15 Pertanyaan Pembeli yang Sering Ditanyakan di Toko Online


Sebagai penjual yang baik, Anda wajib menyiapkan detail jawaban atas produk Anda

Sebagai penjual yang baik, Anda wajib menyiapkan detail jawaban atas produk Anda (via pixabay.com)

Halo Jakartans! Dalam artikel mengenai deskripsi produk sebelumnya, kita sempat membahas bahwa Anda sebagai penjual sebenarnya hanya perlu tahu apa saja pertanyaan pembeli yang akan dilontarkan pada Anda ketika dia melihat produk handmade yang Anda jual. Untuk Anda yang belum terbiasa berjualan online atau masih kesulitan membuat deskripsi produk yang baik, kali ini kami akan memberikan daftar pertanyaan yang biasanya ditanyakan oleh calon pembeli di toko online ketika melihat produk handmade yang menarik.

1. Produk apa ini? Produk handmade Anda mungkin punya bentuk unik dan tidak bisa ditebak dari penampilan visualnya. Selain itu, beberapa produk mungkin sulit diketahui karena bisa dilihat sebagai jenis produk lain (misalnya sebuah kalung tanpa liontin mungkin kelihatan mirip dengan gelang ketika difoto dari dekat).

2. Apa (saja) warna produknya? Anda mungkin tahu persis warna apa yang ada pada pada produk handmade Anda. Tapi, beberapa calon pembeli Anda mungkin punya pengaturan layar yang berbeda sehingga warna yang mereka lihat berbeda dari yang sebenarnya.

3. Seberapa besar ukurannya? Apakah produknya akan pas ketika saya pakai? Meskipun sudah memperlihatkan bentuk produk handmade Anda dengan jelas, foto produkmu tidak menjamin calon pembeli tahu persis ukurannya. Cantumkan ukuran produk Anda dengan angka dan satuan yang jelas. Hal ini juga berlaku untuk produk-produk fashion seperti baju. Jangan hanya mencantumkan ukuran “Large”, “Medium”, dan sebagainya. Cantumkan juga ukurannya dalam bentuk angka agar calon pembeli tahu persis apakah pakaian yang dia beli akan pas di badannya atau tidak.

4. Terbuat dari apa? Bahan apa yang digunakan pada produk handmade Anda biasanya akan menentukan keputusan apakah calon pembeli akan membeli produk Anda. Apa bahan utama dan sekundernya? Dijahit dengan benang apa? Resletingnya menggunakan resleting apa? Dan sebagainya.

5. Bagaimana cara merawatnya? Produk handmade dengan bahan-bahan tertentu pasti punya cara perawatan yang khusus dan berbeda dengan produk yang jenis dan fungsinya sama (merawat tas kulit caranya beda dengan merawat tas biasa). Pastikan pembeli bisa menggunakan produk mereka dalam waktu selama mungkin.

6. Siapa yang perlu dan tidak perlu (bahkan tidak boleh) membelinya? Jika produk Anda ditujukan untuk demografi atau orang tertentu, cantumkan di deskripsi produk agar gelang untuk wanita yang Anda jual tidak dibeli oleh pria (dan membuatnya kecewa). Hal yang sama juga berlaku untuk konteks anak kecil, wanita hamil, peliharaan, dan sebagainya.

7. Apa kegunaannya? Karena bentuknya unik, sebuah produk handmade kadang sulit diketahui fungsinya dari penampilan visual, apalagi jika produk tersebut sudah termasuk jenis yang penggunaannya beragam. Jangan sampai tas untuk menyimpan sepatu yang Anda jual dibeli oleh orang yang mencari tas untuk kerja.

8. Bagaimana “rasanya”? “Rasa” di sini maksudnya sensasi yang dirasakan ketika memegang produk tersebut. Sehalus apa tekstur kainnya? Seberat apa meja atau kayunya? Dan sebagainya.

9. Bagaimana cara kerja atau menggunakannya? Cara atau langkah menggunakan atau memasang produk handmade Anda mungkin rumit atau tidak biasa. Untuk mencegah produk Anda rusak di hari pertama sampai di tangan pembeli, pastikan Anda mencantumkan cara penggunaan produk Anda.

10. Kenapa produk ini lebih bagus dari produk lain? Nah, di sini, Anda harus benar-benar menjelaskan nilai lebih dari produk Anda dibandingkan produk lain sehingga calon pembeli lebih memilih produk yang Anda jual daripada produk yang lain. Apakah ada bahan khusus? Apakah metode produksinya beda? Atau ada penawaran menarik lainnya?

11. Bagaimana jika produknya tidak sesuai dengan keinginan? Pastikan Anda punya kebijakan yang jelas ketika produk yang dibeli ternyata tidak sesuai dengan keinginan pembeli. Apakah bisa dikembalikan? Jika bisa, bagaimana ketentuannya, lalu bagaimana caranya? Anda sebagai penjual bisa menentukan kebijakan pengembalian produk di toko online Anda.

12. Apakah produknya siap pakai? Apakah produknya harus dicuci, dikeringkan, atau melewati proses lain dulu sebelum bisa dipakai? Jika ya, bagaimana prosesnya?

13. Apa arti dari istilah yang ada di deskripsi produk ini? Anda mungkin memasukkan beberapa istilah yang asing di dalam deskripsi produk Anda. Agar calon pembeli tidak bingung, pastikan Anda menjelaskan apa arti istilah-istilah yang Anda gunakan.

14. Apakah produknya tersedia? Kalau sudah sering berjualan, Anda pasti sering melihat pertanyaan ”ready stock ga?” Anda bisa menentukan apakah produk Anda tersedia atau harus dipesan melalui pre-order terlebih dahulu.

15. Kok mahal? Nah, ini pertanyaan standar dari setiap pembeli. Walaupun produk Anda sudah murah, biasanya pembeli tetap saja bertanya (agar harganya bisa dikurangi). Pastikan Anda dapat menjelaskan mengapa harga produk Anda setara dengan kualitas produk Anda.

Bonus: Mengapa saya harus membeli produk ini? Ini mungkin bukan pertanyaan pembeli yang secara langsung ditanyakan. Tapi bisa dibilang ini adalah pertanyaan kunci yang harus Anda jawab. Pastikan Anda bisa menjelaskan dan meyakinkan calon pembeli Anda mengenai manfaat yang akan dia peroleh jika membeli produk handmade buatan Anda. Ceritakan apa yang spesial dari produk Anda hingga calon pembeli ini memang harus membeli dan memiliki produk Anda.

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.