Antara Kebun Binatang Tjikini dan Ragunan


Halo Jakartans! Sejak zaman penjajahan Belanda, Tjikini (baca : Cikini) sudah ramai menjadi pusat rekreasi warga Jakarta Tempo Doeloe. Di sana ada Kebun Binatang Cikini yang dihuni beragam hewan liar dan buas serta luasnya sampai ke bibir Sungai Ciliwung.

Kebun Binatang Cikini dibangun di tanah milik pelukis legendaris Indonesia, Raden Saleh yang hidup pada awal dan pertengahan Abad 19. Raden Saleh yang lahir pada 1807 dan meninggal pada 1880 memiliki tanah yang sangat luas di Cikini, mulai dari lahan Rumah Sakit Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) sekarang hingga sekitar Taman Ismail Marzuki (TIM) sampai ke Sungai Ciliwung di belakangnya.

Kebun Binatang Tjikini tempo dulu

Kebun Binatang Tjikini tempo dulu (via wikipedia.org)

Raden Saleh yang lama hidup berdiaspora di luar negeri seperti di Jerman dan Perancis dikenal sebagai pelukis hewan. Karena itu untuk melukis dia pelihara hewan liar dan buas dalam kebun binatang miliknya seluas 10 hektar untuk memudahkan proses kreatifnya.

Koleksi hewan dalam kebun binatang mininya itulah yang kemudian menjadi cikal bakal Kebun Binatang Cikini. Resmi didirikan pada 1864 dengan nama Vereening Planten En Dierentuin Te Batavia. Setelah merdeka menjadi Kebun Binatang Jakarta atau Kebun Binatang Cikini.

Gubernur Ali Sadikin pada 1968 merelokasi Kebun Binatang Cikini ke Ragunan, Jakarta Selatan. Seperti sejumlah kebijakan lainnya pemindahan kebun binatang juga termasuk yang kontroversial. Banyak masyarakat yang menentang karena Ragunan dulu tidak seperti sekarang. Saat itu masih hutan belantara dan akses jalan masih berupa tanah merah. Apalagi warga Jakarta saat itu hanya sekitar 1 juta orang. Banyak yang mengira pemindahan kebun binatang itu bakal sepi pengunjung.

Kebun Binatang Tjikini sempat sangat populer di awal 1900-an, sebelum akhirnya dipindahkan ke Ragunan. Saat ini kawasan Cikini menjadi sudut kota yang paling ramai dan padat dengan restoran dan kampus

Kebun Binatang Tjikini sempat sangat populer di awal 1900-an, sebelum akhirnya dipindahkan ke Ragunan. Saat ini kawasan Cikini menjadi sudut kota yang paling ramai dan padat dengan restoran dan kampus (via vanessa-mjg18.blogspot.com)

Ketika kunjungan wisatwan semakin meningkat, hewan-hewan yang ada di dalamnya dinilai sudah tidak sehat lagi. Akhirnya, diputuskan hewan yang berjumlah 450 ekor kemudian dipindahkan ke lokasi baru di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.

Di lokasi baru tersebut, hewan-hewan lebih leluasa karena menempati areal seluas 30 hektar, seperti dikisahkan pegiat sejarah yang juga kolumnis senior Alwi Shahab dalam tulisannya.

Saat baru dipindahkan ke Ragunan, banyak yang pesimis kebun binatang tidak akan banyak diminati oleh masyarakat. Sikap pesimis itu muncul, karena akses jalan untuk menuju kebun binatang di Ragunan pada awal pemindahan masih buruk. Jika kondisi sedang hujan, akses jalan masuk akan berlumpur karena jalan belum diaspal.

Sejumlah restoran juga sudah berusia puluhan tahun dan tetap bertahan dengan makanan khasnya, misalnya Gado-gado Bon-Bindi Cikini

Sejumlah restoran juga sudah berusia puluhan tahun dan tetap bertahan dengan makanan khasnya, misalnya Gado-gado Bon-Bindi Cikini (via blognyamitra.wordpress.com)

Sebelum pindah ke Ragunan, kebun binatang sempat menanggalkan nama kebesarannya dalam bahasa Belanda dan menggantinya dengan bahasa Indonesia, Kebun Binatang Tjikini. Nama tersebut diberikan, tepat setahun setelah Indonesia berhasil meraih kemerdekaan, atau pada 1946.

Di awal berdiri, Kebun Binatang Cikini dikelola oleh sebuah yayasan. Saat itu, yayasan mendapatkan hibah tanah dari pelukis ternama di awal abad ke-19, Raden Saleh. Tanah yang berlokasi sangat strategis itu, berdampingan dengan Rumah Sakit PGI Cikini dan berbatasan dengan sungai Ciliwung. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.