Denyut Kuliner Ibu Kota dari Kawasan Pecenongan


Halo Jakartans! Mulai martabak Pecenongan yang mashyur dengan aneka topping kekiniannya hingga bubur Kwang Tung yang melegenda, kawasan Pecenongan adalah satu dari banyak destinasi wisata kuliner yang ada di Jakarta. Keberadaannya sudah puluhan tahun. Datanglah kesana dan cicipi setiap jejak rasanya.

Sebagai ibu kota negara, rasanya Jakarta tak pernah absen menyuguhkan beragam alternatif pilihan wisata untuk para penghuninya maupun wisatawan yang datang berkunjung. Mulai dari wisata keluarga, wisata sejarah, wisata belanja hingga wisata kuliner yang tak boleh dilewatkan begitu saja.

Di siang hari, Pecenongan adalah kawasan niaga yang sibuk, namun berubah menjadi kawasan wisata kuliner yang bervariasi ketika mulai sore hari hingga tengah malam

Di siang hari, Pecenongan adalah kawasan niaga yang sibuk, namun berubah menjadi kawasan wisata kuliner yang bervariasi ketika mulai sore hari hingga tengah malam (via tokopedia.com)

Saat mendapati malam di seputaran Harmoni, Jakarta Pusat, jangan lupakan untuk menjelajah kawasan wisata kuliner Pecenongan. Lokasinya tak jauh dari sana. Sejak diresmikan sebagai pusat kuliner di Jakarta sekaligus cara lain menikmati suasana malam Jakarta yang seolah tak berhenti berdenyut.

Pecenongan merupakan salah satu kawasan yang ada di Jakarta Pusat, tak jauh dari Istana Merdeka. Letaknya hanya berseberang jalan dengan pusat pemerintahan Indonesia tersebut. Cukup strategis. Kawasan wisata kuliner ini diapit oleh kawasan-kawasan penting Ibu Kota, di antaranya Pasar Baru, kawasan Hayam Wuruk – Harmoni, juga Mangga Besar serta pusat pemerintahan Republik Indonesia.

Kawasan Pecenongan diresmikan sebagai salah satu pusat wisata kuliner di Jakarta pada era Gubernur DKI Ali Sadikin di tahun 1970-an

Kawasan Pecenongan diresmikan sebagai salah satu pusat wisata kuliner di Jakarta pada era Gubernur DKI Ali Sadikin di tahun 1970-an (via jakarta-tourism.go.id)

Di siang hari, Pecenongan adalah kawasan niaga yang sibuk. Sore menjelang malam, geliat wisata kuliner di sini mulai terlihat. Beberapa pedagang mulai menyiapkan warung dan sajian dagangan mereka. Deretan penjaja makanan juga terus memadati trotoar di sepanjang jalan. Mulai dari Jl Samanhudi sampai tembus ke Jl Juanda. Lebih dari 2 km panjangnya. Jumlahnya mencapai puluhan atau bahkan ratusan penjaja makanan dengan aneka pilihan rupa sajian.

Semakin malam, aktivitas wisata kulineran di sini akan semakin padat. Bahkan hingga menjelang dini hari. Lalu lalang kendaraan dan para pecinta kuliner menjejali setiap warung-warung tenda hingga sejumlah restoran yang memang membuka gerainya 24 jam. Salah satu tempat makan favorit di kawasan kuliner Pecenongan salah satunya adalah bubur Kwang Tung. Yakni bubur beras dengan aneka varian pilihan menu, mulai bubur ayam, bubur sapi, hingga bubur sea food.

Ikon Jakarta

Sempat menjadi pusat mobil bekas terbesar se Asia pada tahun 1970-an, Pecenongan merupakan kawasan yang tak lekang dari sejarah. Kawasan ini bahkan tidak bisa dipisahkan dari cikal bakal terbentuknya kota Jakarta itu sendiri.

Di awal era 1970-an, Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin meresmikan kawasan Pecenongan sebagai salah satu pusat wisata kuliner di Jakarta. Saat itu, daerah Pecenongan dan sekitarnya merupakan salah satu pusat hiburan malam di Jakarta. Banyak pedagang makanan yang ada di sekitarnya, alhasil sang Gubernur melokalisasi dan menata para pedagang kaki lima tersebut. Tapi mereka hanya boleh berjualan saat malam hari hingga dini hari saja.

Di kawasan kuliner Pecenongan tersedia berbagai jenis makanan, mulai dari bubur, sate taichan, mie ayam, hingga sea food

Di kawasan kuliner Pecenongan tersedia berbagai jenis makanan, mulai dari bubur, sate taichan, mie ayam, hingga sea food (via Media Jaya)

“Bisa dibilang malah ini ikonnya Jakarta saat itu,” kata Meilana, pemilik salah satu restoran sea food di Pecenongan. Restorannya termasuk salah satu yang tertua, sudah ada sejak awal 1970-an. Meilana merupakan generasi kedua dari usaha orang tuanya tersebut. “Dulu karena masih jarang tempat nongkrong jadi pasti nongkrong dan cari makannya disini. Ramai sekali,” tambah Meilana.

Seiring dengan semakin berkembangnya daerah-daerah lain di Jakarta serta pusat-pusat hiburan termasuk mall-mall di Jakarta, pengunjung yang datang untuk berwisata kuliner di kawasan Pecenongan sedikit tergerus. Pada 2015 lalu sempat beredar kabar kawasan kuliner Pecenongan akan digusur. Namun, rupanya kebijakan tersebut urung dilaksanakan. Kawasan Pecenongan justru ditata ulang dan dipercantik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta malah menyediakan jalur atau rute khusus bus wisata bagi Anda yang ingin menikmati sensasi berkuliner malam hari di kawasan Pecenongan, Gratis. Selamat berwisata kuliner! (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.