Belanja di Pasar Tradisional Kini Tak Lagi Becek


Halo Jakartans! Kesan becek, kotor dan kumuh tatkala berbelanja di pasar tradisional kini hilang musnah seiring dengan revitalisasi pasar tradisional yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Setidaknya, berbelanja kebutuhan pokok di pasar tradisional kini lebih nyaman. Salah satunya Pasar Kramat Jati Jakarta Timur.

Pemprov DKI Jakarta melalui Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya merevitalisasi sejumlah pasar tradisional di Ibukota. Salah satunya, di Pasar Kramat Jati. Unit Pasar Besar (UPB) Kramat Jati yang terletak di Jalan Raya Bogor No.1, Rw.4, Kramat Jati, Kota Jakarta Timur itu tampak lebih modern. Pedagang bumbu rempah dan ikan asin, atau biasa disebut pasar basah, cukup tertata rapi. Lahan parkir pun lebih luas yang terkadang dimanfaatkan anak-anak sekitar untuk bermain bola.

Sejak 2 Juli 2015 hingga 31 Mei 2018 lalu, PD Pasar Jaya mengebut peremajaan pasar tersebut. Sejumlah fasilitas diperbaiki. Beberapa diantaranya, malah ditambah. Peremajaan pasar ini menelan biaya hingga Rp 27,1 miliar.

Tampak Pasar Induk Kramat Jati setelah revitalisasi

Tampak Pasar Induk Kramat Jati setelah revitalisasi (via tribunnews.com)

Tampilan pasar menggunakan Alumunium Composite Panel (ACP), memberikan kesan lebih modern. Peremajaan pun dilakukan pada sistem mekanikal dan elektrikal. Seperti Fire Hidrantplumbing air bersih dan kotor dan juga penggantian kabel-kabel lama yang sudah tidak layak lagi.

Perbaikan pun dilakukan pada fisik pasar yang terdiri atas bangunan 3 lantai. Semua lantai telah menggunakan keramik. Termasuk untuk kios dan los pasar. Pasar Kramat Jati ini memiliki 1800 tempat usaha yang terdiri dari 1.509 kios dan 291 Los. Dengan menempati lahan seluas 18.715 meter persegi, sedangkan bangunan dan sarana pendukung seluas 27.874 meter persegi.

Pasar Induk Kramat Jati tampil modern dan nyaman bagi warga yang berbelanja

Pasar Induk Kramat Jati tampil modern dan nyaman bagi warga yang berbelanja (via poskotanews.com)

Sebenarnya, peremajaan pasar ini meliputi berbagai aspek. Seperti penguatan pondasi connecting bridge, cor parkiran, penggantian plafon, pengecatan dan perbaikan saluran air. Selain perbaikan, juga dilakukan pembangunan toilet berstandar A, pembangunan masjid, pembangunan pos keamanan, dan perbaikan kantor pengelola (Kantor Pasar).

Pasar Kramat Jati ini digadang-gadang bisa bersaing dengan mal-mal modern. Apalagi, setiap pedagang kaki lima yang biasa membuat kumuh pasar, kini difasilitasi. Mereka bisa menempati lahan parkir saat pedagang di kios dan los telah menutup aktivitasnya. Peremajaan pasar ini dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 2018 lalu.

Berdasarkan informasi dari PD Pasar Jaya, revitalisasi dilakukan secara menyeluruh baik pasar dan juga lahan parkirnya. Pasar tradisional itu dibangun sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Pasar Induk Kramat Jati pun beroperasi selama 24 jam. Saat malam hari, ribuan pedagang kaki lima memadati pasar itu. Sehingga, Jalan Raya Bogor yang ada di depan pasar, sudah tidak ada lagi kaki lima karena semua terakomodir di dalam pasar. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.