Gedung Kesenian dan Cita-cita Benyamin


Halo Jakartans! Pemprov DKI Jakarta berencana membangun gedung pertunjukan bertaraf internasional. Saat masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengincar sebidang tanah di Jl. M.H. Thamrin, depan Hotel Indonesia dan ingin membangun taman dan gedung pentas bertaraf internasional.

Gedung pertunjukan semacam itu dinilai perlu karena pertunjukan seni internasional sering digelar di Jakarta. Pada tahun 2014, proses perencanaannya telah rampung dan sempat dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014, meski belum ada kepastian soal kesediaan tanah mengingat di Jl. M.H. Thamrin kini sudah dipenuhi gedung pencakar langit.

Selain Gedung Kesenian untuk pertunjukan seni dan budaya berkelas dunia, gedung-gedung kesenian yang mengadakan pementasan seni-seni tradisi dan budaya lokal pun juga diinginkan oleh kalangan seniman. Salah satunya Benyamin Sueb (alm) pernah “bermimpi” seperti itu.

Walau H. Benyamin Sueb telah meninggal 23 tahun yang lalu, tepatnya 15 September 1995 dalam usia 56 tahun, rakyat Jakarta masih mengingat seniman Betawi kelahiran Kemayoran, Jakarta Pusat itu. Dia pernah bercita-cita agar Jakarta memiliki gedung kesenian bagus, tempat para seniman dan budayawan Betawi berkumpul dan berkreasi.

Menurut penuturan Biem Benyamin, putra Benyamin Sueb yang juga mantan anggota Dewan Pertimbangan Daerah (DPD), ayahnya berangan-angan adanya pusat sanggar budaya Betawi. Salah satu alasan almarhum melontarkan gagasan ini karena di Jakarta sejak tahun 1950-an sudah memiliki gedung kesenian Sunda. Miss Tjitjih yang mengadakan pertunjukan tiap malam yang semula berlokasi bersebelahan dengan gedung bioskop Rivoli di Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat. Pertunjukan sandiwara berbahasa Sunda itu kemudian berpindah-pindah ke beberapa tempat sebelum menempati gedung baru Cempaka Baru, Jakarta Pusat.

Miss Tjitjih adalah nama seorang pemain yang menjadi primadona kesenian Sunda tersebut. Parasnya cantik, dan sangat digemari penonton. Sementara di Pasar Senen, Jakarta Pusat, terdapat gedung pertunjukan untuk wayang orang Bharata. Dahulu, di Museum Pusat, Jl. Medan Merdeka Barat, setiap hari libur ada pertunjukan seni Sunda dengan pesinden Upit Sarimanah.

Gedung wayang orang Bharata di Pasar Senen

Gedung wayang orang Bharata di Pasar Senen (via merahputih.com)

Setiap hari Minggu dan hari libur, ketika pesinden Upit Sarimanah pentas, pengunjungnya membludak. Kadang-kadang diselingi pertunjukan seni budaya Jawa Tengah. Kesenian ini cukup banyak penggemarnya sampai sekarang. Pertanyaannya, apa sebabnya timbul keinginan Benyamin Sueb (alm) agar orang Betawi memiliki gedung kesenian seperti yang dimiliki etnis Sunda dan Jawa? Sementara, pada saat yang sama hingga sekarang, kesenian Betawi, seperti lenong, topeng, tanjidor, rebana biang, rebana ketimpring, sambeah dan sebagainya masih ngamen dari kampung ke kampung semalam suntuk.

Baru pada tahun 1970-an masa Gubernur Ali Sadikin, lenong bisa pentas di Taman Ismail Marzuki (TIM) yang diprakarsai budayawan Betawi, SM Ardan dan Sumantri Sastrowardoyo. Dua-duanya sudah almarhum. Kadang-kadang menampilkan Benyamin S berduet dengan Ida Royani menyanyikan lagu-lagu gambang kromong, musik tradisional dari abad 17. Irama tersebut mulai menyebar ke Batavia pada abad ke-17 yang dibawa prajurit Mataram ketika menyerang pasukan Gubernur Jendral Jaan Pieterzoon Coen di Batavia tahun 1628 dan 1629.

Kemudian, irama tersebut dikombinasikan dengan alat musik pendatang dari China, lalu berubah menjadi gambang kromong. Di tangan Benyamin S, gambang kromong berubah menjadi salah satu genre musik modern yang populer karena gambang kromong aransemen Benyamin S penuh dengan sentuhan modern.

Seniman dan budayawan Betawi, Benyamin Sueb

Seniman dan budayawan Betawi, Benyamin Sueb (via beritagar.id)

Lagu dan irama yang ada dalam lagu ciptaan Benyamin S memang berasal dari berbagai genre musik. Selain gambang kromong, ia juga menyanyikan lagi pop Sunda, Jawa, Melayu, bahkan Blues dan sebagainya. Ia dijuluki seniman serba bisa dan belum ada gantinya sampai sekarang. Anak-anaknya, Ben dan Beib Benyamin, malah terjun ke dunia politik.

Lagu-lagu ciptaan Benyamin S (alm) sangat akrab dengan masyarakat karena mengambil ide dari kehidupan sehari-hari. Benyamin mencipta lagu berdasar apa yang dia lihat. Contohnya, lagu “Tukang Kredit”, “Pulang Mudik”, “Kompor Meleduk”, yang dia ciptakan saat kompor di rumahnya tiba-tiba meleduk. Lagu ini dapat dikatakan sebagai salah satu kepedulian dan kritik sosial Benyamin terhadap fenomena yang terjadi di tengah-tengah warga Jakarta.

Taman Benyamin Sueb

Berdasarkan informasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, di tahun 2018 ini sedang direncanakan hadirnya Taman Benyamin Sueb dengan “menyulap” eks Gedung Kodim 0051 Jatinegara. Pada tahun 2014, gedung ini sudah mengalami renovasi dan setahun setelahnya, secara operasional sudah digunakan sebagai pusat kebudayaan Betawi, melengkapi paket wisata di wilayah Jakarta Timur seiring dengan telah ditetapkannya Jatinegara menjadi salah satu destinasi wisata ibu kota.

Gedung bekas markas Kodim 0051 Jatinegara yang kelak menjadi Taman Benyamin Sueb

Gedung bekas markas Kodim 0051 Jatinegara yang kelak menjadi Taman Benyamin Sueb (via tribunnews.com)

Budayawan dan seniman Betawi sudah lama mengimpikan mempunyai gedung kesenian seperti harapan H. Benyamin Sueb. Gedung eks Kodim itu dinilai sangat strategis dan memiliki sejarah panjang. Daerah yang pada zaman kolonial Belanda populer dengan sebutan Rawabangke (kini Rawabunga), sangat erat kaitannya dengan sejarah Stasiun Jatinegara, pasar akik Rawabening, serta pasar Meester (Jatinegara).

Diharapkan, jikalau budayawan dan seniman Betawi sudah memiliki gedung kesenian, maka akan mampu berkreasi membangkitkan kembali seni budaya Betawi. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.