Gereja Tugu, Gedung Tertua di Kampung Tugu


Halo Jakartans! Jakarta Utara banyak tempat yang bisa dikunjungi. Selain Ancol, ada obyek wisata bahari lainnya seperti pelabuhan rakyat tertua di Indonesia, Sunda Kelapa. Untuk wisata sejarah, Jakarta Utara punya Gereja Tugu di Kampung Tugu yang bernilai historis.

Kampung Tugu merupakan saksi sejarah kehadiran bangsa Portugis di bumi nusantara khususnya Batavia. Portugis datang sekitar abad 15 dan menduduki beberapa wilayah di nusantara karena tertarik akan kekayaan rempah-rempah negeri kepulauan ini. Sementara Belanda dengan VOC baru masuk ke Indonesia pada abad 16.

Kampung Tugu juga disebut sebagai Kampung Kristen tertua yang ada di Indonesia bagian barat. Selain itu di Kampung Tugu ini sejak dulu hingga sekarang dikenal dengan permukiman keturunan Portugisnya. Keturunan Portugis bisa terdampar di Kampung Tugu karena dibawa VOC ke Batavia sebagai tawanan perang setelah VOC Belanda menaklukkan Malaka pada tahun 1641.

Untuk kebutuhan peribadatan keturunan Portugis di Kampung Tugu, dibuat sebuah Gereja. Saat Gereja Tugu didirikan sekitar tahun 1676 – 1678, pada waktu yang sama dibuka pula sebuah sekolah rakyat pertama di Indonesia oleh Melchior Leydecker.

Bangunan Gereja Tugu di Kampung Tugu, Jakarta Utara

Bangunan Gereja Tugu di Kampung Tugu, Jakarta Utara (via jakarta-tourism.go.id)

 

Lonceng bel Gereja Tugu

Lonceng bel Gereja Tugu (via tribunnews.com)

Hingga kini Gereja Tugu masih kokoh berdiri dan bisa disaksikan oleh generasi sekarang. Termasuk gereja tertua di Indonesia, karenanya Gereja Tugu dilestarikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai Cagar Budaya sejak tahun 1970.

Menjadi bangunan yang dilestarikan bukan berarti gereja ini tidak bisa digunakan sebagaimana fungsinya. Sebagai tempat peribadatan, Gereja Tugu memiliki pengurus untuk mengatur kegiatan-kegiatan keagamaan juga kegiatan lain terkait keagamaan. Kini Gereja Tugu juga bernama lain Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat.

Gereja Tugu telah berusia 265 tahun lebih. Hingga saat ini masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah. Setiap hari Minggu ada tiga waktu yang bisa diikuti oleh umat Kristen Protestan untuk melakukan kebaktian. Menurut pengurus Gereja Tugu, terdapat sekitar 450 orang yang menjadi jemaat Gereja Tugu. Mereka yang datang beribadah di Gereja Tugu bukan hanya warga Kampung Tugu tetapi juga dari Bekasi dan Tangerang.

Gereja Tugu selalu dipenuhi oleh para jemaat untuk kebaktian di hari Minggu

Gereja Tugu selalu dipenuhi oleh para jemaat untuk kebaktian di hari Minggu (via beritasatu.com)

Banyak bagian dari Gereja Tugu yang usianya sudah ratusan tahun. Di antaranya mimbar yang terbuat dari kayu masih merupakan mimbar asli sejak gereja ini berdiri. Bagian lainnya yang sudah di renovasi adalah eternit dan lantai yang lapuk dimakan usia.

Walaupun eternit dan lantainya sudah diganti, tetapi pintu dan engsel semuanya masih seperti aslinya. Gereja Tugu memang masih aktif digunakan sebagai tempat peribadatan. Dengan statusnya sebagai Cagar Budaya, untuk melakukan perbaikan tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus meminta izin Pemprov DKI terlebih dahulu.

Melihat Gereja Tugu yang berusia ratusan tahun masih berdiri tegak dan kuat melayani jemaat melakukan kebaktian mengundang decak kagum tersendiri. Gedung tua itu menyimpan banyak kisah dan sepertinya ingin terus menjadi sumber cerita bagi generasi mendatang. Seolah gedung itu berharap ada yang tahu riwayat gereja tua dan meneruskan kisahnya kepada orang-orang terdekat.

Pemakaman Portugis di sebelah gedung Gereja Tugu

Pemakaman Portugis di sebelah gedung Gereja Tugu (via kompas.com)

Tahun 2018 di sekitar Gereja Tugu masih banyak orang yang berdatangan melihat keaslian gedung bercat putih dan lantai merah ini. Saat ini, lonceng Gereja Tugu yang digunakan merupakan lonceng ketiga. Lonceng ke dua diletakkan di beranda rumah dinas pendeta di depan gereja. Sedangkan lonceng pertama sudah diserahkan ke Museum Nasional.

Sebelah kiri gereja terlihat pemakaman dengan nama-nama Portugis. Ada dua petugas keamanan di gerbang gereja yang siap siaga dan bisa mengantarkan tamu ke orang-orang yang mau bercerita dan mengetahui Gereja Tugu. Mengunjungi Gereja Tugu selalu menjadi tempat wisata yang berbeda dari lokasi wisata lainnya. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.