Cintai Kereta Ala KRL Mania


Halo Jakartans! Kereta Rel Listrik (KRL) bagi sebagian masyarakat Jakarta-Depok-Bogor-Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) menjadi andalan alat angkut massal. Karena hampir setiap hari bertemu di KRL, akhirnya mereka membentuk komunitas.

Dari tahun ke tahun pengguna KRL pun terus meningkat. Bahkan, diantara penggunanya sudah terjalin seperti satu keluarga. Tidak heran diantara mereka ada yang membentuk satu komunitas walaupun masih sebatas dalam dunia maya. Itulah komunitas KRL Mania.

Pembentukan KRL Mania sendiri berawal dari milis krl-mania di Yahoo Groups yang dibentuk Agus A. Imansyah dan Nurcahyo di tahun 2003. Dalam milis itu, para pengguna KRL Jabodetabek bisa berbagi informasi mengenai KRL Jabodetabek. Untuk kelancaran berkomunikasi mereka pun membuat account di twitter dan facebook.

Mengingat KRL Mania sebagai komunitas dunia maya, maka dalam komunitas itu mereka bukanlah suatu organisasi. Dalam pengertian, ada struktur ketua dan sebagainya. Karena yang ada di KRL Mania adalah moderator dan admin.

Anggotanya hingga saat artikel ini tayang, di Twitter @krlmania telah diikuti 86 ribu lebih followers dan facebook Solidaritas Jabodetabek untuk KRL telah mencapai 23 ribu orang lebih.

Menurut Agam Fatchurrochman, Humas KRL Mania, visi misi pembentukan KRL Mania untuk menjembatani antara konsumen KRL Jabodetabek dengan pemerintah dan operator sehingga pelayanan KRL dapat lebih baik lagi.

Komunitas pecinta KRL Jabodetabek sering mengadakan pertemuan dengan manajemen PT KAI Commuter Jabodetabek

Komunitas pecinta KRL Jabodetabek sering mengadakan pertemuan dengan manajemen PT KAI Commuter Jabodetabek (via kompasiana.com)

Untuk menciptakan pelayanan lebih baik, anggota KRL Mania telah melakukan berbagai upaya mulai dari kampanye agar menggunakan KRL yang lebih baik, memasang stiker tempat duduk prioritas bagi yang membutuhkan.

Mereka juga kerap melakukan diskusi dan dialog dengan regulator dan operator, serta bakti sosial. Bahkan, ketika PT KAI akan menaikan tarif KRL AC sebesar 90 persen, KRL Mania menolaknya mengingat pelayanan yang diberikan saat ini belum memenuhi standar.

Agar pelayanan KRL bisa berfungsi dengan baik, KRL Mania juga mengirimkan surat ke Istana Negara. Dalam suratnya KRL Mania meminta agar Presiden RI naik KRL guna mewujudkan KRL sebagai backbone angkutan massal di Jabodetabek, sehingga dapat mengurangi kemacetan secara substansial.

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.