Bir Pletok, “Anggur” ala Betawi Berbahan Rempah


Minuman Tradisional Asli Betawi

Halo Jakartans! Alih-alih memabukkan, bir pletok yang terinspirasi dari wine atau anggur merah justru sangat menyehatkan. Sebagai warisan kekayaan kuliner Betawi, bir pletok kini telah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta sebagai satu dari delapan ikon Betawi lewat Peraturan Gubernur (Pergub) No. 11 Tahun 2017.

Bir pletok bisa disajikan dingin ataupun hangat. Keberadaannya sudah lebih dari satu abad. Muncul sebagai bagian dari semangat “perlawanan” masyarakat Betawi terhadap Belanda. Terutama tradisi konsumsi wine yang dianggap memabukkan. Ini karena sejak dahulu masyarakat Betawi sangat dekat dengan agama Islam.

Secara turun-temurun, minuman tradisional tersebut mewaris sebagai bagian dari kuliner masyarakat Betawi. Popularitasnya sebagai minuman khas terus dikembangkan. Sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kecil (UMKM) juga mulai mengemasnya sebagai oleh-oleh khas Betawi.

Kehadiran bir pletok menurut budayawan Betawi Yahya Andi Saputra memang tidak bisa dipisahkan dari kreativitas masyarakat Betawi yang gemar meramu berbagai rempah. Mulai dari jahe, serai, kayu manis, hingga gula merah. Jika bangsa Eropa membuat bir yang memabukkan, masyarakat Betawi bisa membuat minuman serupa. Tapi, justru menyehatkan. Sejak awal masyarakat Betawi memang menentang kedatangan bangsa Belanda. Termasuk budaya mengonsumsi minuman keras yang dibawa para pendatang Eropa.

Bir pletok, minuman dengan aroma rempah yang kuat dan menyehatkan

Bir pletok, minuman dengan aroma rempah yang kuat dan menyehatkan (via birplesy.blogspot.com)

Bir pletok adalah upaya tandingan, perlawanan terhadap pengaruh dominasi budaya asing, dalam hal ini yaitu minuman keras tersebut. Sejarawan J.J. Rizal melihat bir pletok lahir sebagai bentuk proses imitasi yang dilakukan masyarakat Betawi terhadap wine ala Belanda. Saat itu, wine menjadi salah satu simbol kemewahan sebuah pesta yang digelar bangsa Belanda di tanah jajahan. Wine-wine ini didatangkan dari Eropa dan menjadi jamuan penting saat pesta.

Masyarakat Betawi tidak ingin ketinggalan. Namun dengan karakter Islam yang kental, tidak mungkin mereka mengonsumsi wine. Itulah awal bir pletok diracik. Secara fisik, bir pletok memang serupa wine lewat warna merahnya. Warna merah di dapat dari penggunaan kayu secang. Adapun “pletok” sendiri memiliki berbagai versi penamaan. Ada yang mengaitkannya dengan proses pembuatan bir pletok itu sendiri. Ada pula yang menyamakan suara khas botol wine saat dibuka yang berbunyi “pletok”.

Soal rasa, bir pletok sangat segar sebagai minuman dingin. Namun juga nikmat sebagai minuman hangat. Campuran dari banyak rempah seperti kayu manis, gula, sereh, cengkeh, kapulaga, bunga pala, serta daun pandan memberi sensasi rasa khas dan hangat di tenggorokan. Bir pletok menyehatkan dan menyegarkan ini telah dijadikan menu wajib saat acara seremonial, jamuan makan serta atraksi seni dan budaya. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Khasiat Bir Pletok

  1. Dapat meredakan nyeri lambung.
  2. Menghangatkan tubuh saat sedang masuk angin.
  3. Meningkatkan nafsu makan.
  4. Melancarkan peredaran darah.

Kandungan Bir Pletok

  • Sebotol atau segelas bir pletok mengandung sejumlah senyawa antioksidan yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Berasal dari secang (antosianin), jahe (gingerol, shogaol, dan zingerone), dan rempah-rempah lainnya yang memiliki sifat antioksidatif, antiinflamasi, anagesik, dan anti-karsinogenik.
  • Bir pletok terbuat dari berbagai rempah, seperti jahe dan serai, serta campuran daun pandan yang membuatnya wangi. Jika ingin warnanya lebih merah, saat merebus bir pletok tinggal tambahkan kayu secang.
  • Tampilannya terlihat seperti campuran bir dan anggur.
  • Rasanya tidak asam atau pahit, justru manis.
  • Tidak memabukkan karena terbuat dari berbagai ragam rempah.
  • Saat ini, bir pletok telah menjadi minuman khas Betawi yang biasa disuguhkan saat pesta-pesta seperti pernikahan atau khitanan.
Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.