Gigi Balang : Ornamen Unik Khas Betawi



Simbol Budaya dan Keindahan Rumah Betawi

Halo Jakartans! Gigi Balang menjadi salah satu ornamen dalam arsitektur Betawi yang cukup menonjol. Tak hanya sebagai ragam hias, melainkan juga memiliki makna filosofis yang mencerminkan karakter kehidupan masyarakat Betawi.

Aplikasi Gigi Balang biasanya diletakkan sebagai lisplang pada gaya arsitektur rumah tradisional Betawi. Doni Swadarma dan Yunus Aryanto dalam bukunya “Rumah Etnik Betawi” menyebut bagaimana pentingnya lisplang gigi balang sebagai bagian dari ikon rumah tradisional Betawi.

Meski modernisasi sudah mulai merambah rumah Betawi, lisplang gigi balang tetap digunakan. Hanya saja, dibuat lebih sederhana baik dari bahan maupun desainnya. Lisplang adalah bagian dari bangunan yang berfungsi menutupi bagian atasnya sehingga tampak rapi ketika dilihat dari arah bawah. Sedangkan untuk struktur di atasnya, lisplang berguna sebagai dudukan. Lisplang gigi balang umumnya diletakkan di bagian atas bangunan dan dibuat mengelilingi rumah. Bahan yang digunakan biasanya kayu yang dipotong dengan ketebalan sekitar 3 cm.

Gigi Balang yang memiliki banyak motif ini tidak hanya sebagai desain dekorasi, melainkan juga memiliki makna simbol kesabaran dan keuletan dengan lekukan-lekukan yang terbilang rumit

Gigi Balang yang memiliki banyak motif ini tidak hanya sebagai desain dekorasi, melainkan juga memiliki makna simbol kesabaran dan keuletan dengan lekukan-lekukan yang terbilang rumit (via pikiran-rakyat.com)

Secara estetika, penggunaan ornamen gigi balang berfungsi visual. Yakni memberi keindahan pada rumah-rumah Betawi secara keseluruhan. Namun, dari sisi fungsional, gigi balang juga berfungsi menahan air dan angin saat musim hujan.

Masyarakat Betawi mengenal gigi balang sebagai sisir gantung karena letaknya memang seolah digantung di bagian atas rumah. Ada banyak versi terkait gigi balang ini. Beberapa literasi menyebut, gigi balang berasal dari gigi belalang. Ini karena bentuk dan motif gigi balang lebih menyerupai bentuk gigi belalang.

Penuh Makna dan Filosofi

Nurisma Kurniati, pemerhati budaya Betawi, pernah melakukan riset terkait ornamen Betawi dan ia menilai secara keseluruhan, ragam hias pada rumah Betawi berbentuk sederhana. Ornamen Betawi lebih merupakan olah geometris flora, fauna dan ornamen lain seperti bunga, burung merak atau hong, serta pucuk rebung. Termasuk gigi balang itu sendiri.

Sementara Yahya Andi Saputra dari Lembaga Kebudayaan Betawi mengatakan, motif gigi balang terinspirasi dari alam. Idenya adalah gunung. Hal ini menurut Yahya terkait dengan paham animisme dan dinamisme yang dianut masyarakat dahulu. Gunung menjadi salah satu simbol yang mereka yakini dan kemudian di adaptasi ke dalam ragam hias untuk rumah tinggal mereka.

“Gunung dipandang sebagai sesuatu yang besar, agung, dianggap sebagai pelindung namun harus tetap dijaga. inilah yang sangat mempengaruhi motif-motif yang dikembangkan menjadi ragam hias ornamen” ungkap Yahya. Meski memiliki sejumlah motif, pada dasarnya menurut Yahya pola dasar pada gigi balang adalah gunung, tumpal.

Implementasi ornamen Gigi Balang pada jembatan Dukuh Atas, Jakarta Pusat

Implementasi ornamen Gigi Balang pada jembatan Dukuh Atas, Jakarta Pusat (via tribunnews.com)

Meski demikian, Yahya tidak tahu persis kapan masyarakat Betawi mulai mengaplikasikan gigi balang pada rumah tradisional mereka. Penggunaan lisplang, lanjut Yahya sebenarnya merupakan bagian dari tradisi yang hampir merata pada semua tradisi budaya. “Hanya kemudian yang membedakan adalah motifnya. Karena bagi masyarakat Betawi, gigi balang itu menjadi cerminan kehidupan untuk merawat alam, juga ada makna simbol kesabaran dan keuletan. Lihat saja lekuk-lekuknya yang cukup rumit polanya. Perlu ketelatenan dan keuletan,” tambah Yahya.

Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 229 tahun 2016, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan setidaknya ada empat motif yang digunakan dalam gigi balang. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.