Ikon Baru Jakarta : Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari


Kaya Ornamen Betawi

Halo Jakartans! Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari tidak hanya megah, namun juga menjadi kebanggaan sekaligus ikon baru kota Jakarta. Seperti apa?

Masjid yang terletak di Jalan Raya Daan Mogot KM 14, Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat ini dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektar dan bangunan mencapai 16.985,43 meter persegi. Lokasinya berada dalam satu kawasan dengan rumah susun sewa (rusunawa) Pesakih.

Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari yang megah

Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari yang megah (via kumparan.com)

Bangunan masjid mengambil konsep tropis dengan arsitektur atap pelana dan limas yang menjadi ciri khas rumah Betawi Baplang dan Joglo. Di desain ramah lingkungan dengan dua lantai dan satu mezanine.

Uniknya lagi, masjid tersebut kental dengan sentuhan Betawi. Misalnya ornamen gigi balang dan lima menara lambang rukun Islam. Berkapasitas 12.500 jamaah, Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari menggunakan LED sebagai sumber pencahayaan buatan sebagai penguat konsep tropis.

Hasyim Asy'ari yang juga Tokoh NU digunakan sebagai nama masjid raya

Hasyim Asy’ari yang juga Tokoh NU digunakan sebagai nama masjid raya (via tribunnews.com)

Kubah Masjid Raya Jakarta ini pun unik. Tidak menggunakan kubah bulat sebagaimana kubah masjid pada umumnya. Namun, berbentuk segitiga, menyerupai atap rumah Betawi dengan lima menara yang mengelilingi bangunannya.

Tidak hanya megah dari aspek bangunan, Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari ini nantinya akan dikelilingi taman hijau yang membuat masjid begitu asri. Dalam penataannya, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan 40 persen dari total luas area sebagai ruang terbuka hijau. Selain hutan buatan juga ada danau buatan yang mempercantik kawasan masjid.

Nama Hasyim Asy’ari

Dipilihnya nama pahlawan nasional Hasyim Asy’ari sebagai bentuk penghormatan atas jasa pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tersebut. Ke depan, keberadaan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari sekaligus menjadi simbol keislaman yang toleran dan simbol keberagaman di Jakarta.

Suasana kemegahan bangunan dalam masjid

Suasana kemegahan bangunan dalam masjid (via kompas.com)

Peresmian masjid telah dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo pada April 2017 silam. Presiden adalah sosok dibalik ide awal pembangunan masjid raya ini. Ide awalnya memang diinisiasi oleh Bapak Joko Widodo yang kala itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Proses pembangunan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari secara keseluruhan memakan waktu sekitar tiga tahun. Groundbreaking-nya dilakukan langsung oleh Joko Widodo pada akhir September 2014.

Menurut Presiden Joko Widodo, Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari akan menjadi ikon di Jakarta Barat, sama seperti Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat, Masjid Al-Azhar di Jakarta Selatan, Islamic Centre di Jakarta Utara, dan Masjid At-Tien di Jakarta Timur. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Fakta pembangunan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Jakarta

  • Masjid pertama yang dibangun dengan APBD DKI Jakarta.
  • Proyek pembangunan masjid diresmikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada 20 Juni 2013.
  • Total anggaran mencapai Rp 164,5 miliar.
  • Proses pengerjaannya mulai dari 2014 hingga 2017.
  • Dilengkapi berbagai fasilitas : aula ruang pertemuan, sarana pendidikan, sarana ekonomi, perkantoran, ruang terbuka hijau, dan lainnya.
  • Akses transportasi : Bus TransJakarta ke halte Pesakih (Rute Harmoni – Kali Deres), dilanjutkan feeder bus TransJakarta dari halte Pesakih ke Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari.
Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.