Ingin Foto Produk Handmade Anda Terlihat Bagus? Ikuti Tips-tips Ini


Halo Jakartans! Ada banyak hal yang harus Anda perhatikan ketika Anda meng-upload produk handmade (atau produk apapun) untuk dijual secara online. Salah satu hal yang sebenarnya sederhana tapi sangat penting (dan juga terkadang diabaikan atau diremehkan) adalah kualitas dari foto produk yang dijual.

Mengapa kualitas foto itu penting? Well, sederhana saja. Bayangkan Anda sedang belanja di sebuah toko baju. Hal pertama yang membuat Anda tertarik untuk melihat, memegang, sampai mencoba sebuah baju di dalam sebuah toko adalah penampilan visualnya. Dari jauh dan berada di tengah-tengah ribuan produknya sekalipun, asal produknya menarik, perhatian Anda pasti langsung tertuju ke sana. Ini juga berlaku di toko online. Foto produk Anda adalah hal pertama yang akan dilihat oleh calon pembeli Anda. Jadi, jika foto produk Anda sama sekali tidak menarik, maka calon pembeli Anda tidak akan mau repot-repot untuk melihat dan mencari produk Anda lebih jauh lagi (apalagi membeli).

Kualitas foto produk Anda menentukan ketertarikan minat pembeli

Kualitas foto produk Anda menentukan ketertarikan minat pembeli (via pixabay.com)

Selain menjadi hal pertama yang akan dilihat dan menarik perhatian calon pembeli Anda, foto produk merupakan satu-satunya cara untuk meyakinkan calon pembeli Anda secara visual. Misalnya, masih dengan contoh toko baju, ketika Anda tertarik pada sebuah baju, Anda tentu ingin mencoba langsung baju tersebut untuk memastikan apakah baju itu pas di badan, serta terlihat bagus dan cocok dengan penampilan Anda. Nah, di toko online, calon pembeli tidak bisa mencoba langsung barangnya. Memang, Anda bisa memasukkan deskripsi produk untuk memberikan gambaran, tapi sebuah foto yang bagus dan menyeluruh akan memberikan gambaran yang lebih jelas kepada calon pembeli Anda.

Terakhir, foto produk yang bagus, profesional, punya makna, dan dibuat dengan sungguh-sungguh tentunya bisa memberikan kesan atau citra yang positif pada toko dan/atau barang Anda, menyampaikan pesan atau cerita yang Anda ingin bawakan di barang dan/atau toko Anda, serta membuat calon pembeli yakin akan kualitas barang yang Anda jual dan kredibilitas Anda sebagai penjual. Sebaliknya, foto yang dibuat secara asal-asalan atau seadanya akan memberikan kesan bahwa produk Anda punya kualitas rendah, serta Anda akan memiliki citra atau kesan sebagai penjual yang tidak profesional dan malas.

Semua alasan itu juga tidak hanya teori saja. Berdasarkan data dari berbagai toko online, tergantung seberapa jauh peningkatan yang Anda lakukan terhadap kualitas foto produk Anda, tingkat konversi atau penjualan Anda bisa naik dari lima persen hingga 30 atau 40 persen hanya dengan peningkatan kualitas foto saja. Bahkan, perusahaan besar seperti Airbnb di masa awalnya (ketika baru delapan bulan berdiri) sempat mendapatkan peningkatan pendapatan hingga dua kali lipat (dari $200 ke $400 per bulan) hanya karena peningkatan kualitas foto produk (dalam bentuk kamar yang disewakan) yang ditampilkan di situs mereka.

Tapi, apakah untuk mengambil foto produk yang bagus Anda perlu sebuah studio foto super lengkap dengan kamera DSLR yang canggih? Tidak juga. Memang, semakin lengkap alat yang Anda miliki, semakin mudah pula cara mendapatkan foto produk yang punya kualitas tinggi. Tapi, asalkan Anda bisa memperhatikan aspek yang tepat ketika mengambil foto, Anda tetap bisa mendapatkan foto produk yang bagus meskipun dengan alat yang terbatas.

Sebelum mengambil foto…

Kenali dulu produk Anda sebelum Anda bahkan berpikir untuk memotretnya. Tapi “mengenali” di sini bukan sekedar tahu produk apa yang Anda punya, karena semua orang juga bisa melihat apa yang Anda jual secara kasat mata.

“Mengenali” produk di sini berarti tahu persis fungsi, penggunaan, dan target pasar produk Anda. Untuk siapa produk Anda dijual? Untuk laki-laki atau perempuan, untuk anak-anak, anak muda, atau orang dewasa, untuk bekerja, jalan-jalan/santai, atau keperluan lain, dan sebagainya. Mungkin Anda berpikir bahwa ini terlalu bertele-tele dan tidak perlu. Tapi, jika Anda tidak bisa mengenal produk Anda dengan baik, ada kemungkinan Anda akan mengambil foto yang tidak sesuai dengan target pembeli Anda, sehingga tas yang sebenarnya Anda peruntukkan untuk remaja wanita malah tidak menarik calon pembeli remaja wanita sama sekali.

Jadi, agar foto produk Anda menarik perhatian target pembeli yang tepat, pastikan Anda mengenal produk Anda dengan baik sehingga Anda bisa memotretnya dan menghasilkan foto produk yang sesuai dengan target pembelinya. Nah, setelah Anda tahu persis seperti apa produk Anda, Anda tinggal memperhatikan aspek-aspek berikut ini.

Buat produknya menonjol dengan latar yang tepat

Memilih latar belakang yang tepat untuk foto produk Anda sebenarnya gampang-gampang susah. Tampaknya memang mudah karena Anda tinggal meletakkan produk Anda di tempat tertentu. Tapi sebenarnya tidak semudah itu. Latar belakang yang Anda pilih harus bisa membuat produk yang Anda foto terlihat menonjol dan menjadi pusat perhatian di mata calon pembeli dan membuat mereka tertarik. Jadi, jika Anda memilih latar belakang yang salah, produk yang Anda foto bisa membaur dengan latar belakangnya dan tidak menjadi fokus dari foto tersebut.

Untuk latar belakang, prinsip yang paling utama yang harus diperhatikan adalah konsistensi, karena latar yang konsisten dan tidak berubah akan membantu calon pembeli untuk tetap fokus pada satu titik pada foto, yaitu produk Anda. Nah, pilihan yang paling mudah dan aman adalah menggunakan latar belakang yang polos dan berwarna netral, karena selain mudah dicari dan disiapkan serta konsistensinya dijamin, dengan latar belakang polos, Anda bisa memotret di dalam ruangan. Untuk membuat produk Anda menonjol, gunakan latar belakang yang terang untuk produk yang gelap, dan sebaliknya latar belakang yang gelap untuk produk yang terang. Beberapa benda yang bisa Anda gunakan sebagai latar antara lain kayu, karton atau kertas tebal, kain yang tidak berkerut/diseterika, dan sebagainya. Tapi, sebisa mungkin hindari menggunakan benda yang bisa ditemukan di mana saja seperti lantai, seprai, karpet, trotoar, dan semacamnya karena itu akan membuat foto produk Anda terkesan malas dan tidak profesional.

Tapi, bagaimana jika Anda harus atau ingin mengambil foto produk Anda di luar ruangan dengan latar belakang yang tidak polos karena alasan tertentu misalnya karena ukuran produknya besar, atau produk Anda diperuntukkan untuk keperluan tertentu di luar ruangan dan Anda ingin memperlihatkan bentuk dan tampilannya ketika digunakan untuk keperluan itu. Well, intinya tetap sama, yaitu konsisten dan bisa membuat produk yang kamu foto menonjol. Jadi, pastikan latarnya tetap konsisten dan tidak mengalihkan perhatian calon pembeli dari produk Anda. Dan jika Anda merasa latar belakangnya masih merusak fokus pada fotonya, Anda bisa memebuat latar belakangnya kabur atau blur melalui pengaturan kamera atau pengeditan. Tapi, apapun produk Anda, sebaiknya Anda tetap menyediakan foto dengan latar belakang polos, dan menggunakan foto dengan latar belakang luar ruangan sebagai tambahan.

Buat produknya “bersinar” dengan pencahayaan yang cukup

Setelah Anda memilih latar belakang yang tepat, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa Anda punya pencahayaan yang cukup untuk foto produk Anda. Pencahayaan yang buruk akan membuat foto produk Anda terkesan kurang menarik. Selain itu, pencahayaan yang buruk juga mungkin akan membuat warna produk Anda di dalam foto berbeda dengan yang sebenarnya, sehingga memicu keluhan dari pembeli dan merusak reputasi toko Anda. Jadi, ketika Anda mengambil foto produk, pastikan Anda mendapatkan sumber cahaya yang maksimal, tapi tidak berlebihan.

Sumber cahaya yang paling bagus untuk foto produk Anda adalah sumber cahaya alami atau sinar matahari. Jadi, pilihan paling bagus adalah memotret di luar ruangan. Tapi, pastikan sinar matahari yang Anda dapat terlalu berlebihan atau terlalu terik sehingga memunculkan bayangan yang tidak perlu. Jika Anda menggunakan sinar matahari, sebaiknya lakukan pemotretan di pagi hari, sore hari, atau di saat cuacanya cerah tapi berawan, karena sinar mataharinya tidak begitu terik.

Jika Anda ingin memotret produk Anda di dalam ruangan, sumber cahaya yang terbaik tetaplah sinar matahari. Artinya, sebaiknya potret produk Anda di dekat jendela agar Anda bisa mengakses sinar matahari. Lalu, jika mataharinya terlalu terik sehingga membuat bayangan, Anda bisa menggunakan kain putih untuk membaurkan sinar mataharinya.

Jika Anda sama sekali tidak bisa memanfaatkan sinar matahari untuk mendapatkan pencahayaan alami, Anda bisa menggunakan sumber cahaya buatan. Tapi sekali lagi, pastikan sumber cahayanya cukup terang. Jika produk Anda berukuran kecil, lampu meja belajar biasa mungkin cukup. Jika produk Anda berukuran besar, mungkin Anda perlu lampu yang lebih besar. Terakhir, sumber cahaya apapun yang Anda gunakan, jangan membuat produk yang Anda foto membelakangi cahaya, karena itu akan membuat produk yang difoto terlihat gelap.

Perlihatkan bentuk produknya sejelas mungkin dengan angle dan framing yang tepat

Setelah memilih dan memasang latar dan mendapatkan sumber cahaya yang cukup, sekarang Anda harus menentukan dari sudut atau angle mana Anda akan memotret produk Anda. Jika Anda bisa memotret produk Anda dari angle yang tepat, maka bentuk dari produk Anda akan terlihat jelas sehingga calon pembeli tahu persis seperti apa bentuk produk Anda sebenarnya, dan apa yang akan mereka beli. Sebaliknya, jika Anda memotret dari angle yang salah, bentuk produk Anda tidak akan terlihat dengan jelas, dan mungkin membuat calon pembeli yang kurang jeli tidak tahu bentuk produk Anda yang sebenarnya sehingga membuat mereka mungkin akan merasa membeli barang yang salah.

Bagaimana angle yang tepat tidaklah mutlak dan benar-benar bergantung pada jenis dan bentuk produk yang dipotret. Produk-produk yang permukaan depannya rata, memiliki penekanan pada bagian permukaan depan, atau tidak begitu perlu memperlihatkan atau memiliki dimensi seperti baju, lukisan, buku, dan semacamnya bisa dipotret tepat dari depan (eye level). Tapi produk seperti patung, lemari, dan produk lain yang dimensi keseluruhannya harus diperlihatkan harus dipotret dengan sudut sekian derajat dari samping. Jadi, cari tahu dari sudut mana produk Anda akan terlihat jelas dan tidak membingungkan calon pembeli yang melihat.

Kemudian, selain angle, pastikan produknya mengisi sebagian besar ruang fotonya (hampir full frame). Dengan begitu, fokus mata calon pembeli dijamin akan tertuju pada produk Anda. Sebaliknya, jika ada banyak ruang kosong di fotonya, produk Anda akan terlihat sedikit kurang menarik dan tidak begitu menonjol, apalagi jika latar yang Anda gunakan adalah latar yang tidak polos. Tapi ingat, isi hampir sebagian besar ruangnya, bukan seluruhnya. Jika Anda mengisi seluruh ruang fotonya, produk Anda juga mungkin akan terlihat kurang menarik.

Terakhir, ketika Anda memotret dengan kamera smartphone atau kamera yang fiturnya dan kemampuannya terbatas, sebaiknya jangan melakukan digital zoom, karena pada umumnya fitur tersebut akan melakukan zoom tanpa menyesuaikan resolusi, sehingga hasil foto akan buram ketika diperbesar secara digital.

Permanis dengan properti dan/atau model, tapi pastikan tetap relevan

Anda mungkin sempat berpikir untuk menggunakan model untuk foto produk baju Anda, atau menambahkan properti pemanis untuk mendampingi produk Anda di dalam foto. Pertanyaannya, apakah ini perlu dan/atau bisa dilakukan? Bisa-bisa saja, tapi sekali lagi, perhatikan jenis produk yang Anda jual.

Untuk penggunaan properti tambahan, pastikan properti yang Anda pilih memang relevan dan ada hubungannya dengan dengan produk yang Anda jual. Misalnya, jika Anda menjual rak kayu buatan tangan, Anda bisa meletakkan barang-barang yang memang akan diletakkan di rak tersebut (misalnya buku atau barang dekorasi). Kemudian, sekali lagi, pastikan produk yang Anda foto menonjol dan jadi perhatian atau fokus utama ketika dilihat oleh calon pembeli.

Untuk penggunaan model seperti pada produk pakaian, Anda mungkin sering melihat dua cara pemotretan yang berbeda : menyertakan kepala/wajah atau tidak menyertakan kepala/wajah modelnya. Untuk kedua cara, pastikan badan modelnya memang cocok menggunakan produk yang Anda jual dan foto sehingga produk Anda terlihat bagus. Tapi, jika Anda ingin memotret wajah modelnya (atau seluruh badan jika Anda memang menjual sebuah setelan atau gaun), pastikan modelnya terlihat percaya diri ketika menggunakan produk Anda, baik secara postur maupun ekspresi. Model yang terlihat percaya diri akan memperlihatkan bahwa produk Anda memang bagus dan nyaman dipakai.

Potret foto dengan ukuran sebesar mungkin

Ingat, foto produk Anda dibuat sebagus mungkin agar bisa menarik perhatian dan juga membuat produknya terlihat jelas sehingga calon pembeli bisa yakin membelinya. Nah, untuk membuat produknya terlihat jelas melalui foto, selain memotret dari angle yang tepat, Anda juga harus membuat foto dalam ukuran sebesar mungkin. Karena, jika foto produk Anda berukuran kecil, calon pembeli tidak akan bisa melihat produk Anda dengan jelas, sehingga mereka mungkin kurang yakin untuk membeli produk Anda, karena mereka tidak yakin dengan kualitasnya. Efeknya sampingnya akan lebih terasa terutama pada produk handmade yang memiliki detail rumit seperti perabotan dengan ukiran kayu dan semacamnya. Saking pentingnya ukuran gambar ini, masing-masing situs e-commerce bahkan menentukan aturan mengenai ukuran minimal foto produk yang bisa Anda pasang.

Untuk menghasilkan foto produk yang besar, Anda hanya perlu menggunakan resolusi terbesar pada pengaturan kamera Anda.

Pastikan kameranya diam

Bagaimanapun caranya, ketika Anda memotret dengan cara memegang kameranya dengan tangan, kamera tersebut pasti akan bergerak meskipun sedikit. Gerakan kecil seperti itu mungkin tidak begitu berpengaruh terhadap kamera yang canggih seperti kamera DSLR. Tapi, ketika Anda menggunakan kamera lain seperti kamera ponsel, gerakan kecil sekalipun akan terasa dan membuat foto yang Anda potret kabur atau blur.

Nah, agar kameranya tetap diam ketika Anda memotret produk, sebaiknya gunakan tripod. Atau, cari cara lain seperti diletakkan di sebuah dudukan buatan sendiri untuk membuat kameranya tetap diam. Potret lebih dari satu foto, dan jangan takut bereksperimen.

Oke, tadi kita menjelaskan kalau Anda perlu mencari angle terbaik dari produk Anda. Tapi, bukan berarti produk Anda cuma punya satu angle yang bagus, dan bukan berarti Anda hanya bisa memotret satu foto. Bahkan, sebaiknya Anda mengambil lebih dari satu foto dengan angle dan posisi yang berbeda. Dengan begitu, selain Anda punya foto dari berbagai sudut, Anda juga akan tahu angle mana saja yang bagus untuk produk Anda.

Tapi, jangan hanya berhenti di angle saja. Coba juga untuk mengubah sudut pencahayaan, posisi produk, latar, dan segala bentuk modifikasi yang bisa Anda coba. Memang, ini akan memakan waktu dan mungkin akan ada beberapa foto yang akhirnya tidak begitu bagus dan dibuang. Tapi, kalau Anda tidak mencoba, Anda mungkin tidak akan tahu cara dan pengaturan terbaik untuk memotret produk Anda. Cobalah semua kemungkinan.

Edit, tapi jangan berlebihan

Setelah Anda mendapatkan foto yang Anda inginkan, langkah terakhir yang bisa Anda lakukan adalah mengedit foto Anda yang sudah bagus sehingga menjadi lebih bagus lagi, atau menambahkan watermark agar foto Anda tidak dicuri oleh orang lain begitu saja.

Tapi, edit seperlunya saja. Jangan melakukan edit yang berlebihan sehingga bentuk dan warna produk yang ada di foto berubah dari yang sebenarnya. Biasanya Anda hanya perlu mengubah sedikit brightness dan contrast, cropping, dan mengkompres ukuran file fotonya. Sebaiknya jangan melakukan edit di luar dari itu.

Kemudian, untuk watermark dan semacamnya, sekali lagi, jangan berlebihan. Satu logo kecil transparan di bagian sudut foto sudah lebih dari cukup untuk memberikan identitas dan kepemilikan pada foto Anda. Jika Anda memasang watermark di tengah-tengah foto sehingga menimpa produknya, atau di seluruh foto, calon pembeli yang melihatnya akan merasa terganggu dan tidak bisa fokus melihat produk yang ada di dalam foto. Prinsip utamanya sederhana : jangan sampai watermark yang Anda pasang menutupi produk yang ada di foto dan lebih menonjol hingga mengalihkan fokus calon pembeli dari produk yang ada di foto.

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.