Ajak Anak Sarapan Sehat


Halo Jakartans! Sarapan menjadi awal yang baik untuk memulai aktivitas. Sayangnya, sebagian besar anak-anak Indonesia, termasuk di kota-kota besar seperti Jakarta tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup saat sarapan dan dapat berdampak pada prestasi anak-anak di sekolah.

Sarapan merupakan kegiatan makan dan minum yang dilakukan sebelum pukul 09:00 pagi atau sebelum beraktivitas. Riset per gizi pangan Indonesia pada 2013, konsumsi sarapan bernutrisi berperan penting bagi anak-anak usia sekolah. Termasuk meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, menumbuhkan disiplin, meningkatkan prestasi belajar dan akademis di sekolah termasuk menghindari anak dari konsumsi jajanan yang tidak sehat.

Secara umum, sarapan merupakan sumber tanaga bagi anak, terutama bagi anak-anak sekolah yang membutuhkan banyak tenaga untuk melakukan segala aktivitas. Ia memenuhi 25 persen dari kebutuhan kalori harian sebanyak 1.400 – 1.500 kalori. Sayangnya rutinitas pagi hari yang sibuk, terkadang membuat orang tua abai menyediakan sarapan dengan gizi yang seimbang dan mencukupi.

Membiasakan sarapan bagi anak sangat penting untuk perkembangan sang anak

Membiasakan sarapan bagi anak sangat penting untuk perkembangan sang anak (via wartakesehatan.com)

Data dari Riskerdas (Riset Kesehatan Dasar) 2013 menunjukkan 44,6 persen anak-anak hanya memperoleh asupan energi kurang dari 15 persen angka kecukupan gizi. Dari 35.000 anak usia sekolah yang disurvei, 26,1 persennya malah hanya sarapan cairan. Baik itu susu atau teh saja. Dr Fiastuti Witjaksono, Ahli Gizi dari klinik Gizi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo RSCM, mengatakan sarapan setidaknya harus memenuhi 25 persen dari kebutuhan kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. Pada anak-anak umumnya kalori yang diperlukan antara 1.400 – 1.500 kalori. “Dan itu harus kebutuhan gizi yang lengkap,” kata Dr Fiastuti.

Kelengkapan gizi yang dimaksud, menurut Dr Fiastuti antara lain adalah karbohidrat kompleks, protein, vitamin, mineral dan juga cairan serta serat yang cukup untuk membantu proses pencernaan. “Lemak juga diperlukan dalam menu sarapan ya,” tambah Dr Fiastuti. Lemak, lanjut Dr Fiastuti berperan bersama karbohidrat sebagai sumber tenaga. Sementara jenis karbohidrat kompleks dapat memenuhi kebutuhan glukosa untuk meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.

“Kita dapat menemukannya dalam beragam jenis bahan makanan sebagai pilihan menu sarapan,” ujar Dr Fiastuti. Misalnya adalah protein yang bisa dijumpai pada produk seperti telur, tahu, dan produk-produk susu yang membantu pertumbuhan tulang anak-anak. Sementara sayuran dan buah-buahan dapat memenuhi kebutuhan akan vitamin dan mineral serta serat yang juga diperlukan untuk tubuh.

Terkadang diperlukan kreatifitas orang tua dalam menyajikan menu sarapan agar menggugah selera anak

Terkadang diperlukan kreatifitas orang tua dalam menyajikan menu sarapan agar menggugah selera anak (via vemale.com)

“Yang terpenting adalah melewatkan sarapan, akan meningkatkan kemungkinan anak-anak untuk mengonsumsi jajan yang cenderung tidak sehat di sekolah,” kata Dr Fiastuti memperingatkan. Saat ini, banyak riset-riset yang dilakukan terkait dengan kandungan bahan makanan berbahaya ada dalam jajanan anak. Seperti pewarna tekstil, ataupun makanan dengan pengawet berbahaya yang ditemukan pada jajanan anak-anak.” Inikan sangat berbahaya bagi kesehatan anak-anak,” tambah Dr Fiastuti.

Dengan memastikan konsumsi sarapan yang lengkap dan bernutrisi secara teratur maka asupan nutrisi akan lebih mudah untuk dipantau oleh orang tua. Orang tua dituntut untuk berkreasi dalam menyajikan menu-menu sarapan yang praktis, bernutrisi namun tetap lezat. “Sereal bisa menjadi pilihan yang pas. Disajikan bersama dengan susu yang biasanya disukai oleh anak-anak. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.