Berikut Ini 8 Tarian Khas Betawi yang Belum Banyak Orang Tahu


Halo Jakartans! Jakarta sebagai ibu kota Indonesia memang penuh dengan hingar bingar modernitas teknologi yang semakin maju. Akan tetapi dibalik itu, Jakarta juga memiliki kebudayaan tradisional seperti adat istiadat, pakaian, makanan, bahkan tari-tarian yang unik. Betawi yang merupakan salah satu suku ‘pribumi’ yang ada di DKI Jakarta ini sudah dikenal memiliki kebudayaan yang sangat kental akan kekhasannya.

Walaupun sebenarnya Betawi bukan suku asli DKI Jakarta tetapi kebudayaan dan adat istiadat yang dimiliki oleh suku Betawi lebih sering dijadikan sebagai ikon Jakarta. Jika membicarakan kebudayaan Betawi mungkin yang paling diingat pertama kali adalah ondel-ondel, soto Betawi, bahkan bahasa Betawi.

Akan tetapi tahukah Anda bahwa etnis Betawi yang sekarang dominan bermukim di daerah pesisir Jakarta ini juga memiliki tari tradisional yang sampai saat ini masih dilestarikan.

8 Tari Tradisional Suku Betawi yang Sampai Saat Ini Masih Eksis

1. Tari Renggong Manis

Tarian Renggong Manis

Tarian Renggong Manis (via blogspot.com)

Tari ini biasanya dimainkan pada acara-acara resmi. Tari yang merupakan perpaduan antar budaya ini sering dimainkan di pembukaan suatu acara yang merepresentasikan tuan rumah menyambut tamunya. Tarian ini juga mengungkapkan rasa kebahagiaan dan kebersamaan.

Tari Renggong Manis ini merupakan tari tradisional yang mendapat pengaruh budaya dari luar. Hal itu tidak mengherankan mengingat provinsi Jakarta dahulunya terdapat pelabuhan Sunda Kelapa yang digunakan pelabuhan niaga utama, sebagai salah satu tempat kegiatan keluar masuk kapal-kapal dari seluruh dunia sehingga kebudayaan luar juga sedikit banyak turut terbawa masuk.

Kebudayaan yang mempengaruhi Tari Renggong Manis adalah budaya Arab, India, China Klasik dan budaya Betawi itu sendiri. Kebudayaan tersebut tercermin pada busana dan aksesoris Tari Renggong Manis. Tarian ini biasanya dibawakan oleh para gadis remaja.

2. Tari Sirih Kuning

Tarian Sirih Kuning

Tarian Sirih Kuning (via blogspot.com)

Berbeda dengan Tari Renggong Manis yang hanya dibawakan oleh remaja putri, tari ini dimainkan secara berpasangan. Tarian yang merupakan pengembangan dari tari cokek ini biasanya dimainkan untuk menyambut atau memeriahkan suatu acara. Diiringi dengan musik khas Betawi yang disebut Gambang Kromong, Tari Sirih Kuning ini sering juga dijadikan sebagai pengiring acara pengantin khas Betawi.

Saat memasuki proses penyerahan ‘sirih dare’ dari mempelai pria ke mempelai wanita, saat itulah Tari Sirih Kuning ini ikut mengiringi. Tari ini juga biasanya juga di mainkan untuk acara-acara lainnya seperti khitanan bahkan hari kelulusan siswa sekolah.

3. Tari Cokek

Tarian Cokek

Tarian Cokek (via indonesiakaya.com)

Tari tradisional khas Betawi berikutnya adalah Tari Cokek. Tarian ini juga menggabungkan antara kebudayaan China dan Betawi. Hal itu tergambar dari pakaian yang mirip pakaian China serta gerakannya. Sama seperti Tari Sirih Kuning iringan musik yang digunakan adalah Gambang Kromong.

Pakaian atau kebaya yang dipakai penari Tari Cokek disebut dengan kebaya cokek. Ada beberapa ‘ritual’ unik yang sering dilakukan oleh penari Cokek ini yaitu penari biasanya menaikkan selendang di tengah tarian dan dibelitkan ke penonton. Penonton yang di belit selendang tersebut dilarang untuk menolak dan wajib ikut menari bersama si penari.

Tari Cokek di bawa oleh seorang saudagar dari Tiongkok bernama Tan Sio Kek pada abad ke-19 di daerah Teluknaga, Tangerang. Dahulu Tari Cokek hanya dibawakan oleh tiga penari saja dan semuanya perempuan. Akan tetapi sekarang ini Tari Cokek sering dibawakan oleh lima penari perempuan dengan beberapa orang laki-laki sebagai pengiring musik Gambang Kromong yang juga ikut menari.

4. Tari Zapin Betawi

Tarian Zapin

Tarian Zapin (via kamerabudaya.com)

Tari Zapin Betawi atau juga bisa disebut Tari Japin merupakan tarian campuran dari tarian Melayu yang dipengaruhi budaya Arab. Tari Zapin diambil dari bahasa arab ‘zafana’ yang memiliki arti menari dan berjoget. Hal ini tercermin dari penari yang sering menggunakan kerudung saat menari. Tarian ini digemari banyak orang karena bersifat edukatif.

Sejarah dari Tari Zapin ini pada awalnya merupakan tarian tradisional adat Melayu, namun sekitar abad ke-16 tarian ini dibawa oleh pedagang Arab yang sedang menyebar dakwah di tengah musik pengiring. Pada dasarnya tarian ini tidak memiliki aturan khusus dalam koreografi maupun kostum yang dipilih. Bahkan penonton bebas tampil di area penari. Tari Zapin di bagi menjadi Zapin Laila Sembah dan Zapin Tar.

5. Tari Yapong

Tarian Yapong

Tarian Yapong (via indonesiakaya.com)

Tari Yapong pada saat ini sering dipentaskan di berbagai acara besar Kota Jakarta. Tari Yapong merupakan tari kontemporer yang diperkenalkan pada tahun 1977 pada saat ulang tahun kota Jakarta yang ke-450. Pada acara tersebut, tema yang dipakai adalah mengenai perjuangan Pangeran Jayakarta.

Sebagai penyelenggara acara, Bagong Kussudiarjo melakukan survei terlebih dahulu pada warga Betawi. Hasil dari pengamatan terhadap kebudayaan Betawi tersebut kemudian diubah menjadi sebuah sendratari yang dipentaskan di Balai Sidang Senyan.

Di dalam salah satu adegan sendratari tersebutlah Tari Yapong diambil. Nama Tari Yapong diambil dari lirik lagu pengiring tersebut yang berbunyi ‘Ya..ya..’ dan suara alat musik pengering tari tersebut yang seperti berbunyi ‘pong.. pong..’. Karena terlihat menarik tari tersebut kemudian dijadikan tarian lepas. Para penari digambarkan dengan riang gembira sebagai upaya menyambut pangeran Jayakarta.

6. Tari Topeng Betawi dan Tari Topeng Blantek

Tarian Topeng Betawi

Tarian Topeng Betawi (via blogspot.com)

Tari ini mungkin sudah familiar di telinga masyarakat Indonesia, khususnya Betawi. Sesuai namanya, penari menggunakan topeng yang menjadi ciri khasnya. Berbeda dari tari lainnya, Tari Topeng Betawi merupakan tari yang bersifat teatrikal yaitu perpaduan dari musik, nyanyian, dan tentu saja seni tari.

Pertama-tama, tarian Topeng Betawi di awali dengan musik yang mengiringi. Kemudian, penari keluar dengan menggunakan topeng. Karena bersifat teatrikal, tari ini memiliki tema-tema tertentu seperti kritik sosial, kehidupan masyarakat, legenda di masa lalu dan lain-lain.

Tarian yang dilaksanakan tergantung dari tema apa yang dibawakan. Tarian yang sudah diakui oleh mancanegara ini biasanya dimainkan saat ada upacara adat dan saat khitanan.

Betawi memiliki khasanah kesenian yang cukup beraneka ragam, salah satunya Topeng Blantek. Pernah melihat pertunjukkannya? Jika belum pernah, maklum! Topeng Blantek memang kian jarang dipentaskan, karena itu tidak heran jika banyak orang di Jakarta ini yang tidak tahu Topeng Blantek.

Memang, kesenian ini kurang populer dibandingkan Lenong. Kesenian Betawi Topeng Blantek merupakan pertunjukan teater yang memadukan seni bertutur yang diiringi alat musik, diantaranya rebana. Sama halnya dengan Lenong, Topeng Blantek juga membawakan beragam kisah, seperti kisah tokoh Betawi Si Pitung. Pertunjukan ini memiliki tokoh bernama Jantuk yang mengenakan topeng. Tokoh Jantuk ini yang berperan sebagai penutur cerita. Dan Jantuk pula yang memberi kesimpulan terhadap cerita yang digelar. Kesenian Betawi Topeng Blantek mulai tumbuh sejak abad 19. Pertunjukkan Topeng Blantek ini selalu menyampaikan pesan bagi penontonnya agar selalu bermusyawarah ketika menemukan persoalan.

7. Tari Lenggang Nyai

Tarian Lenggang Nyai

Tarian Lenggang Nyai (via merahputih.com)

Seperti tari-tari sebelumnya, tarian ini menggunakan musik Gambang Kromong. Pakaian yang digunakan berwarna merah menyala dengan hiasan kepala memiliki nuansa China karena memang perpaduan dari kebudayaan China dan Betawi. Tarian ini dinamakan Lenggang Nyai karena memiliki cerita legenda.

Diceritakan seorang gadis asal Jakarta bernama Nyai Dasimah sedang kebingungan memilih pasangan hidup antara laki-laki asal Belanda dan Indonesia. Ia pun akhirnya memutuskan untuk memilih laki-laki dari keturunan Belanda.
Namun sepanjang pernikahannya, Nyai Dasimah berontak karena aturan-aturan yang dibuat oleh suaminya. Hal itu membuatnya merasa hak perempuan diambil. Kisah tersebut kemudian menginspirasi seorang seniman bernama Wiwiek Widiastuti sehingga membuat tarian bernama Tari Lenggang Nyai.

8. Tari Pencak Silat

Tarian Pencak Silat

Tarian Pencak Silat (via goodnewsfromindonesia.id)

Siapa yang tidak tahu dengan seni bela diri ini. Pencak silat memang sudah dikenal sebagai seni bela diri khas Jakarta. Akan tetapi tahukah kamu ada tarian pencak silat? Di Betawi, aliran silat di bagi menjadi dua yaitu Silat Beksi dan Silat Sabeni. Pada Tari Pencak Silat, aliran yang dipakai adalah Silat Beksi.

Sesuai dengan namanya, tari ini diadaptasi dari seni bela diri olahraga pencak silat sehingga gerakan dan kostumnya mirip dengan pencak silat. Tari ini dahulunya digunakan untuk mengelabui Belanda karena di masa lalu, segala jenis bela diri sangat dilarang.

Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.