5 Fakta Unik Desinasi Wisata dan Kuliner Khas Kota Tua Jakarta


Halo Jakartans! Bicara soal Jakarta, salah satu mega city di Indonesia ini lebih dikenal sebagai kota yang sibuk dengan bisnis – a global business hub. Bahkan diantara ulasan di situs travelling kebanyakan menyebutkan “Jakarta is rarely a city travelers are enthusiastic about visiting.” Jika Jakarta berarti masalah pada lalu lintas-nya yang gila, maka Jakarta juga memiliki segudang spot wisata dan ragam kuliner yang meninggalkan kesan tersendiri di hati wisatawan.

Salah satu destinasi wisata dan kuliner yang terkenal di Jakarta adalah daerah Kota Tua. Kawasan Kota Tua di Jakarta Barat merupakan spot wisata yang paling ramai dikunjungi para pelancong dari dalam maupun luar kota. Kota Tua memiliki nilai edukatif seperti visual sejarah Jakarta di masa kolonial Belanda, dan keindahan arsitektural bangunannya. Lantas, keunikan apa yang disajikan Kota Tua?

1. Museum Terbanyak dalam Satu Kawasan

Hanya di daerah Kota Tua pelancong bisa menemukan banyak museum dalam satu area. Bangunannya merupakan peninggalan jaman kolonial Belanda yang beralih fungsi menjadi museum. Diantaranya : Museum Fatahillah, Museum Batik, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Museum Bank Mandiri, dan Museum Bahari.

Museum Fatahillah yang menjadi ikon dari kawasan Kota Tua Jakarta

Museum Fatahillah yang menjadi ikon dari kawasan Kota Tua Jakarta (via thejakartapost.com)

 

Museum Bank Indonesia yang historis

Museum Bank Indonesia yang historis (via grid.id)

Di museum-museum itu pengunjung dapat melihat koleksi rupiah dan marka TNI AL dari masa ke masa, koleksi jangkar kapal, karya seni patung dan grafis, koleksi wayang seantero Indonesia, dan peninggalan meneer Belanda.

2. Komunitas Manusia Patung

Yang paling menyedot perhatian pengunjung di Kota Tua adalah cosplayer hantu seperti mbak-mbak kunti, mas pocong, zombie, sampai vampir china. Tak ketinggalan sosok Nyi Roro Kidul juga ‘ikut nampang’ di daerah wisata taman Fatahillah Kota Tua ini.

Banyak hantu bergentayangan di kawasan Kota Tua

Banyak hantu bergentayangan di kawasan Kota Tua (via tirto.id)

 

Terdapat juga atraksi seniman patung manusia yang menghibur pengunjung

Terdapat juga atraksi seniman patung manusia yang menghibur pengunjung (via ervitanw.blogspot.com)

Satu lagi yang tak kalah menarik untuk dijadikan objek ber-swafoto ria. Manusia Patung. Ya, beberapa manusia patung yang berjejer sepanjang pintu masuk Taman Fatahillah. Mereka berdiri ‘mematung’ lama berjam-jam dengan mengenakan kostum para pahlawan Indonesia dan didandani semirip mungkin dengan pahatan patung. Sosok pahlawan yang ditirukan diantaranya Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan Jenderal Soedirman. Ada pula manusia patung menyerupai Noni Belanda yang lebih menghidupkan suasana bangunan sekitar khas kolonial Belanda.

3. Mitos dan Misteri Meriam si Jagur

Nah, setelah tadi sempat dibahas tentang museum Fatahillah, Meriam si Jagur tak mungkin terlewat. Salah satu ikon yang menarik wisatawan mancanegara ini sekilas terlihat seperti meriam pada umumnya. Namun yang menarik pandangan adalah kepalan tangan kanan, pada ujung belakang meriam.

Meriam si Jagur yang terkenal

Meriam si Jagur yang terkenal (via takesmansionhotels.com)

Kepalan tangan kanan dengan jari jempol tersisip diantara jari telunjuk dan jari tengah menimbulkan banyak opini di masyarakat. Salah satunya mitos kesuburan yang tersebar di kalangan sekitar. Bila mengelus si Jagur dan pindah ke perut wanita yang belum dikaruniai keturunan, kemudian membawa sajen, katanya bisa melancarkan hajat ingin punya anak. Kenapa yang dielus kepalan tangan si Jagur, ya?

4. Toko Merah

Seperti namanya, salah satu destinasi wisata dan kuliner di Kota Tua Jakarta ini memang memiliki bangunan berwarna merah. Dahulu bangunan ini merupakan milik seorang pejabat Belanda yang menyisakan banyak misteri berdarah karena adanya pembantaian pada etnis China. Saat ini, bangunan ini justru dimiliki oleh seseorang beretnis Tionghoa China.

Bangunan Toko Merah di kawasan Kota Tua

Bangunan Toko Merah di kawasan Kota Tua (via piknikdong.com)

Meski menjadi obyek wisata, tidak mudah mendapat ijin masuk ke Toko Merah. Ya, bangunan ini tidak dibuka untuk umum. Meski begitu, spot ini instagramable banget, kan?

5. Kuliner Sekitaran Kota Tua

Lelah berfoto dan mengunjungi banyak museum? Saatnya menikmati kuliner sekitaran Kota Tua. Ada ayam nangking di kedai Cahaya Mentari, soto tangkar di kedai Aneka Sari Pak Haji Diding, nasi campur ala Meneer di Café Batavia, lomie isian komplit di kedai Lomie Amen Pinangsia, nasi hainam ayam atau bebek dengan kuah sawi asin sedap khas kedai Sedap Wangi, dan minum kopi tradisional di Kopi Es Tak Kie.

Cafe Batavia di Taman Fatahillah

Cafe Batavia di Taman Fatahillah (via thefreakyteppy.com)

Kebanyakan kuliner yang tersedia adalah hasil adaptasi dari kuliner China, Jawa, dan Betawi. Seiring berkembangnya dunia modern, kuliner Betawi cenderung tidak menonjol di tanah Jakarta yang notabene adalah tanah Betawi. Untuk kembali menghidupkan rasa Betawi di Jakarta, di sekitaran Kota Tua bisa dijumpai pedagang Kerak Telor, Bir Pletok, Semur Jengkol, dan juga Laksa Betawi.

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.