Intelligent Transportation System di DKI Jakarta


Halo Jakartans! Di resmikan 2011, Intelligent Transportation System (ITS) diharapkan menjadi solusi persoalan transportasi secara menyeluruh di Jakarta. Meski belum optimal, ITS menandai masa depan transportasi makro yang modern di DKI Jakarta.

Pertama kali dikembangkan di Jepang pada tahun 1970-an, ITS kemudian berkembang di Amerika dan Eropa. Saat ini, ITS telah diterapkan di berbagai kota-kota besar di Jepang, Singapura, Amerika, dan sebagian besar kota-kota besar di Eropa sebagai sistem manajemen transportasi yang handal.

Sederhananya, ITS merupakan penambahan dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi pada infrastruktur transportasi serta kendaraan. Tujuannya, meningkatkan keselamatan, mengurangi penggunaan kendaraan, konsumsi bahan bakar, dan lain sebagainya. Model pelaksanaan ITS terkoordinasi dalam Traffic Management Center atau TMC. TMC inilah pusat dari sistem manajemen transportasi dimana informasi lalu lintas pada jaringan transportasi dikumpulkan dan digabungkan dengan data operasional dan pengaturan lainnya sekaligus menyediakan informasi bagi pengguna jalan.

Ruang pusat komando manajemen lalu lintas milik Dishub DKI Jakarta

Ruang pusat komando manajemen lalu lintas milik Dishub DKI Jakarta (via tribunnews.com)

TMC menjadi titik fokus mengkomunikasikan informasi mengenai transportasi ke media dan khayalak umum. Di sinilah, berbagai pihak dapat berkoordinasi menanggapi situasi kondisi lalu lintas. TMC juga terhubung dengan berbagai infrastruktur lalu lintas seperti kamera CCTV, Car Counter, lampu pengatur lalu lintas dan sebagainya. Semua berfungsi sebagai pemantauan dan pengaturan lalu lintas.

DKI Jakarta mulai mengadaptasi ITS sejak 2011. Pusat kendalinya berada di gedung dinas teknis lantai 16 Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat. Menurut Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, keberadaan ITS menjadi bagian dari grand design model transportasi makro di DKI Jakarta. Kemacetan lalu lintas merupakan masalah utama yang terjadi di DKI Jakarta saat ini dan ITS menjadi salah satu upaya untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas.

Belum maksimal

DKI Jakarta mengaplikasikan ITS pada beberapa sistem, diantaranya sistem GPS pada taksi, GPS pada bus TransJakarta, Area Traffic Control System (ATCS), Traffic Management Center, serta E-Toll Card untuk transaksi pembayaran di jalan tol.

Sistem GPS pada taksi telah dioperasikan beberapa operator taksi di DKI Jakarta. Blue Bird salah satunya. Aplikasi tersebut dilakukan untuk keperluan taxi dispatch dan taxi distribution. Selain taksi, hampir seluruh bus TransJakarta saat ini sudah dilengkapi dengan sistem GPS ini.

ATCS, digunakan DIshub sebagai sistem kendali lalu lintas di persimpangan. Setidaknya ada sekitar 305 titik persimpangan. Namun baru sekitar 71 yang terintegrasi dengan ATCS. Sistem ini mengintegrasikan waktu siklus untuk mengatur lalu lintas. Nantinya semua simpang akan diintegrasikan dengan sistem otomatis yang modern untuk mengatur siklusnya.

Ruang komando ini juga sebagai sentral pengatur kamera CCTV yang tersebar di penjuru jalanan ibu kota

Ruang komando ini juga sebagai sentral pengatur kamera CCTV yang tersebar di penjuru jalanan ibu kota (via tribunnews.com)

Sementara pada TMC, saat ini beberapa instansi di DKI Jakarta telah menerapkan sistem pemantau lalu lintas ini, seperti kepolisian, Bappeda DKI Jakarta, Jasa Marga, dan pihak swasta lainnya termasuk instansi media dalam memberikan pantauan lalu lintas di ibu kota.

Untuk E-Toll Card saat ini juga sudah diimplementasikan oleh Jasa Marga pada ruas jalan tol di Jabodetabek. Sistem ini bertujuan untuk mempercepat transaksi pembayaran di gardu tol dengan sistem touch and go. Rencana Dishub kedepannya adalah mengembangkan aplikasi-aplikasi lainnya untuk menyempurnakan sistem dan memaksimalkan pelayanan. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.