8 Ikon Budaya Betawi


Halo Jakartans! Saat ini telah ditetapkan 8 (delapan) ikon resmi budaya Betawi sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor XI Tahun 2017 Tentang Ikon Budaya Betawi dan Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Ikon Budaya Betawi.

Maksud dan Tujuan Penetapan Ikon Budaya Betawi

Sebagai upaya pelestarian melalui pengenalan yang menggambarkan ciri khas masyarakat Betawi dan jati diri Provinsi DKI Jakarta sebagai daya tarik wisata.

Meningkatkan rasa ikut memiliki dan menanamkan kebangsaan terhadap budaya Betawi secara aktif dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah.

Sebagai sarana promosi kepariwisataan dan mendorong perkembangan industri kreatif berbasis budaya.

1. Ondel-Ondel

Ondel-Ondel Betawi

Ondel-Ondel Betawi (via busy.org)

Bentuk dan desain Ondel-Ondel :

  • Wajah laki-laki berwarna merah, alis hitam tebal, berkumis dan terlihat ramah.
  • Wajah perempuan berwarna putih, bermata hitam sayu, alis hitam melengkung, bulu mata lentik, bibir merah, telinga bergiwang atau beranting anting dan jidatnya bermahkota.
  • Pakaian ondel-ondel laki-laki berwarna gelap dengan model baju pangsi, berselempang kain bermotif batik Betawi serta menggunakan ikat pinggang dan bawahan kain batik Betawi.
  • Pakaian ondel-ondel perempuan memakai busana kebaya panjang atau baju kurung bermotif kembang-kembang dan bawahan kain batik Betawi dengan selendang atau selempang disangkutkan di pundak kiri ke arah pinggang kanan serta menggunakan ikat pinggang.
  • Rambut terbuat dari ijuk warna hitam.
  • Hiasan kepala yang disebut kembang kelapa (manggar)dengan jumlah 20 untuk perempuan dan 25 untuk laki-laki.
Filosofi / Makna Ondel-Ondel :
  • Sebagai perlambang kekuatan yang memiliki kemampuan memelihara keamanan dan ketertiban, tegar, berani, tegas, jujur dan anti manipulasi.
Fungsi, Penggunaan dan Penempatan Ondel-Ondel :
  • Sebagai pelengkap berbagai upacara adat tradisional masyarakat Betawi.
  • Sebagai dekorasi pada acara seremonial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, festival, pentas artis asing, pameran, pusat perbelanjaan, Industri Pariwisata, gedung pertemuan dan area publik yang memungkinkan dari aspek estetika dan keselamatan umum.
  • Penempatan di sisi kanan kiri pintu masuk, di lobby sebagai pelengkap foto (photo wall), di
    panggung pementasan atau dalam bentuk visual di LED / Videotron, atau di tempat lain sesuai
    estetika.

2. Kembang Kelapa

Kembang Kelapa (Manggar) khas Betawi

Kembang Kelapa (Manggar) khas Betawi (via gunaghina.blogspot.com)

Filosofi / Makna Kembang Kelapa :

  • Filosofi untuk Kembang Kelapa (Manggar) sebagai perlambang kemakmuran.
  • Sebagai simbol dari kehidupan manusia yang bermanfaat sebagaimana manfaat pohon kelapa.
  • Sebagai simbol sifat keterbukaan masyarakat dalam pergaulan sehari-hari.
  • Sebagai simbol tata warna (multikultur) kebudayaan yang hidup dan berkembang di Kota Jakarta.

Bentuk / Desain :

  • Bentuk kembang kelapa terbuat dari lidi yang dibungkus dengan kertas atau plastik warna-warni.
  • Ukuran kembang kelapa dan tiang penyangga disesuaikan penempatannya.
  • Jumlah kembang kelapa dari tiap tiang penyangga antara 60-75 batang.
Fungsi, Penggunaan dan Penempatan :
  • Fungsi sebagai dekorasi statis yang memberikan nuansa megah, meriah dan penuh keceriaan pada berbagai kegiatan, baik di ruang terbuka maupun di ruang tertutup.
  • Digunakan sebagai dekorasi dinamis dan diletakkan di depan arak-arakan dalam festival, atraksi pariwisata, pentas seni budaya (kirab, ngarak penganten dan sebagainya).
  • Penempatan sebagai dekorasi statis diletakkan di samping kanan dan kiri pintu masuk, pada kanan kiri pelaminan, pada kanan kiri panggung, digantung diplafon dan pada titik-titik tertentu di dalam ruangan (aula, auditorium dan lain-lain) acara (resepsi, seminar, diskusi,dan sebagainya).

3. Gigi Balang

Ornamen Gigi Balang simbol Betawi

Ornamen Gigi Balang simbol Betawi (via tribunnews.com)

Bentuk / Desain :

  • Ornamen Gigi Balang berbentuk segitiga (cagak) karena merupakan gambaran dari bentuk gunung.
Bentuk ornamen Gigi Balang :
  1. Tumpal
  2. Wajik
  3. Wajik susun dua
  4. Potongan Waru
  5. Kuntum melati

Filosofi / Makna Gigi Balang :

  • Sebagai perlambang gagah, kokoh, dan berwibawa.

Fungsi, Penggunaan, dan Penempatan :

  • Fungsi sebagai dekorasi melalui media berbentuk lampu dan pengecatan serta media lainnya yang memungkinkan.
  • Penggunaan di bangunan tradisional Betawi, fasilitas publik, gedung bertingkat, gapura, panggung pementasan, stand pameran (booth), dan area lain yang memungkinkan dari aspek estetika dan keselamatan umum.
  • Penempatan pada bagian atas (lisplang) bangunan sesuai estetika dan keselamatan umum.

4. Baju Sadariah

Baju Sadariah Betawi

Baju Sadariah Betawi (via akihikoyuuri.wordpress.com)

Bentuk dan Kelengkapan Baju Sadariah terdiri dari :

  • Baju longgar berleher tertutup (kerah Sanghai) lengan panjang dengan dua kantong tempel di
    bagian depan bawah baju.
  • Kopiah hitam polos sebagai penutup kepala (tinggi disesuaikan).
  • Kain sarung plekat terlipat rapi digunakan di leher.
  • Celana bahan warna gelap dengan sepatu pantofel atau celana komprang bermotif batik dengan
    sandal terompah.
Filosofi / Makna :
  • Sebagai identitas lelaki rendah hati, sopan, dinamis dan berwibawa.
Fungsi dan Penggunaan :
  • Fungsi dan penggunaan sebagai seragam karyawan berbagai kantor pemerintah dan swasta, industri pariwisata, sekolah dan berbagai acara seremonial, obyek dan atraksi pariwisata serta pentas seni budaya.

5. Kebaya Kerancang

Kebaya Kerancang Betawi

Kebaya Kerancang Betawi (via febrinhob.blogspot.com)

Bentuk dan Kelengkapan Kebaya Kerancang terdiri dari :

  • Bahan kebaya dibordir kerancang dengan motif kembang pada bagian bawah kebaya dan pada pergelangan tangan.
  • Hiasan rambut dapat menggunakan sanggul dengan model Konde Bunder atau model lain yang disesuaikan dengan pemakainya.
  • Menggunakan kain sarung batik Betawi dengan kepala kain bermotif tumpal, tombak, buket dan sebagainya.
  • Alas kaki selop tutup.
  • Perhiasan yang dikenakan, antara lain : peniti rante susun tiga, anting air seketel atau giwang asur, gelang listering atau gelang ular, cincin bermata dan kalung tebar. Keserasian menjadi unsur penting bagi pemakaiannya.
Filosofi / Makna :
  • Sebagai perlambang keindahan, kecantikan, kedewasaan, keceriaan dan pergaulan yang mengikuti kearifan, aturan dan tuntunan leluhur. Tujuannya untuk memelihara keanggunan dan kehormatan perempuan.
Fungsi dan Penggunaan :
  • Fungsi dan penggunaan sebagai seragam karyawati berbagai kantor pemerintah dan swasta, industri pariwisata, sekolah dan berbagai acara seremonial, obyek dan atraksi pariwisata serta pentas seni budaya.

6. Batik Betawi

Betawi juga punya Batik

Betawi juga punya Batik (via okezone.com)

Bentuk dan Bahan :

  • Batik Betawi berbentuk kain panjang dan kain sarung yang motifnya dikerjakan dengan tulis dan cap. Bahan kainnya berupa sutera, ATBM, prima, primis dan dobi.
  • Motif batik Betawi antara lain : Dododio, Mak Ronda, Rasamala, Nusa Kalapa, Lereng, Ondel-Ondel, Pesalo, Salakanagara, Albetawi, Kodangdia, Langgara, Warakas, flora fauna asli Betawi, Daun Tarum, Nderep, Kampung Marunda, Ngeluku (Bajak Sawah), Ngelancong/Bedemenan, Nandur, Burung Hong, Numbuk Padi, Baritan, Sulur Jawara, Ronggeng Uribang, Galur Ondel-Ondel, Kuntul Blekok, Payung Cokek, Ulung-Ulung, Bondol Biru dan lain-lain.
Filosofi / Makna :
  • Sebagai keseimbangan alam semesta untuk memenuhi hidup yang sejahtera dan berkah.
Fungsi dan Penggunaan :
  • Fungsi dan penggunaan sebagai seragam karyawan/karyawati berbagai kantor pemerintah dan swasta, industri pariwisata, sekolah, dan berbagai acara seremonial, obyek dan atraksi pariwisata serta pentas seni budaya.

7. Kerak Telor

Kerak Telor, kuliner Betawi

Kerak Telor, kuliner Betawi (via dapurkobe.co.id)

Kerak Telor adalah penganan dengan bahan utama :

  • beras ketan putih
  • garam
  • merica bubuk
  • kelapa muda parut yang disangrai (serundeng)
  • telur ayam/telur bebek
  • ebi
  • bawang goreng
Filosofi / Makna :
  • Sebagai sisi kehidupan manusia yang mengalami perubahan lingkungan secara alamiah. Kerak Telor sebagai perlambang pergaulan yang harmonis.
Fungsi dan Penggunaan :
  • Sebagai menu makanan ringan atau selingan (kudapan).
  • Sebagai salah satu menu pada industri pariwisata, acara seremonial jamuan makan, stand di acara pameran, atraksi pariwisata dan pentas seni budaya.

8. Bir Pletok

Bir Pletok kaya akan rempah yang menyehatkan

Bir Pletok kaya akan rempah yang menyehatkan (via tribunnews.com)

Bir Pletok adalah minuman berwarna merah yang menyehatkan dan menyegarkan, dapat dihidangkan dingin atau agak panas.

Bahan utama : Air, gula pasir, kayu manis, jahe, sereh, cengkeh, kayu (babakan) secang, buah pala, bunga pala, lada bulat di belah, kapolaga, cabe jawa, daun jeruk purut, daun pandan, gardamom seed (gardamunggu) dibelah dan garam.
Filosofi / Makna :
  • Bir Pletok dimaknai sebagai penopang hidup sehat secara lahir dan batin dan juga sebagai upaya mengapresiasi serta mengisi hidup yang tidak boleh kendor sampai pada titik yang paling utama yakni matang.
Fungsi dan Penggunaan :
  • Sebagai minuman yang menyehatkan dan menyegarkan.
  • Sebagai salah satu menu pada industri pariwisata, acara seremonial jamuan makan, stand di acara pameran, atraksi pariwisata dan pentas seni budaya.
Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.