Beksi, Pencak Silat Khas Betawi



Kecepatan dan Kedinamisan Gerak Beksi

Halo Jakartans! Menggunakan pangsi, baju khas Betawi lengkap dengan ikat pinggang hijau, gadis cilik itu terlihat lihai menggerakkan tubuhnya. Dengan kuda-kuda kuat, pukulan demi pukulan diselingi tangkisan diluncurkannya untuk menyerang lawan.

Revala Ainun Zumar, telah menggeluti seni beladiri Betawi sejak tiga tahun lalu. Beksi dipelajari secara turun temurun di keluarganya. Putri bungsu pasangan Bang Mahdi dan Andriyani ini terlihat berlatih dengan semangat.

“Untuk jaga-jaga saja agar bisa selamat dari kejahatan. Andai ada orang jahat di sekitar kita, saya siap menghadapinya. Alasan lain belajar Beksi adalah ingin melestarikan budaya Betawi” celoteh Revala panjang lebar. Bang Mahdi, ayah Revala yang juga guru Beksi di Perguruan Beksi Satu H Hasbullah Petukangan Selatan, berharap agar Beksi dapat dilestarikan sebagai silat Betawi. Selain kepada generasi muda Jakarta, ketiga anak Bang Mahdi, yakni Aldi Putra Pratama, Tiara Putri Noviyanti, dan Revala Ainun ZUmar pun dibekali jurus Beksi sejak dini.

Suasana pembelajaran seni bela diri Beksi di Perguruan Beksi Satu H Hasbullah

Suasana pembelajaran seni bela diri Beksi di Perguruan Beksi Satu H Hasbullah (via mscpangsibetawi.wordpress.com)

Mahdi sudah belajar Beksi sejak 1987 melalui Taekwondo Beksi Kong Nur dan Kong Simin. Namun, melihat gerakan Beksi yang cukup atraktif, dirinya belajar langsung kepada guru besar Beksi, H Hasbullah di Perguruan Beksi Satu “H Hasbullah” pada 1989 hingga sang guru meninggal.

Perguruan Beksi ini yang terletak di Jalan M Saidi Raya Rt10/Rw06, Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan telah memiliki ratusan kolat atau cabang yang tersebar di Jabodetabek. Bersama Rochyati inilah Mahdi bertekad mengajarkan Beksi kepada generasi muda saat ini.

Seni, Keindahan dan Ketepatan

Silat Beksi memadukan seni, keindahan, dan ketepatan dalam mencapai sasaran lawan yang seirama dengan kekuatan tenaga. Kecepatan dan kedinamisan dalam gerak ini, diyakini bisa melumpuhkan lawan dengan cepat. Beksi yang berasal dari “Bie Sie” ini dikenalkan sebagai pertahanan dari empat penjuru mata angin. Gerak pukul yang menitikberatkan pada kepalan tangan, sikut, dan bagian luar daerah lengan, menjadi ciri khas pukulan Beksi. Dengan memanfaatkan kekuatan lawan, pukulan Beksi dapat mengakibatkan lawan terluka dan berakibat fatal.

Beksi wajib dilestarikan kepada generasi muda agar tidak terlupakan oleh perkembangan jaman

Beksi wajib dilestarikan kepada generasi muda agar tidak terlupakan oleh perkembangan jaman (via mscpangsibetawi.wordpress.com)

Mahdi menerangkan, Beksi dipelajari pertama kali oleh peternak Betawi keturunan Tiongkok bernama Lie Ceng Oek yang tinggal didaerah Dadap, Tangerang. Konon ia belajar langsung kepada Ki Jidan di sebuah goa. Saat itu, Lie Ceng Oek mengajarkan silat yang dikenal dengan “Bie Sie” ini mampu mengalahkan jawara dan centeng Betawi. Nama Bie Sie sendiri akhirnya berubah menjadi Beksi sesuai logat masyarakat Betawi kala itu. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Fakta “Bie Sie” atau Silat Beksi

  • Beksi diartikan sebagai Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan.
  • Tiga Pendekar pertama yang membudayakan Beksi di tanah Betawi : Kong Marhali, Kong Gojalih, dan Haji Hasbullah.
  • Ada 12-17 Jurus, antara lain Beksi dasar, Gedig, Tancep, Caup, Broneng, Beksi Satu, Lokbeh, Tingkes, Petir, Bandut, Kebut, Bolang – Baling, Tunjang, Silem, dan lainnya.
Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.