Ini Dia! Hyper’loak’mart Jembatan Item


Halo Jakartans! Jika ‘PI’ alias Plaza Indonesia dianggap pusat niaga berkelas, di Jatinegara Timur ada ‘JI’ alias Jembatan Item, pasar loak terbesar di Jakarta. Ratusan pedagang menggelar ‘koleksi’nya. Mulai jimat batu akik sampai gadget pilihan.

Sekitar tahun 2006 silam, pedagang barang-barang bekas, biasa disebut barang loakan, yang mangkal di sekitar Lapangan Jenderal Urip Sumohardjo, Jalan Matraman Raya digusur. Sebagian besar mereka pindah ke kawasan Jembatan Item yang memang sudah ‘dikuasai’ belasan ‘pengusaha’ sejenis. ‘Migrasi’nya lebih dari seratus pedagang loakan itu disambut baik warga sekitar. Tadinya lingkungan di sini termasuk sepi, tapi sekarang telah ramai.

Hal itu berdampak juga bagi rejeki para juru parkir di sini. Hari biasa mereka bisa dapat minimal Rp 30 ribu, Sabtu dan Minggu bisa tembus Rp 100 ribu. Sangat lumayan, karena banyak yang datang ke sini, warga kampung sekitar juga ikut menikmati cipratan rejeki. Mereka juga sering menyambi jualan rokok dan minuman ringan.

Deretan pedagang loak menjajakan barang dagangannya di Jembatan Item

Deretan pedagang loak menjajakan barang dagangannya di Jembatan Item (via republika.co.id)

Para pedagang loakan itu memenuhi sekitar Jembatan Item, halaman Masjid Nurul Islam hingga masuk ke Gang Kohen. Sebagian lagi berjejer ke arah mulut Jalan Jatinegara 1, Jakarta Timur.

Di hari biasa pasar loak ini cukup ramai, namun Sabtu – Minggu dan hari libur, terkadang pengunjungnya sampai berdesakan. Apalagi pas tanggal muda, lokasi parkiran sampai penuh.

Usaha mereka menempati lapak-lapak kecil di sisi jalan dan sisi kali. Namun lebih banyak yang hanya gelar dagangan diatas plastik bekas spanduk atau terpal. Mereka menyewa tempat di sana, dengan gelaran tentu tidak akan merepotkan bagi mereka karena tidak perlu bongkar pasang mengingat dagangan yang banyak.

Rata-rata pedagang di sana menempati lapak ukuran 2 x 2 meter. Mereka menjual beragam barang bekas, mulai jam tangan, ponsel, lukisan, alat cetak kue, sampai stik golf. Apa saja bisa dijual oleh mereka, soal harga, Anda bisa nego sampai mentok.

Selain membeli barang bekas dari orang yang datang, pedagang juga sering ‘hunting’ ke beberapa perumahan elit. Biasanya ada saja barang bekas yang dijual satpam, sopir atau pembantu rumah tangga. Ketimbang dibuang majikannya, seringkali langsung dijual ke para pedagang loak ini.

Salah satu lapak barang loakan di Jembatan Item, Jatinegara

Salah satu lapak barang loakan di Jembatan Item, Jatinegara (via republika.co.id)

Tidak ada patokan harga jika transaksi di sana. Satu jenis barang bisa tinggi harganya atau bahkan diobral murah sangat tergantung dari tawar menawar. Bocorannya, jika ingin dapat harga murah, bersikaplah seperti tidak butuh barang itu. Biasanya paling sedikit dalam sehari, pedagang loak bisa mendapatkan Rp 50 ribu.

Ada kabar miring yang menyebut, kawasan ini menjadi tempat copet dan maling ‘buang’ hasil kejahatannya. Terdapat kemungkinan barang yang dibeli kemudian dijualnya lagi itu adalah memang hasil kejahatan. Biasanya mereka jual batangan (tanpa kardus dan charger). Para pedagang loak tidak menampik hal ini, itu semua dikembalikan ke pribadi masing-masing, resiko ditanggung sendiri.

Berburu barang bekas di surganya, Jembatan Item

Berburu barang bekas di surganya, Jembatan Item (via republika.co.id)

Jika disimak, memang ada perbedaan. Pedagang loakan hampir 90 persen daganganya dalam kondisi rusak, sementara belasan pedagang ponsel jual ponsel bekas yang masih bisa digunakan. Mereka buka lapak dengan gelar terpal di sisi jalan atau pakai meja kecil.

Jembatan Item, Jalan Poncol, Senen dan Pasar Rumput, Manggarai memang menjadi bursa barang bekas di Jakarta. Jika beruntung, kita dapat barang atau spare part yang langka dengan harga murah.

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.