BEOS Tersibuk dan Termegah di Masa Kolonial


Halo Jakartans! Stasiun Jakarta Kota tidak asing bagi warga yang tinggal di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Sejak masa kolonial Belanda, stasiun tersebut menjadi stasiun sentral bagi lalu lintas barang dan orang untuk jalur kereta api. Bahkan, pernah menjadi yang termegah di Asia Tenggara.

Sejarawan Alwi Shahab mengatakan, Stasiun Jakarta Kota merupakan satu dari dua stasiun kereta api tertua di Jakarta. Keberadaannya sejak awal menjadi bagian penting dari jaringan kereta api di Jakarta pada masa kolonial. Di awal berdiri, stasiun tersebut dikelola oleh operator swasta.

Sebelum seperti sekarang, stasiun Jakarta Kota melayani jalur Jakarta ke Bekasi. Jalur tersebut dilayani oleh operator swasta yang dikendalikan Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BEOS). Dari sinilah, dugaan kuat kemudian stasiun itu dikenal dengan nama Stasiun BEOS karena kebiasaan penyebutan oleh masyarakat kala itu.

Potret lawas penampakan Stasiun BEOS pada tahun 1972

Potret lawas penampakan Stasiun BEOS pada tahun 1972 (via pinterest.com)

Stasiun BEOS dibangun pada 1870 dan awalnya melayani jalur Jakarta – Bekasi. Sementara, jalur ke arah Bogor dilayani oleh Stasiun Batavia dengan operator swasta Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Stasiun Batavia yang dibangun pada 1869 itu letaknya di belakang gedung Bank BNI 46 Kota Tua Jakarta sekarang; sisa-sisa potongan rel masih terlihat.

Lokasi kedua stasiun yang berdekatan dengan dua jalur berbeda ternyata dinilai tidak efektif. Kemudian, saat ada kesempatan bergabungnya dua pengelolaan jalur tersebut di bawah operator milik Pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS), rencana pembangunan stasiun yang lebih luas dan baru langsung dicetuskan.

Akhirnya, pada 1926 mulailah pembangunan Stasiun BEOS baru yang selesai dibangun pada 1929. Selama proses pembangunan, jalur yang melayani ke Bogor dialihkan ke Stasiun Batavia. Setelah itu, jalur kembali ke BEOS dan sekaligus memindahkan jalur ke Bekasi di BEOS. Dengan demikian, stasiun Batavia dinyatakan tidak dipakai lagi sejak 1929.

Sebelum berwujud menjadi stasiun megah seperti sekarang, BEOS dulunya adalah stasiun kecil dan kemudian disulap oleh arsitek Belanda keturunan Tulungagung, Jawa Timur, Frans Johan Louwrens Ghijsels. Dalam mengubah BEOS, Frans mengadopsi desain art deco yang di masa tersebut sangat populer dan biasa digunakan di Eropa.

Selain mengadopsi gaya art deco yang di masa tersebut banyak digunakan pada bangunan-bangunan di sejumlah kota besar seperti Bandung dan Surabaya. Bangunan Stasiun BEOS juga memadukan desain lokal atau dalam istilah masa kolonial saat itu disebut Het Indische Bouwen. Perpaduan desain modern dan tradisional membuat Stasiun BEOS lama menjadi anggun, gagah, dan sangat elegan.

Stasiun BEOS atau Jakarta Kota merupakan stasiun penting bagi mobilitas warga Ibukota

Stasiun BEOS atau Jakarta Kota merupakan stasiun penting bagi mobilitas warga Ibukota (via siar.com)

Pada 1993 Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan Stasiun BEOS sebagai Cagar Budaya karena keunikan desainnya. Pemprov DKI menetapkannya melalui Keputusan Gubernur Nomor 475 Tahun 1993. Di masa kini Stasiun BEOS atau Jakarta Kota menjadi stasiun penting dan utama di jaringan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek. Sejak 2015, stasiun tersebut hanya tinggal melayani rute KRL Commuter Line menuju ke daerah-daerah di Jakarta dan sekitarnya seperti Tanjung Priok, Depok, Bogor, dan Bekasi.

Sementara, kereta api jarak jauh yang dulunya memiliki tujuan akhir ke Stasiun Jakarta Kota dialihkan menuju ke Stasiun Pasar Senen. Hingga saat ini masih ada rute antar kota yang masih tersisa, yaitu KA Lokal Purwakarta dengan tujuan akhir Stasiun Purwakarta, dan KA Lokal Cikampek menuju ke Stasiun Cikampek, Jawa Barat. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.