumsi bahwa Anda sudah mendapatkan satu lagi sumber dana untuk bisnis Anda. Hal ini bisa berakibat fatal pada bisnis Anda, jadi keputusan terbaik adalah menunggu sampai uang tersebut benar-benar sudah dalam genggaman Anda (atau rekening bank). Saat itulah baru Anda bisa berkata bahwa sudah mendapat sebuah transaksi.

9. Jangan Melupakan Social Media

Menggunakan Social Media untuk menghasilkan penjualan? Tidak mungkin!

Hal terbaik dari internet adalah banyaknya orang yang mencari solusi untuk menyelesaikan masalah mereka. Sebagai contohnya, ada LinkedIn, Quora, Yahoo Answers, dan masih banyak lagi. Platform-platform tersebut menyediakan kesempatan bagi Anda untuk masuk dan memperlihatkan kemampuan Anda.

Tujuannya bukan untuk menjawab sebanyak mungkin pertanyaan yang Anda bisa, tapi untuk memberikan jawaban yang berkualitas yang bisa direferensikan terus menerus oleh orang-orang. Rekomendasi terbaik untuk taktik ini adalah dengan menggunakannya sesekali dan tetap berfokus pada penjualan Anda.

Anda mungkin akan mendapat seorang lead di luar sana, akan ada banyak lead-lead yang memiliki kualitas yang sangat tinggi. Alhasil, Anda bisa mendapat seorang klien yang bersedia membayar Rp 20 juta per bulan setelah dia membaca salah satu jawaban yang pernah Anda berikan.

10. Always Be Closing

Tetap fokus dan selalu komitmen untuk melakukan closing dalam setiap usaha penjualan Anda.

Kesimpulan

Penjualan atau sales mungkin terasa menakutkan pada awalnya, tapi tidak akan begitu buruk saat sudah mulai biasa. Seperti semua hal lain, Anda pasti membuat kesalahan saat pertama kali mencoba sesuatu, dan itu sangat wajar.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Anda akan mendapat beberapa penolakan. Bahkan banyak penolakan. Tapi jangan biarkan hal tersebut memupuskan semangat Anda. Malah, hal tersebut harus memotivasi Anda :

Every no brings me closer to a yes. – Mark Cuban

“Kulit tebal” dan pengalaman yang Anda dapat saat melakukan penjualan akan sangat berguna sepanjang sisa hidup Anda. Ini adalah sesuatu yang tidak dilakukan oleh banyak orang, dan alasannya karena ini adalah hal yang sulit.

Jangan biarkan pandangan itu menghalangi Anda. Keluarlah dari zona nyaman Anda dan mulailah menjual!

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.