6 Kuliner Betawi Legendaris Yang Hampir Punah


Halo Jakartans! Selain terkenal dengan tradisi berbalas pantun, Betawi juga dikenal kaya akan ragam kulinernya. Namun semakin lama, kuliner khas Betawi semakin jarang ditemukan. Kini makanan tradisi Betawi yang paling mudah ditemui di Jakarta hanya berkisar Kerak Telor, Soto Betawi, Gado-gado, dan Ketoprak. Sedangkan deret kuliner legendaris Betawi nan otentik berikut ini sudah semakin jarang ditemui :

1. Kue Ape

Kue Ape rasa pandan

Kue Ape rasa pandan (via bagikanresepku.blogspot.com)

Bentuknya mirip sekali dengan Serabi Solo. Tapi yang satu ini khas kuliner legendaris Betawi. Ya, namanya kue ape. Kue ape yang paling terkenal bercita rasa pandan dan suji. Disajikan hangat-hangat lebih mantap, apalagi dengan pinggiran yang ‘krenyes’ gurih. Jadi ngiler, deh, dibuatnya. Kue ini dijual dengan harga kisaran 2.000-5.000 per biji. Namun penjual kue ape ini terbilang jarang saat ini, meski cara membuatnya terbilang mudah.

2. Kue Cucur

Generasi Jakarta 90’an tentu akrab dengan kuliner legendaris Betawi satu ini. Meski tak banyak penjual kue cucur, kue ini masih menjadi favorit. Seperti makanan tradisi lainnya, kue cucur biasa disajikan di acara hajatan Betawi. Jangan heran apabila kue ini hanya bisa ditemukan saat hajatan orang Betawi atau sekali setahun saat HUT Jakarta.

Kue cucur dari gula merah dan tepung beras

Kue cucur dari gula merah dan tepung beras (via sajiansedap.com)

Asal nama kue cucur terbilang unik, lho! Asalnya dari ‘ngocor’ ala Betawi yang artinya menetes. Para pedagang memperhalus bahasanya menjadi ‘ngucur’ atau ‘cucur’ yang kita ketahui sekarang.

3. Dodol Betawi

Dodol Betawi hampir sama dengan dodol daerah lainnya. Hanya, varian dodol Betawi cukup sedikit : Durian, Ketan Hitam, dan Ketan Putih. Biasanya Dodol Betawi diproduksi di tiap-tiap rumah penduduk alias menjadi industri rumahan. Namun sekarang, sudah jarang emak-emak (ibu) yang mau sambatan (bahu-membahu) membuat dodol Betawi dan menjualnya di pasaran.

Dodol betawi asli

Dodol betawi asli (via merdeka.com)

Warnanya yang hitam-kecoklatan membuat tampilan dodol Betawi kurang menarik. Namun soal rasa, jangan salah. Legit, kenyal, dan khas. Dodol Betawi masih bisa ditemukan di toko oleh-oleh Jakarta, salah satunya di Mpo Hj Mamas, Jalan Batu Ampar I RT 13 RW 04 Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur.

4. Ketupat Babanci

Dari namanya saja sudah asing, apalagi menemukan kedai penjual kuliner legendaris Betawi satu ini. Langkanya Ketupat Babanci adalah imbas dari langkanya bahan-bahan yang dibutuhkan seperti kedaung, botor, tai angin, dan jinten. Generasi milenial tidak lagi bisa menikmati rasa khas Betawi jaman dulu. Mungkin harus menunggu hajatan besar Jakarta baru bisa menyantap Ketupat Babanci.

Ketupat Babanci khas Jakarta

Ketupat Babanci khas Jakarta (via doripos.com)

Sajian kuliner Ketupat Babanci mirip ketupat sayur. Namun kuliner satu ini menyajikan daging sapi dengan kuah berbeda, yaitu campuran santan kelapa, kaldu sapi, dan air kelapa muda. Rasa sedap gurih yang khas timbul dari racikan rempah kemiri sangrai, bawang putih, kedaung, botor, dan rempah lainnya.

5. Bubur Ase

Asin gurih. Itulah rasa khas bubur ase. Meski lezat, namun kelezatannya kurang menggema di kalangan orang Jakarta sendiri. Bisa jadi karena tampilannya yang gelap. Kuahnya gelap, karena terbuat dari rempah biji pala halus, dan dimasak semur. Daging sapi dan kentang juga menjadi kecoklatan.

Bubur Ase yang legendaris

Bubur Ase yang legendaris (via mpokiyah.com)

Resep aslinya, bubur ase menggunakan teri jengki sebagai bagian topping. Namun karena semakin langka, penjual menambah teri medan. Kuah semur dan teri jengki inilah yang menjadikan bubur ase sebagai kuliner legendaris Betawi.

6. Abon Jambrong

Abon Jambrong? Makin asing, ya, di telinga. Kuliner legendaris Betawi satu ini hanya dikenal oleh orang Betawi, terutama Betawi pesisir. Sebagai informasi, jambrong adalah nama ikan, nama latinnya terapon jarbua. Jambrong diolah dengan mencampurkan bawang merah, bawang putih dan cabai. Kemudian dimasukkan kedalam toples.

Abon ikan jambrong

Abon ikan jambrong (via food.detik.com)

Orang Betawi biasanya membuat abon jambrong dengan porsi yang banyak. Sehingga ketika akan makan, tinggal ambil dari toples, disajikan dengan nasi hangat.

Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.