Bahaya Mengintai Dibalik Suplemen Herbal


Halo Jakartans! Banyak yang memfavoritkan suplemen herbal karena dianggap lebih alami dan minim efek samping. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa tidak selamanya tubuh butuh suplemen tambahan, sementara tak semua suplemen herbal aman dikonsumsi.

Sebuah studi yang dilakukan para ahli gizi di Queen University (QU) di Belfast, Kingston, London menemukan banyak suplemen herbal justru memiliki kandungan bahan farmasi yang sengaja disembunyikan. Celakanya, bahan-bahan kimia yang digunakan ini justru kerap menjadi pemicu sejumlah resiko kesehatan yang cukup serius dalam waktu jangka panjang.

Hasil riset ahli kimia analitik yang dilakukan Prof. Duncan Burn dari QU dan Prof. Declan Naughton dari Kingston University di sejumlah negara menemukan bahwa produk-produk yang diklaim herbal tak selamanya memiliki kandungan 100 persen herbal. Terutama pada sejumlah suplemen untuk diet dan obesitas, serta suplemen untuk disfungsi ereksi.

Contohnya adalah suplemen pelangsing yang mengandung Sibutramine. Sibutramine dilisensi sebagai obat Acomplia sampai 2010, untuk kemudian ditarik di seluruh Eropa dan Amerika Serikat karena peningkatan resiko serangan jantung dan stroke.

“Kajian kami justru mempertanyakan kemurnian suplemen makanan herbal. Sebab, kami melihat pada dasarnya masyarakat sedang ditipu. Mereka mengira mendapatkan manfaat kesehatan dari produk alami. Padahal sebenarnya mereka menggunakan obat-obatan secara tersembunyi,” kata Burn seperti dilansir dari Science Daily.

Suplemen makanan tidak selamanya baik bagi kesehatan

Suplemen makanan tidak selamanya baik bagi kesehatan (via ilovelife.co.id)

Ahli gizi senior PT Nafas Nutri Sejahtera Sari Sunda Bulan mengatakan, konsumsi suplemen pada dasarnya hanya boleh dilakukan dalam kondisi-kondisi tertentu. Itu pun sifatnya bukan seperti multivitamin.

“Konsumsi suplemen diperlukan jika memang tubuh berada dalam kondisi tertentu. Seperti dalam masa pemulihan pasca sakit, atau di dalam kondisi di mana tubuh memerlukan tambahan energi ketika sedang dihadapkan pada pekerjaan yang berat dan menguras tenaga,” kata Sari.

Sayangnya, banyak yang tidak sadar bahwa makanan yang dikonsumsi sebenarnya sudah menyediakan cukup vitamin dan mineral. Bahkan makanan dan minuman dalam kemasan ataupun makanan siap saji pun acap dipercaya nutrisi sebagai nilai tambah.

Sari meyakinkan masyarakat jika asupan makanan sudah dapat mencukupi sesuai yang dibutuhkan seperti karbohidrat, protein vitamin dan mineral, maka tidak perlu lagi tambahan suplemen ataupun multivitamin untuk memenuhi kebutuhan tubuh. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Tips Cara Aman Mengonsumsi Suplemen

Suplemen herbal aman dikonsumsi selama Anda memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Lihat kandungan bahan dan komposisi.
  2. Pastikan suplemen yang dikonsumsi terdaftar pada BPOM.
  3. Jika perlu cek satu persatu kandungan dalam suplemen.
  4. Jangan mengonsumsi suplemen secara berlebihan.
  5. Lengkapi kebutuhan asupan gizi yang diperlukan tubuh sehari-hari.
  6. Suplemen vitamin K tidak dianjurkan berlebihan karena dapat meningkatkan resiko penyumbatan pembuluh darah.
  7. Tetap hidup aktif dengan berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh.
Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.