Bus untuk Difabel Hingga Musik di Halte TransJakarta



Inovasi PT TransJakarta

Halo Jakartans! Bus Rapid Transit (BRT) yang dioperasikan oleh PT. Transportasi Jakarta (TransJakarta) sejak 2004 kini semakin fokus untuk mengoptimalkan pelayanan ke pelanggan. Caranya, dengan melakukan berbagai inovasi layanan.

Tak jarang inovasi itu mengejutkan dan mengundang decak kagum. Mulai dari Transjakarta Cares, bus vintage series, bus amari (Angkutan Malam Hari), Transjakarta Symphony, hingga angkutan perintis. Harapannya, sistem BRT pertama di Asia Tenggara dan Selatan tersebut semakin diminati oleh pelanggan.

Armada Transjakarta Cares yang siap sedia melayani penyandang difabel

Armada Transjakarta Cares yang siap sedia melayani penyandang difabel (via kricom.id)

Program Transjakarta Cares misalnya, diharapkan dapat memberikan kesetaraan pelayanan di bidang transportasi. Layanan tersebut telah beroperasi sejak 19 Oktober 2016 silam untuk penyandang disabilitas. Transjakarta berusaha melayani semua permintaan. Saat ini Transjakarta Cares memiliki 6 unit, melayani hingga 40 orang setiap hari. Layanan ini telah terbukti mendapatkan apresiasi dari masyarakat luas.

Berdasarkan informasi dari Direktur Utama PT. TransJakarta Budi Kaliwono, sumbangan sebanyak 20 unit armada Transjakarta Cares membuktikan bahwa aspek keseteraan ditunjukkan pula ke semua elemen masyarakat. Penambahan ini akan membantu Transjakarta dalam meningkatkan pelayanan kepada penyandang disabilitas, karena difabel juga merupakan warga Jakarta.

Petugas Transjakarta Cares sedang membantu penyandang disabilitas menaiki armada penjemput

Petugas Transjakarta Cares sedang membantu penyandang disabilitas menaiki armada penjemput (via tirto.id)

Transjakarta Cares beroperasi sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Setiap penyandang disabilitas yang akan memesan mobil Transjakarta Cares bisa menghubungi call center 1500102 atau dengan mengirimkan pesan singkat (SMS) ke 081111545001.

Penjemputan dilakukan di lokasi awal pelanggan untuk di antar ke halte Transjakarta yang ramah difabel terdekat. Setelah itu, penyandang disabilitas dapat meneruskan perjalanan menggunakan bus Transjakarta sampai halte ramah difabel terdekat dengan tujuan. Kemudian, armada Transjakarta Cares akan menggantar pengguna layanan sampai ke tujuan.

Dari kajian studi kelayakan, DKI Jakarta sebenarnya membutuhkan sekurangnya 40 armada Transjakarta Cares untuk melayani pelanggan disabilitas. Sehingga, masih kurang 14 armada untuk memenuhi target tersebut. Dari enam unit armada Transjakarta Cares, baru bisa melayani 40 penumpang per hari. Kini sudah tercatat ada 500 pelanggan yang telah menikmati pelayanan Transjakarta Cares selama empat bulan awal beroperasi.

Pengingat Tempo Doeloe

Selain Transjakarta Cares, PT TransJakarta juga telah meluncurkan 10 unit bus Transjakarta vintage series. Total ada 12 unit bus bernuansa jaman dulu (jadul) yang mengaspal di Jakarta. Temanya nostalgia jaman dulu. dari era 60-an hingga 90-an. Telah dioperasikan di Koridor 1 (Blok M – Kota), Koridor 6 (Dukuh Atas – Ragunan), dan Koridor 8 (Harmoni – Lebak Bulus). Pemilihan tiga koridor tersebut dikarenakan statistik jumlah penumpang yang paling padat.

Peningkatan pelayanan ke masyarakat dilakukan secara kreatif oleh PT Transjakarta. Mulai dukungan ke penyandang difabel juga gimmick seperti bus vintage

Peningkatan pelayanan ke masyarakat dilakukan secara kreatif oleh PT Transjakarta. Mulai dukungan ke penyandang difabel juga gimmick seperti bus vintage (via mobiloka.com)

 

Bagian interior dari bus Transjakarta yang sangat rapi, bersih, dan nyaman diharapkan dapat menarik masyarakat untuk beralih ke angkutan umum

Bagian interior dari bus Transjakarta yang sangat rapi, bersih, dan nyaman diharapkan dapat menarik masyarakat untuk beralih ke angkutan umum (via kaorinusantara.or.id)

Bus Transjakarta vintage series mampu memuat 70 orang penumpang dengan ruang kursi yang cukup luas dan dirancang lebih empuk. Untuk mengadakan layanan ini, PT. TransJakarta telah menganggarkan senilai Rp 1,8 miliar. Ini adalah salah satu upaya untuk mengenang peran PPD (Pengangkut Penumpang Djakarta) ketika mereka masih bisa melayani penduduk Jakarta. Bedanya, warna interior baru, mobilnya baru, mesin baru, dan bodinya pun baru. Menggunakan sistem air suspension, bus ini sudah tercanggih. Bahkan, inilah bus lokal pertama dengan transmisi otomatis.

Dua pemain biola beraksi di Halte Harmoni untuk menghibur para penumpang Transjakarta

Dua pemain biola beraksi di Halte Harmoni untuk menghibur para penumpang Transjakarta

Terakhir, salah satu inovasi terbaru yang diluncurkan demi memanjakan penumpang adalah dengan pertunjukan musik di 10 halte. Yang diberi nama Transjakarta Symphony. Setiap pelanggan yang melewati Halte Harmoni Central Busway, misalnya, disuguhi alunan musik live. Seperti pernah tampil grup Chic’s Music, penyanyi muda Meyska Indah, Kevin Olivier, Siti Manzila, Qyra Borneo, Bobby Djunaidi, serta Karel Adwardoyo yang turut menghibur pelanggan. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.