Betawi Store, Oleh-oleh Khas Jakarta


Obati Kerinduan Akan Cinderamata Khas Betawi

Halo Jakartans! Betawi Store diharapkan dapat mengenalkan, menyediakan, serta memasarkan kepada publik berbagai hal tentang budaya Betawi, mulai dari suvenir, ornamen, busana bahkan kuliner.

Suasana Lenggang Jakarta sore itu terlihat cukup ramai. Tidak hanya dikunjungi oleh warga Jakarta, wisatawan lokal dan mancanegara bergantian datang ke obyek wisata di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat itu. Sebagian pelancong memilih berwisata belanja atau menikmati sajian kuliner berbagai rasa. Namun, tidak sedikit yang tertarik dengan outlet suvenir Betawi, Betawi Store, untuk menikmati kekhasan pesona pusat oleh-oleh khas Jakarta.

Para petugas terlihat antusias menyambut pengunjung yang datang. Dengan ramah mereka akan memberi penjelasan setiap detail barang yang dijajakan di dalam gerai. Selain pernak-pernik berukuran kecil, gerai tersebut juga menjual berbagai penganan khas Jakarta seperti dodol, kue satu, kue semprong, bir pletok, hingga patung ondel-ondel dan pakaian khas Betawi. Di lokasi ini terdapat ornamen khas Betawi seperti Gigi Balang dan lainnya yang tidak ditemukan di tempat lain. Sebagian besar item yang dijual di Betawi Store di dapat dari enam usaha kecil menengah (UKM). Sebagian lainnya diproduksi langsung oleh pemilik gerai. Misalnya pakaian dan patung ondel-ondel.

Lapak penjual kerak telor di depan Betawi Store

Lapak penjual kerak telor di depan Betawi Store (via nowjakarta.co.id)

Berdiri di atas bangunan seluas 96 meter persegi, Betawi Store menjadi magnet baru bagi pariwisata DKI Jakarta, khususnya di kawasan wisata Monas. Gerai tersebut seolah mengobati kerinduan warga Jakarta akan barang-barang khas Betawi yang semakin sulit di dapatkan.

Maka, tidak heran jika dalam kesehariannya Betawi Store mampu meraup untung yang terbilang cukup lumayan, apalagi saat liburan akhir pekan. Di momen itu lah wisatawan akan memborong pernak-pernik dan penganan khas Betawi yang dijual. Menurut para pedagang yang berjualan, kalau Sabtu – Minggu omset sehari dapat mencapai Rp 2 juta. Sementara hari biasa hanya ratusan ribu (rupiah) saja.

Antusiasme yang tinggi dari pengunjung Betawi Store, tidak lepas dari kemudahan akses dan transportasi yang telah disediakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menuju ke Monas. Selain itu, pengunjung juga sudah mendapat kemudahan fasilitas di dalam kawasan Lenggang Jakarta. Ada pusat kuliner, belanja, dan fasilitas tempat ibadah. Karena itu semakin banyak yang datang ke sini.

Betawi Store menyediakan berbagai bentuk oleh-oleh dalam bentuk aksesoris maupun makanan yang sangat lengkap dan dipasarkan dengan harga terjangkau

Betawi Store menyediakan berbagai bentuk oleh-oleh dalam bentuk aksesoris maupun makanan yang sangat lengkap dan dipasarkan dengan harga terjangkau (via thejakartapost.com)

 

Tersedia berbagai ornamen asli budaya Betawi

Tersedia berbagai ornamen asli budaya Betawi (via nowjakarta.co.id)

Agar pelayanan kepada pengunjung semakin membaik dan memuaskan, tersiar kabar dari pemilik Betawi Store bahwa akan dilakukan penataan ulang gerai secara besar-besaran. Perombakan tersebut, mencakup juga pemilihan item produk yang akan di pajang di dalam gerai. Jadi akan ada produk yang ditarik dari gerai dan ada juga yang akan ditambah. Yang pasti, jumlah item-nya akan jauh lebih banyak. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Mengenal Betawi Store

  1. Diresmikan pada 23 Maret 2017 oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soemarsono.
  2. Bertujuan mengenalkan, menyediakan sekaligus memasarkan kepada publik berbagai hal terkait budaya Betawi.
  3. Outlet suvenir Betawi dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Unit Pengelola Kawasan Monas.
  4. Merupakan salah satu komponen untuk pelestarian budaya Betawi melalui intervensi ekonomi.
  5. Diwujudkan lewat antara Pemerintah Daerah, Pegiat usaha, dan Masyarakat.
  6. Implementasinya sesuai dengan pelaksanaan pelestarian budaya Betawi di Perda Nomor 4 Tahun 2015, Pergub Nomor 229 Tahun 2016, dan Pergub Nomor 15 Tahun 2017.
Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.