5 Destinasi Wisata Religi di Jakarta


Habiskan Akhir Pekan Berwisata Religi di Jakarta

Halo Jakartans! Tidak ada salahnya memasukkan wisata religi ke dalam daftar liburan akhir pekan, terutama bagi yang berdomisili di Jakarta. Banyak spot wisata religi penuh sejarah yang ada di Jakarta, diantaranya :

1. Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal dibangun atas dasar ide membangun masjid nasional pasca redanya suasana revolusi. Saat itu, Menteri Agama KH. Wahid Hasyim, dan tokoh Islam lainnya mengadakan sayembara pembuatan maket masjid. Alhasil dimenangkan oleh arsitek Kristen Protestan, Frederich Silaban, dengan karyanya berjudul ‘Ketuhanan’.

Suasana dalam Masjid Istiqlal yang megah

Suasana dalam Masjid Istiqlal yang megah (via dolandolen.com)

 

Masjid Istiqlal sebagai ikon masjid nasional

Masjid Istiqlal sebagai ikon masjid nasional (via metrobali.com)

Masjid Istiqlal memiliki luas 4 Ha, dan menjadikan masjid Istiqlal berpredikat Masjid Terbesar se-Asia Tenggara. Ditilik dari desain arsitekturnya, masjid ini memiliki keunikan tidak adanya lengkungan-lengkungan ala arsitektural Turki atau Maroko seperti masjid lainnya. Keistimewaan lainnya adalah 7 pintu gerbang masuk yang masing-masing memiliki nama yang diambil dari Asmaul Husna, nama-nama Allah Yang Agung.

2. Gereja Katedral

Masih di area yang sama dan berdekatan, ada rumah peribadatan umat Katholik Gereja Katedral Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga berdiri. Dikutip dari Wikipedia, bangunan gereja sempat terbakar dan roboh, sehingga bangunan yang bergaya neogotik Eropa saat ini bukan bangunan asli yang diresmikan tahun 1810.

Kesan suasana agung terwujud pada interior Gereja Katedral Jakarta

Kesan suasana agung terwujud pada interior Gereja Katedral Jakarta (via dolandolen.com)

 

Tampak luar dari Gereja Katedral Jakarta yang mempesona

Tampak luar dari Gereja Katedral Jakarta yang mempesona (via pegipegi.com)

Masuk ke dalam gereja, arsitektural tampak sangat megah dihiasi banyak pilar dan pualam. Di ruangan lain, umat bisa melihat interior klasik dan karya seni bersejarah seperti Bunda Maria memangku jasad Yesus setelah disalib, lukisan ‘Jalan Salib’ diatas ubin, dan patung-patung seperti patung Ignatius de Loyola dan Fransiscus Xaverius. Dengan nuansa seperti ini, selain kekhusyukan dalam beribadat, sejarah berkembangnya agama Katholik di Indonesia juga bisa dipelajari.

3. Gereja Sion

Ingin merasakan khusyuknya beribadat di era pemerintahan Portugis?

Sebuah gereja di Jl. Pangeran Jayakarta ini bisa menjadi destinasi wisata religi di Jakarta selanjutnya. Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Sion, namanya. Salah satu gereja tertua ini juga menjadi situs cagar budaya nasional karena bangunannya yang dinilai memiliki arsitektural gaya Portugis. Selesai dibangun dan resmi dibuka pada tahun 1695, gereja ini menyajikan keindahan desain interior yang cukup berbeda dari interior gereja kebanyakan.

Penampakan ruangan dalam Gereja Sion yang elegan dan klasik

Penampakan ruangan dalam Gereja Sion yang elegan dan klasik (via panduanwisata.id)

 

Gereja Sion sebagai peninggalan misionaris Portugis

Gereja Sion sebagai peninggalan misionaris Portugis (via jalanwisata.id)

Memasuki ruang utama gereja, umat dibuat kagum dengan pemandangan lampu gantung tembaga dan mimbar kayu eboni unik bergaya baroque berkubah. Orgel pemberian putri pendeta John Maurits Moor juga masih terawat dengan baik, meski sudah tidak difungsikan sejak tahun 2000. Letaknya sekarang berada di balkon.

4. Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta

Tidak hanya di Bali, kota Casablanca pun memiliki pura peribadatan umat Hindu tertua dan terbesar. Keindahan pura dan ornamen khas Bali terpampang jelas di pura yang berlokasi di Jl. Daksinapati Raya No. 10, Rawamangun ini.

Tampak umat sedang beribadah di Pura Aditya Jaya

Tampak umat sedang beribadah di Pura Aditya Jaya (via okezone.com)

 

Pura Aditya Jaya sebagai tempat ibadah umat Hindu terbesar di Jakarta

Pura Aditya Jaya sebagai tempat ibadah umat Hindu terbesar di Jakarta (via hindudamai.blogspot.com)

Biasanya pintu depan pura tertutup dan umat dipersilahkan memutar arah masuk lewat pintu belakang. Warga sekitar bisa membantu menunjukkan arah pintu belakang pura. Nah, jika melihat bale bercorak ‘papan catur’, maka disitulah pengurus pura menunjukkan tempat ‘bersuci’ dan memakai kain kuning seperti sabuk di pinggang.

Pengunjung diharuskan melepas alas kaki sebagai tanda penghormatan pada pura.

Yang menarik adalah candi utama, menjulang dengan 6 tingkatan di area tengah pura. Patung emas berada di ujung atas candi tersebut, yang dibersihkan setiap kali akan beribadah. Berkesan tenang dan sakral.

5. Vihara Dharma Bhakti (Kim Tek le)

Masih dengan predikat tertua, destinasi wisata religi di Jakarta satu ini merupakan salah satu vihara yang dibangun di abad ke-16. Meski bangunannya tidak lagi sama seperti awal berdiri karena terbakar 2 kali, vihara ini masih berdiri kokoh dan dikunjungi ratusan umat Buddha setiap harinya, dari tradisi manapun. Apalagi jika bertepatan dengan 8 acara sembahyang setiap tahunnya : tahun baru Imlek, Tian Kong Si, Cap Go Meh, ulang tahun Ma Kwan Im pertama hingga ketiga, dan imlek tahun. Wah, pasti ramai dan penuh dengan hiasan khas etnis tionghoa.

Suasana peribadatan di Vihara Dharma Bhakti

Suasana peribadatan di Vihara Dharma Bhakti (via kemanasajaboleh.com)

 

Vihara Dharma Bhakti sebagai klenteng tertua di Jakarta

Vihara Dharma Bhakti sebagai klenteng tertua di Jakarta (via jakartawalkingtour.com)

Mulai dari pintu masuk vihara, lukisan dan ukiran ornamen bergaya cina tersusun rapi dan elok. Masuk ke area klenteng, pengunjung bisa menjumpai 15 kedudukan Hud, Sin, dan Sien. Tidak hanya berfungsi sebagai rumah peribadatan, klenteng yang terletak di Petak Sembilan, Kota Tua di Glodok ini juga menyediakan fasilitas kesehatan dan pelayanan sosial, lho. Menarik untuk dikunjungi, kan?

Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.