Condet Jadi Pusat Jajan Khas Betawi


Halo Jakartans! Selain menyimpan banyak kebudayaan, Betawi juga menyimpan banyak jajanan khas. Ada kerak telor, kue rangi, kue talam, dodol, geplak, kembang goyang, akar kelapa, es selendang mayang, dan lainnya. Sebagian mudah ditemui, namun sebagian lagi mulai hilang karena tergerus jajanan modern.

Tapi bila ada waktu dan kesempatan, ternyata tidak sulit menemukan aneka jajanan khas Betawi tersebut. Cobalah datang ke kawasan Condet, Jakarta Timur. Di sana masih banyak dijajakan kue rangi yang diperoleh dari penjual kue keliling. Sementara itu, makanan khas Betawi lainnya, seperti; dodol, geplak, kembang goyang, dan akar kelapa bisa didapatkan di Jalan Batu Ampar. Ada yang khusus menjual kue-kue khas Betawi di sana.

Tepatnya berlokasi di Jalan Batu Ampar 1 RT 13 RW 04 Nomor 42. Di tempat ini tertulis plang dari neon box yang bertuliskan Hj. Mamas yang menjual kue-kue Betawi. Di etalasenya terdapat beberapa bungkus kue akar kelapa yang dijual Rp 40.000 per bungkus berisi 1/2 kilogram akar kelapa. Ada juga kembang goyang, kue bawang, geplak, dan beberapa besek plastik berisi dodol yang baru dibuat. Kue-kue itu berharga Rp 15.000 hingga Rp 75.000.

Hj. Mamas yang merupakan pemilik kios tampak sedang duduk menunggu pelanggan yang datang. Wanita lanjut usia itu menceritakan, membuat makanan khas Betawi sudah dilakukan secara turun-temurun. Mulai dari sang nenek hingga dirinya bersama anak-anaknya yang meneruskan membuat aneka kue Betawi dengan resep khusus dari keluarganya.

Kue Kembang Goyang salah satu penganan khas Betawi yang masih bisa kita jumpai, rasanya gurih dan manis, bentuknya bulat, memiliki pola seperti bunga

Kue Kembang Goyang salah satu penganan khas Betawi yang masih bisa kita jumpai, rasanya gurih dan manis, bentuknya bulat, memiliki pola seperti bunga (via olx.co.id)

“Bikin geplak, dua hari bikin tepungnya,” ungkap Hj. Mamas. Kue yang memiliki warna dominan putih kecoklatan ini terbuat dari beras yang agak pera. Beras digiling hingga menjadi tepung kemudian disangrai. Setelah itu dicampurkan kelapa parut yang juga sudah disangrai. Adonan ini selanjutnya dicampur dengan gula pasir yang sudah dicairkan hingga mengental dan selagi panas diaduk-aduk hingga adonan padat.

“Setelah itu ditaruh di wadah dan diratakan dengan tangan sambil digeplak-geplak atau dipukul-pukul. Karena itu dinamakan kue geplak,” ujarnya. Selain membuat kue geplak, nenek dari 15 cucu ini juga membuat kue dodol. Setiap hari dia bisa mengaduk dodol sekitar 3-4 kuali. Khusus menjelang Lebaran, Hj. Mamas bisa mengaduk dodol hingga tujuh kuali setiap hari. Saat lebaran, Hj. Mamas dibantu sekitar 30 karyawan, sedangkan hari-hari biasa ia hanya dibantu 3-4 karyawan saja. Dengan 18 kuali, ditambah dua mesin tepung dan satu mesin parut, Hj. Mamas bisa menghasilkan ratusan bungkus kue dodol.

“Alhamdulillah, sampai sekarang masih bisa jualan,” ujar Hj. Mamas yang mengaku sudah lebih 30 tahun menjual makanan khas Betawi di Condet.

Es Selendang Mayang

Menyebut jajanan khas Betawi, tak lengkap kalau tidak menyertakan minumannya. Salah satu minuman khas Betawi adalah es selendang mayang. Es selendang mayang merupakan kuliner asli Indonesia yang berasal dari Betawi. Dikatakan selendang mayang karena orang dulu sering menyebutkan warna cerah yang di atas dengan sebutan selendang, sedangkan warna putih dibawahnya disebut mayang. Anda dapat menikmati es selendang mayang di Jalan Batu Zamrud, Condet, Jakarta Timur.

Seperti namanya, es selendang mayang memang sangat pas untuk minuman di siang hari yang terik. Selendang mayang terbuat dari campuran tepung aren dan hunkwe yang diberi warna hijau, merah, atau cokelat. Aneka warna itu menyerupai warna selendang sehingga panganan ini pun diberi nama selendang mayang.

Potongan selendang mayang disajikan dengan santan dan gula serta pecahan es batu. Ada yang menyebutkan selendang mayang sengaja dibuat dengan rasa tawar agar bisa bertahan lama. Sehingga rasa manisnya diperoleh hanya dari gula atau sirup sebagai campuran selendang mayang.

Es Selendang Mayang yang ceria

Es Selendang Mayang yang ceria (via travelingyuk.com)

Sekarang ini es selendang mayang tidak bisa didapatkan di sembarang tempat. Pasalnya, minuman khas Betawi ini sudah dianggap kehilangan penggemarnya karena penjajanya yang semakin berkurang. Orang mengetahui es selendang mayang hanya bisa dinikmati di tempat-tempat tertentu, seperti di area Kota Tua. Es selendang mayang juga masih ditemui di lokasi yang masih banyak orang Betawinya, seperti di Setu Babakan atau di Condet.

Meski sudah dianggap minuman khas Betawi yang kurang populer, namun penjual keliling es selendang mayang bisa mudah didapatkan di daerah Condet. Biasanya mereka berjualan keliling hingga ke Kalibata di Jakarta Selatan dan Halim di Jakarta Timur. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.