Arti Status Siaga Banjir


Halo Jakartans! Dalam sistem penanggulangan bencana banjir dikenal istilah Status Siaga Banjir. Status Siaga Banjir merupakan hasil analisa dari informasi yang didapatkan dari stasiun-stasiun pengamatan Tinggi Muka Air (TMA) di sungai-sungai yang bermuara ke Jakarta.

Hasil pengamatan itu berasal dari para petugas yang ditempatkan di 13 stasiun pengamatan di Jabodetabek, termasuk Pintu Air Pasar Ikan. Mereka mengamati tinggi muka air (TMA) di atas sungai yang akan bermuara ke Jakarta. Semakin tinggi MTA-nya, kian tinggi pula status siaganya.

Bendungan Katulampa di Bogor, Jawa Barat sebagai pintu masuk aliran air menuju Jakarta

Bendungan Katulampa di Bogor, Jawa Barat sebagai pintu masuk aliran air menuju Jakarta (via poskotanews.com)

Di DKI Jakarta setidaknya ada13 sungai yang melintasi permukiman warga. Ke-13 sungai atau kali itu adalah Kali Mookevart, Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Kali Baru Barat, Ciliwung, Kali Baru TImur, Cipinang, Sunter, Buaran, Jatikramat, dan Kali Cakung. Lokasi-lokasi tersebut dan berapa lama air sampai di Jakarta dapat dijelaskan di bawah ini.

Peil Schaal Katulampa – 9 Jam kemudian air akan sampai Pintu Air Manggarai. Wilayah yang akan dilalui, Kelurahan Lenteng Agung, Pejaten Timur, Rawa Jati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

Peil Schaal Depok – 6 Jam kemudian air akan sampai Pintu Air Manggarai. Wilayah yang akan dilalui sama seperti Katulampa.

Peil Schaal Manggarai – Wilayah yang akan dilalui, Kelurahan Kebon Manggis, Kalipasir, Kwitang, Cikini, Petamburan, Jatipulo, dan Tomang Rawa Kepa.

Peil Schaal Kali Pesanggrahan – 4,5 Jam kemudian air akan sampai Pintu Air Cengkareng Drain. Wilayah yang akan dilalui, Kelurahan Lebak Bulus, Pondok Pinang, IKPN Bintaro, Cipulir, Sukabumi Selatan, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Kedoya Selatan, Rawa Buaya, Kembangan, Kedoya Utara, Cengkareng, Kedaung Kali Angke, dan Kapuk Muara.

Peil Schaal Kali Krukut – 4 Jam kemudian air akan sampai Pintu Air Karet. Wilayah yang akan dilalui, Kelurahan Pondok Labu, Petogogan, Mampang, Kuningan Barat, Pejompongan, dan Bendungan Hilir (Benhil).

Peil Schaal Kali Angke – 3 Jam kemudian air akan sampai Pintu Air Cengkareng Drain. Wilayah yang akan dilalui, Kelurahan Duri Kosambi, Rawa Buaya, Green Garden, Keodya Utara, dan Cengkareng.

Peil Schaal Kali Cipinang – 4,5 Jam kemudian air akan sampai Pintu Air Pulo Gadung. Wilayah yang akan dilalui, Kelurahan Rambutan, Ciracas, Pekayon, Kramat Jati, Halim Perdanakusuma, Cipinang Besar Selatan, Cipinang Besar Utara, Kayu Putih, Kelapa Gading, dan Sunter.

Peil Schaal Kali Sunter – 4 Jam kemudian air akan sampai Pintu Air Pulo Gadung. Wilayah yang akan dilalui, Kelurahan Pondok Bambu, Cipinang Muara, Cipinang Melayu, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Kayu Putih, dan Kelapa Gading.

Adapun Status Siaga Banjir memiliki arti dan tingkatan sebagai berikut ;

Siaga IV

Belum ada peningkatan debit air secara mencolok. Komando di lapangan, termasuk membuka atau menutup pintu air serta akan dikemanakan arah air cukup dilakukan oleh komandan pelaksana dinas atau wakil komandan operasional wilayah.

Siaga III

Bila hujan yang terjadi menyebabkan terjadinya debit air meningkat di Pintu-pintu Air tetapi kondisinya masih belum kritis dan membahayakan. Meski demikian bila status siaga III sudah ditetapkan, masyarakat sebaiknya mulai berhati-hati dan mempersiapkan segala sesuatunya dari berbagai kemungkinan bencana banjir.

Siaga II

Bila hujan yang terjadi menyebabkan debit air mulai meluas, maka akan ditetapkan Siaga II. Penanggung Jawab untuk Siaga II adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta, yaitu Sekretaris Daerah.

Siaga I

Bila dalam enam jam debit air tersebut tidak surut dan kritis maka ditetapkan SIaga I. Penanggung Jawab penanganan status siaga I langsung di tangan Gubernur DKI Jakarta.

Frekuensi pengamatan Tinggi Muka Air (TMA) terdiri dari :

  • Siaga IV, pengamatan TMA dilakukan setiap 1 jam sekali dengan tahap pemberitaan 1 jam.
  • Siaga III, pengamatan TMA dilakukan tiap 30 menit dengan pemberitaan setiap 30 menit.
  • Siaga II, (awas) pengamatan TMA dan pemberitaan setiap 15 menit.
  • Siaga I, (bencana) pengamatan TMA dan pemberitaan tiap 5 menit sekali.

Kriteria Status TMA dalam siaga berdasarkan laporan di stasiun pengamatan atau pos dan pintu air adalah sebagai berikut :

Status Tinggi Muka Air Siaga IV

  1. Katulampa sampai dengan < 79cm.
  2. Pesanggrahan sampai dengan < 149 cm.
  3. Angke Hulu sampai dengan < 149 cm.
  4. Cipinang Hulu sampai dengan < 149 cm.
  5. Sunter Hulu sampai dengan < 139 cm.
  6. Pulo Gadung sampai dengan < 549 cm.
  7. Depok sampai dengan < 199 cm.
  8. Manggarai sampai dengan < 749 cm.
  9. Karet sampai dengan < 449 cm.
  10. Pasar Ikan sampai dengan < 169 cm.
  11. Krukut Hulu sampai dengan < 149 cm.

Status Tinggi Muka Air Siaga III

  1. Katulampa sampai dengan 80 – 149 cm.
  2. Pesanggrahan sampai dengan 150 – 249 cm.
  3. Angke Hulu sampai dengan 150 – 249 cm.
  4. Cipinang Hulu sampai dengan 150 – 199 cm.
  5. Sunter Hulu sampai dengan 140 – 199 cm.
  6. Pulo Gadung sampai dengan 550 – 669 cm.
  7. Depok sampai dengan 200 – 269 cm.
  8. Manggarai sampai dengan 750 – 849 cm.
  9. Karet sampai dengan 450 – 549 cm.
  10. Pasar Ikan sampai dengan 170 – 199 cm.
  11. Krukut Hulu sampai dengan 150 – 249 cm.

Status Tinggi Muka Air Siaga II

  1. Katulampa sampai dengan 150 – 199 cm.
  2. Pesanggrahan sampai dengan 250 – 349 cm.
  3. Angke Hulu sampai dengan 250 – 299 cm.
  4. Cipinang Hulu sampai dengan 200 – 249 cm.
  5. Sunter Hulu sampai dengan 200 – 249 cm.
  6. Pulo Gadung sampai dengan 700 – 769 cm.
  7. Depok sampai dengan 270 – 349 cm.
  8. Manggarai sampai dengan 850 -949 cm.
  9. Karet sampai dengan 550 – 599 cm.
  10. Pasar Ikan sampai dengan 200 – 249 cm.
  11. Krukut Hulu sampai dengan 250 – 299 cm.

Status Tinggi Muka Air Siaga I

  1. Katulampa sampai dengan > 200 cm.
  2. Pesanggrahan sampai dengan > 350 cm.
  3. Angke Hulu sampai dengan > 300 cm.
  4. Cipinang Hulu sampai dengan > 250 cm.
  5. Sunter Hulu sampai dengan > 250 cm.
  6. Pulo Gadung sampai dengan > 770 cm.
  7. Depok sampai dengan > 350 cm.
  8. Manggarai sampai dengan > 950 cm.
  9. Karet sampai dengan > 600 cm.
  10. Pasar Ikan sampai dengan > 250 cm.
  11. Krukut Hulu sampai dengan > 300 cm.

(Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.