Bubur Ase Betawi Sulit Dicari, Sekali Coba Pasti Kembali


Halo Jakartans! Kelezatan bubur yang satu ini merupakan hasil perpaduan antara asinan sayur yang segar, manis legit semur, serta bubur beras yang kenyal namun lembut. Ditambah kerupuk dan emping serta taburan kacang dan bawang goreng, membuat bubur ase menjadi warisan kuliner Betawi yang unik, lezat, dan sangat kaya rasa.

Dari komposisinya, bubur ase bahkan tidak masalah dinikmati dingin. Ini beda dengan bubur-bubur lain yang biasa disantap dalam kondisi hangat. Sayangnya, cukup sulit menemukan bubur ase. Tidak seperti kuliner Betawi lain, seperti kerak telur, dodol, atau kue rangi yang sudah familiar dan mudah dijumpai, bubur ase terbilang langka. Jumlah pedagangnya mungkin tak sampai bilangan jari.

Ase sendiri merupakan singkatan dari asinan-semur. Dalam penyajiannya, bubur ase memang menggunakan kedua item kuliner tersebut. Asinan dan semur dalam sajian bubur ase ini juga menjadi pembeda utama sekaligus keunikan dari bubur khas Betawi ini.

Kios bubur ase bang Lopi di Tanah Abang

Kios bubur ase bang Lopi di Tanah Abang (via bubur-ase-bang-lopi.business.site)

“Dulu bubur ase biasa dimakan saat sarapan oleh warga Betawi,” kata bang Lopi, salah satu pedagang bubur ase yang masih tersisa di kawasan Tanah Abang. Lebih dari 13 tahun ia menyajikan bubur ase. “Semakin hari semakin sedikit penjualnya,” katanya.

Seporsi bubur ase memang menjadi menu sarapan yang cukup komplit. Selain bubur beras yang padat, penyajian bubur ase juga di lengkapi asinan sayur yang segar dan semur. Bisa semur tahu, telur, kentang, atau daging. Kuah bubur berwarna cokelat berasal dari siraman kuah semur yang terasa manis dan legit ketika bertemu bubur nasi yang lembut.

Lopi sendiri merupakan generasi ketiga di keluarganya yang memilih berdagang bubur ase. Melestarikan kuliner Betawi yang bisa dibilang hampir punah, menjadi salah satu motivasi lain bagi bang Lopi untuk tetap menekuni bubur ase.

Bubur ase khas Betawi dari bang Lopi

Bubur ase khas Betawi dari bang Lopi (via food.detik.com)

Soal resep, Lopi mewarisinya secara turun-temurun dari orang tuanya. Kedua orang tua Lopi memang dikenal sebagai pedagang aneka penganan Betawi. Lopi pun menjamin, resep bubur ase miliknya adalah resep asli Betawi. Hanya saja, beberapa topping dalam bubur ase seperti lokcoi, lobak maupun irisan wortel kini dikurangi. “Lebih karena kepraktisan saja. Tapi kuncinya kan ada di racikan semurnya dan cara membuat bubur nasinya,” tambah Lopi.

Sepi Pelestari

Seporsi bubur ase juga dilengkapi dengan kacang tanah goreng serta bubuk dan bawang goreng. Sambalnya berupa sambal hoah, yakni sambal dari cabai rawit mentah yang ditumbuk halus bersama garam dan disiram dengan air hangat. Pedas dan segar di mulut. Hal inilah yang lekat di lidah para penikmatnya. Penikmat bubur ase diakui Lopi cukup tinggi. Saat akhir pekan, pelanggan bubur ase Lopi, tidak hanya dari kawasan sekitar Kebon Kacang dan Tanah Abang, tetapi dari daerah-daerah lain seperti Bekasi, Ciledug, Tangerang, hingga Kemayoran. “Orang Betawi dulu yang kangen bubur ase pasti datang kemari,” ujar Lopi yang membuka dagangannya di sebuah kios di pasar Gandaria, Tanah Abang, Jakarta Pusat ini.

Rupanya bubur ase tidak hanya cocok untuk warga Betawi. Menurut Lopi, siapa saja yang pernah mencicipi bubur ase akan ketagihan. Mereka akan datang lagi di lain hari. Bahkan terkadang warga Betawi sendiri sudah tidak tahu lagi akan keberadaan bubur ase ini. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Resep Bubur Ase

Bubur

  • 1/2 liter Beras.
  • 1 liter Air.

Semur Tahu / Telur / Kentang

  • 6 siung Bawang Merah.
  • 4 siung Bawang Putih.
  • 1 sendok teh Garam.
  • 1/2 sendok teh Ketumbar.
  • 1/2 sendok teh Lada.
  • Jinten secukupnya.
  • 4 butir Kemiri.
  • 2 cm Kayu Manis.
  • 4 buah Cengkeh.
  • 50 ml Kecap.
  • Tahu / Telur / Kentang.
  • 1 sendok makan Gula Pasir.
  • 1 sendok makan Gula Merah sisir.

Acar

  • Timun secukupnya.
  • Sawi asin secukupnya.
  • 1/3 sendok teh Garam.
  • 1/3 sendok teh Gula.
  • 5 sendok makan Air.
  • 1/2 sentok teh Cuka.
Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.