Berwisata Sambil Lestarikan Alam


Taman Wisata Alam Mangrove Muara Angke

Taman Wisata Alam Mangrove Muara Angke (via okezone.com)

Halo Jakartans! Taman Wisata Alam Angke, selain menjadi titik tujuan  wisata, juga menjadi kawasan percontohan kegiatan rehabilitasi hutan mangrove di tanah air.

Terletak di wilayah Kotamadya Jakarta Utara, Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk adalah salah satu kawasan konservasi alam yang berekosistem mangrove. Areal seluas 99,82 Ha ini memiliki vegetasi utama berupa pepohonan mangrove atau yang sering disebut pepohonan bakau.

Keberadaan pepohonan ini hampir menghilang dan kondisinya semakin parah pada era reformasi dimana pada saat itu hukum di Republik Indonesia tidak bisa menyentuh masyarakat dengan alasan ekonomi.

Saat itu terjadi perambahan hutan mangrove dan perubahan fungsi kawasan secara ilegal. Banyaknya perubahan fungsi lahan di pantai utara Jakarta yang sangat mengkhawatirkan saat ini membuat kawasan ini menjadi satu-satunya areal hijau yang masih dapat dikembangkan untuk kepentingan peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan hutan wisata yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan rehabilitasi hutan mangrove dan kegiatan pariwisata alam. Pada tahun 2006 silam, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia memberikan ijin pemanfaatan wisata alam kawasan ini kepada PT Murindra Karya Lestari. Kala itu, pihak swasta ini bekerja sama dengan masyarakat Jakarta Peduli Mangrove (JakMangrove) berupaya merehabilitasi kawasan ini serta mengembalikan fungsi dan manfaatnya semula baik dari segi ekologis maupun ekonomis. Tapi pada masa ini, pengelolaannya langsung dipegang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sampai saat ini kawasan telah direhabilitasi dan ditanami kembali oleh berbagai pepohonan mangrove. Kesuksesan rehabilitasi mangrove ini tidak hanya memerlukan kerja sama yang baik dari pihak pemerintah dan pihak swasta, namun juga ditentukan oleh ada/tidaknya peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

Taman Wisata Alam Muara Angke memiliki luas hampir seratus hektare. Di dalamnya terdapat ribuan tanaman mangrove yang berfungsi menghalau air laut pasang atau rob, termasuk abrasi laut. Terdapat pula berbagai hewan seperti komodo yang dijadikan penghuni taman wisata alam ini.

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.