Bagaimana Mendapatkan Investasi Untuk Bisnis Anda


Banyak cara untuk mendapatkan pendanaan modal bagi usaha Anda

Banyak cara untuk mendapatkan pendanaan modal bagi usaha Anda (via pixabay.com)

Halo Jakartans! Salah satu pertanyaan terbanyak yang diajukan oleh pengusaha pemula adalah “Bagaimana cara memperoleh modal untuk usaha kami?” Sebagian besar pengusaha memulai usahanya dengan ide besar tetapi dengan keterbatasan dana.

Langkah pertama sebelum mendapatkan pendanaan adalah membuat rencana bisnis. Berikut adalah tipe-tipe investor dan bagaimana memperoleh pendanaan dari mereka.

1. Keluarga dan Teman

Sumber pendanaan terbesar dalam pendanaan awal perusahaan adalah keluarga dan teman. Anda bisa mendapat modal dari orang tua, kakak-adik, saudara sepupu, hingga para teman dan sahabat.

Sebagai pengusaha profesional yang perlu Anda camkan adalah sumber dana ini tidak boleh bersifat sumbangan atau pemberian, Anda harus mengelolanya secara profesional. Persiapkan dan presentasikan rencana bisnis Anda, dan berikan kepada mereka sistem bagi hasil yang lebih menjanjikan dibandingkan jika mereka mendepositokan tabungan mereka di bank. Patuhi jadwal pembayaran dengan tepat waktu.

2. Koperasi

Setelah usaha berkembang dengan baik, kita bisa bergabung menjadi anggota koperasi. Meminjam dari koperasi ini jauh lebih mudah dibandingkan dengan meminjam dari bank, karena pinjaman koperasi adalah berbasis kepercayaan.

Daftarkan diri Anda ke koperasi yang dekat dengan usaha Anda, lakukan pinjaman dalam jumlah sedikit, bayar dengan teratur, setelah lunas ajukan lagi pinjaman yang lebih besar lagi. Cari program koperasi yang menawarkan kerjasama Customer Social Responsibility (CSR) dengan berbagai lembaga pemerintah atau swasta sehingga mendapatkan bunga pinjaman yang lebih murah.

3. Bank

Pinjaman dari bank tidak mudah untuk kita dapatkan. Bank hanya memberi pinjaman pada pengusaha yang telah mempunyai track record. Artinya Anda harus mempunyai surat izin usaha, mempunyai catatan keuangan yang rapih dan teratur dan tentu saja mempunyai aset fisik yang bisa dijadikan agunan. Terus terang sangat sulit bagi pengusaha pemula yang bermodal sedikit mendapatkan pinjaman dari bank, kecuali Anda mempunyai agunan.

Pinjaman dari bank lebih cocok untuk pengembangan usaha dibandingkan dengan memulai usaha. Anda bisa meminjam bank untuk usaha baru yang merupakan pengembangan dari usaha yang sudah ada sebelumnya. Misalnya Anda ingin membuka cabang baru.

4. Investor

Apa yang membedakan investor dengan penyedia dana lain yang telah kami sebutkan diatas? Perbedaannya adalah investor mempunyai kepemilikan saham dalam perusahaan kita. Baik keluarga, teman, koperasi hingga bank tidak mengharapkan kepemilikan dalam perusahaan kita. Yang mereka inginkan adalah keuntungan berupa bunga atau bagi hasil (dalam sistem ekonomi syariah).

Investor memperoleh keuntungan dalam 2 hal. Yang pertama berupa deviden, atau keuntungan yang dibagikan berdasarkan persentasi saham yang dimiliki oleh investor tersebut. Namun pada umumnya keuntungan yang diharapkan oleh investor adalah berupa hasil dari penjualan saham. Penjualan saham ini adalah 2 jenis, yaitu menjual saham kepada perusahaan lain (akuisisi) atau penjualan saham kepada publik.

Investor berharap nilai dari perusahaan yang diinvestasikannya meningkat 5-10 kali lipat dalam 5 tahun. Harus disadari sejak awal bahwa investor menanggung resiko yang sangat besar dan tentu mengharapkan hasil yang besar atas resiko tersebut.

Salah satu kesalahpahaman terbesar mengenai investor adalah adanya anggapan bahwa investor akan memberikan uangnya kepada kita tanpa alasan yang jelas. Perlu diingat bahwa investor bukanlah “donatur”. Dan karena investor menanggung resiko yang sangat besar atas perusahaan-perusahaan pemula (Startup).

Secara statistik investor yang berinvestasi pada 10 perusahaan akan mengalami 9 dari 10 perusahaan tersebut bankrut, tetapi keuntungan dari 1 perusahaan yang bertahan diharapkan akan mampu mengganti seluruh kerugian dari 9 perusahaan yang bankrut tersebut.

Saat ini lebih banyak investor-investor bermunculan di Indonesia, diantaranya adalah Ideosource, East Venture, Batavia Venture, InvestIdea, Nusantara Capital, hingga Kinara Indonesia.

Semoga setelah membaca artikel ini Anda dapat menentukan jenis pendanaan yang paling pas bagi perusahaan Anda. Selamat beraksi!

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.