Inilah Resto Tanpa Daftar Menu


Halo Jakartans! Tampak dari luar, resto ini tertutup rapat. Interior didominasi kayu dan batu alam. Hanya ada beberapa kursi tinggi menghadap meja tinggi yang terlihat. Ternyata, di balik meja itulah Masayuki Tatemukai dan para chef Tatemukai menyiapkan sajian.

Masayuki Tatemukai, si pemilik resto adalah seorang chef dari Jepang. Dia pernah bekerja di salah satu resto Jepang di Menara Thamrin, Jakarta.  Kini dia membuka restoran sendiri di Grand Indonesia dengan namanya sendiri.

Makan di sini jangan mengharap mendapat buku menu. Tatemukai yang hanya menerima tamu berdasarkan pesanan tempat ini menyajikan masakannya sangat spesial. Chef akan memasak apa saja, dan para tamu tinggal duduk manis menerima semua masakan yang disajikan.

Untuk restoran sekelas ini, para tamu pun agaknya merasa tidak perlu tahu berapa harga sajian. Mayoritas jenis ikan yang biasa yang disajikan diimpor langsung dari Jepang. Harga sajian Tatemukai bisa mencapai Rp 1,5 juta per orang, atau tergantung jenis ikan yang ada. Salah satu sajian istimewa Tatemukai adalah shirako yaitu kantung sperma ikan cod.

Restoran Tatemukai di Grand Indonesia

Restoran Tatemukai di Grand Indonesia (via eliteaudioindonesia.com)

Cara penyajian di Tatemukai dikenal dengan sebutan Omakase, sajian terus mengalir. Sekitar 10-12 sajian hadir berurutan selama sekitar satu jam. Pertama, edamame (kedelai rebus) disuguhkan sebagai hidangan pembuka.

Sambil menikmati edamame, seorang chef beraksi mengiris tuna segar dan menyajikannya sebagai sashimi. Irisan tuna segar ini sudah diberi tauco Jepang dan minyak wijen, sehingga tidak perlu lagi dicocol dengan campuran kecap asin dan wasabi.

Sajian ketiga berupa salmon sushi yang dipanggang dengan besi panas. Ada lagi tuna tataki yang ditata di atas mangkuk berisi pecahan es. Irisan tuna tataki ini diaduk dengan potongan julienne jahe muda dan timun Jepang.

Hidangan selanjutnya adalah wagyu sushi yang kemudian di-panseared sebentar agar wagyu-nya mencapai tingkat kematangan medium. Kemudian menyusul daging sapi dan udang dicincang, lalu dibentuk seperti shrimp cake dibungkus nori.

Berikutnya muncul shimeji, sejenis jamur yang  digulung dalam selembar wagyu, lalu di-panfried. Perpaduan dua bahan yang menghasilkan tekstur dan citarasa yang sangat unik. Disusul telur ayam mentah dengan kaldu ayam dan potongan udang, dikukus satu menit saja.

Sajian lain dihadirkan ebi furai dan tuna maki yang digoreng tepung dan dibalut mayones. Kuliner ini ditutup dengan grilled sanma dan salmon-avocado sushi. Terakhir, sebagai pencuci mulut adalah kue moci dari teh hijau, dan greentea shaved ice.

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.