Citarasa Tan Ek Tjoan Hingga Gado-Gado Bonbin


Cikini Tempo Doeloe

Halo Jakartans! Tan Ek Tjoan yang berada di Cikini sudah berdiri sejak 1955. Toko roti asal Bogor ini telah berdiri sejak 1921. Kemudian, pada 1953, toko ini membuka cabang pertamanya di Tamansari. Namun, toko roti itu pindah ke Cikini dan tetap berdiri hingga sekarang.

Cikini menjadi salah satu pusat kuliner dan hiburan masyarakat Jakarta. Kala itu, Kebun Binatang Cikini belum menjadi Taman Ismail Marzuki. Kebun Binatang yang berdiri sejak 1864 dulu bernama Planten en Dierentuin yang dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia.

Toko Roti Tan Ek Tjoan legendaris yang masih bertahan di Cikini

Toko Roti Tan Ek Tjoan legendaris yang masih bertahan di Cikini (via cityseeker.com)

Pada 1946, kebun binatang ini berubah nama menjadi Kebun Binatang Cikini. Pada era 1960-an , kebun binatang itu dipindahkan ke Ragunan. Kemudian, kebun binatang berubah fungsi menjadi pusat kesenian Jakarta bernama Taman Ismail Marzuki (TIM).

Kolam renang Cikini yang dibuat sejak 1924 juga masih berdiri tepat di sebelah TIM. Kolam renang ini dibuat oleh arsitek keturunan Belanda Ir FJL Ghijsels yang lahir di Tulungagung, Jawa Timur. Dia merupakan arsitek untuk beberapa gedung di Jakarta di antaranya Hotel des Indes, gedung Bappenas, dan kantor Direktorat Perhubungan Laut.

Dahulu, kolam renang ini merupakan bagian dari kediaman pelukis terkenal Raden Saleh. Raden Saleh memiliki rumah yang lebih luas dari Istana Merdeka, meliputi TIM, Rumah Sakit Persekutuan Gereja Indonesia (RS PGI) Cikini, dan Masjid Cikini. Pada zaman kolonial Belanda, RS PGI Cikini bernama Koningen (Ratu) Emma Ziekenhuis. Di depan RS ini masih terdapat bangunan antik bekas rumah Raden Saleh yang masih ada hingga sekarang.

Gado-gado BonBin menjadi salah satu pilihan kuliner yang identik dengan kawasan Cikini

Gado-gado BonBin menjadi salah satu pilihan kuliner yang identik dengan kawasan Cikini (via myeatandtravelstory.wordpress.com)

Selain itu, salah satu kuliner yang terkenal hingga sekarang yakni Gado-gado BonBin. Nama BonBin diambil dari kepanjangan Kebon Binatang. Gado-gado ini sudah berdiri sejak 1960 oleh Ny. Lanny Wijaya. Dahulu, tempat itu masih dibangun dengan bilik bambu.

Kini, tempat tersebut telah berubah menggunakan tembok yang kokoh. Sejak dulu, resep turun temurun untuk pembuatan gado-gado tidak pernah berubah. “Kami masih memasak dengan cara dan resep yang sama seperti dulu,” kata Hadi, pengelola Gado-Gado BonBin yang juga putra dari Ny. Lanny.

Taman Ismail Marzuki kini sebagai pusat kesenian Jakarta

Taman Ismail Marzuki kini sebagai pusat kesenian Jakarta (via indonesiatravel.news)

Sementara itu, TIM yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 10 November 1968 dijadikan sebagai pusat kesenian Jakarta. Dahulu, grup Lenong selalu pentas di tempat tersebut. Beberapa nama artis Betawi lahir di sini macam Bokir, Mandra, dan Mpok Siti. Untuk pertama kalinya, seniman legendaris Betawi SM Ardan memotong durasi pertunjukan lenong dari semalam menjadi hanya dua jam.

Cikini berada di Menteng, Jakarta Pusat yang memiliki tempat hiburan, kuliner dan pasar seperti gedung Planetarium, Pasar Kembang Cikini, dan Pusat Keranjang Cikini, serta stasiun Kereta Api Cikini. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.