Indahnya Ikon Budaya Betawi Warnai Underpass Kartini


Halo Jakartans! Underpass atau jalan lintas bawah Kartini, Lebak Bulus, Jakarta Selatan telah diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. Lintas bawah sepanjang 500 meter ini dipenuhi dengan ikon budaya Betawi.

Setiap dindingnya penuh motif gelombang air mengalir yang menggambarkan lintas bawah ini diharapkan akan mengalirkan lalu lintas dari Lebak Bulus ke Pondok Indah atau sebaliknya dengan lancar, tanpa hambatan. Di atasnya, ornamen Gigi Balang terpasang dengan rapi menghiasi dinding pot tanaman di sisi underpass Kartini.

Motif air mengalir pada dinding underpass Kartini

Motif air mengalir pada dinding underpass Kartini (via kompas.com)

Begitu pun di jembatan penyeberangan orang (JPO) dan Halte TransJakarta. JPO ini di payungi dengan kanopi berhias Gigi Balang. Kanopi ini bisa melindungi pengguna JPO dari panas atau hujan. Bahkan, di atas lintas bawah ini ada taman kota dengan desain menarik. Taman ini dilengkapi tempat duduk dan berbagai hiasan ornamen planter box yang menyejukkan. Bahkan, label tulisan “Underpass Kartini” berlatar ornamen warna-warni turut memperindah kolong Tol Pondok Pinang – Taman Mini Indonesia Indah itu.

Yang tak kalah menarik, Dinas Bina Marga memasang ornamen lampu dengan tata cahaya artistik di malam hari. Lampu ini dipasang di atap lintas bawah dan bisa berubah-ubah warna.

Urai Kemacetan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi penggunaan ornamen khas Betawi tersebut. Konsep ornamen Betawi dengan ikon Gigi Balang dan planter box lintas bawah Kartini diharapkan bisa di terapkan untuk pembangunan infrastruktur di tempat lainnya di Jakarta. Hal ini akan menjadi ciri khas budaya Betawi dalam setiap rancangan proyek di Jakarta.

“Memang di sini, dalam perancangannya masukan unsur budaya Betawi, ini salah satu ciri di dalam rancangannya termasuk nanti ketika rancangan di Thamrin – Sudirman juga masuk unsur budaya,” ujar Anies pada saat meresmikan lintas bawah kartini, beberapa waktu lalu.

Keberadaan lintas bawah Kartini bisa mengurangi kemacetan hingga 90 persen di kawasan itu. Anies mengatakan, tujuan pembangunan lintas bawah Kartini adalah untuk memperlancar arus lalu lintas pada lintasan utara dan selatan koridor Jalan Arteri Pondok Indah sekaligus mendukung pergerakan Busway Koridor 8 (Harmoni – Lebak Bulus).

Corak Gigi Balang mewarnai dinding pot tanaman di Underpass Kartini, sebagai bagian dari upaya untuk menonjolkan ikon budaya Betawi

Corak Gigi Balang mewarnai dinding pot tanaman di Underpass Kartini, sebagai bagian dari upaya untuk menonjolkan ikon budaya Betawi (via tribunnews.com)

Underpass Kartini di bangun untuk mengurai kemacetan di sejumlah titik, salah satunya di persimpangan Jalan Metro Pondok Indah dengan Jalan TB Simatupang. Dalam pembangunan underpass, termasuk juga pekerjaan pembangunan halte TransJakarta dan jembatan penyeberangan orang (JPO), karena halte yang lama terkena pembangunan ramp lintas bawah.

Lintas bawah Kartini dibuat dua lajur searah dari utara ke selatan, yaitu dari arah Pondok Indah menuju ke arah Lebak Bulus dengan panjang total 500 meter dan lebar jalan 9 meter. Pembangunannya dilakukan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta melalui kontraktor nasional PT Modern Widya Technical yang bekerja sama dengan konsultan perencana PT Virama Karya.

Untuk drainase menggunakan pompa. Air akan ditampung, kemudian dipompa keluar dan dialirkan ke Kali Grogol. Ada empat pompa submersible yang terdiri dari dua pompa penguras berkapasitas 600 liter per menit dan dua pompa utama berkapasitas 100 liter per detik. Kedepannya, setiap pembangunan infrastruktur di Jakarta akan mengusung kearifan lokal. Hal ini telah tercantum dalam Peraturan Daerah atau Peraturan Gubernur agar bangunan di Jakarta menerapkan ikon-ikon Betawi.

Taman Kota dengan tulisan Underpass Kartini berlatar ornamen warna-warni turut memperindah kolong tol Pondok Pinang - TMII

Taman Kota dengan tulisan Underpass Kartini berlatar ornamen warna-warni turut memperindah kolong tol Pondok Pinang – TMII (via tribunnews.com)

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan keberadaan lintas bawah Kartini berdampak signifikan dalam mengurai kemacetan di Lebak Bulus. Pihak Dishub telah melepas rambu lalu lintas di persimpangan, sehingga semua kendaraan tidak lagi terhambat traffic light. Dari arah barat ke timur dari semula antrian sepanjang 301 meter menjadi 28 meter. Dari arah barat ke selatan dari semula 215 meter menjadi 20 meter. Sementara dari timur ke barat dan utara semula 738 meter menjadi 36 meter. (Sumber : Pemerintah DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Sekilas Underpass Kartini

  • Dibangun sejak 9 Maret 2017, diresmikan pada 28 Februari 2018.
  • Dinding dibuat tampak bergelombang dan tidak dicat, dengan motif air mengalir dan ornamen Gigi Balang pada dinding pot tanaman pada sisinya.
  • Air mengalir, bermakna harapan agar lalu lintas dari arah Pondok Indah menuju Lebak Bulus lancar.
  • Tata cahaya artistik underpass Kartini makin cantik dengan adanya lampu yang dipasang di “atap” terowongan menambah keindahan di Simpang Kartini.
Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.