Jakarta 112 : “Tombol Panik” Agar Warga Tidak Panik


Halo Jakartans! Sejak meluncur pada 2016 lalu, layanan call center Jakarta Siaga 112 sudah banyak bertransformasi. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, 112 dijadikan sebagai “nomor sakti” yang siap membantu warga DKI kapan pun membutuhkan layanan yang bersifat darurat selama tujuh hari – 24 jam.

Seperti diketahui, layanan Jakarta Siaga 112 merupakan akses yang sudah terintegrasi dengan 14 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Jakarta. Keberadaan layanan ini memudahkan warga DKI, karena tak lagi dipusingkan mengingat bermacam nomor darurat antar instansi Pemprov DKI.

Seiring berjalannya waktu, kini layanan 112 sudah mulai melayani berbagai macam layanan. Salah satu yang kini sedang digencarkan adalah untuk pengaduan terhadap perempuan dan anak yang telah disinergikan bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

“Saat ini kita sudah tambah dengan layanan untuk pengaduan kekerasan pada perempuan dan anak. Ini sebenarnya sudah mulai berjalan sejak Desember 2017 lalu, tapi memang saat itu belum sekencang kemarin-kemarin. Jadi sebagai informasi saja, kini 112 juga sudah menerima pengaduan kekerasan untuk perempuan dan anak,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Jupan Royter.

Dengan adanya layanan ini, masyarakat bisa dengan mudah untuk melaporkan bila melihat adanya tindak kekerasan terhadap perempuan atau anak di lingkungan sekitarnya. Jupan berharap dengan adanya integrasi layanan tersebut bisa menekan angka kekerasan di Jakarta, terutama bagi kaum perempuan dan anak.

Layanan 112 diharapkan menjadi pertolongan pertama pada persoalan bencana atau kegawatdaruratan warga di Jakarta, mulai kebakaran hingga penanggulangan kekerasan terhadap perempuan dan anak

Layanan 112 diharapkan menjadi pertolongan pertama pada persoalan bencana atau kegawatdaruratan warga di Jakarta, mulai kebakaran hingga penanggulangan kekerasan terhadap perempuan dan anak (via femaleradio.co.id)

Untuk update inovasi dan layanan lain yang akan mulai digulirkan pada tahun 2019 ini, menurutnya sudah ada beberapa hal yang direncanakan. Mulai dari pembuatan sistem quality assurance 112 dengan menggunakan aplikasi berbasis website untuk memantau dan menilai keseluruhan personil serta perangkat yang ada pada unit-unit pelaksana teknis (UPT) sampai peningkatan pelayanan 112 dengan menggunakan aplikasi “panic button“.

Secara terpisah, Kepala UPT Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI M. Ridwan S, mengatakan bila untuk rencana aplikasi panic button saat ini sedang terus dikembangkan. Sementara untuk target, diharapkan bisa mulai diimplementasikan mulai 2019 ini.

Namun demikian, Iwan menjelaskan bahwa memang masih ada beberapa hal yang harus disiapkan sebelum aplikasi panic button nantinya bisa bekerja dan berjalan sesuai fungsinya. “Untuk layanan panic button menjadi salah satu target inovasi kami di 2019, aplikasi ini nanti tinggal di unduh melalui smartphone dari Playstore. Tapi namanya inovasi dalam hal layanan tetap perlu persiapan, mulai dari sumber daya manusianya (SDM) sampai perubahan regulasi,” kata pria yang akrab disapa Iwan ini.

Perubahan regulasi menurut Iwan dilakukan karena adanya pergeseran fungsi pada pelayanan. Bila sebelumnya semua layanan disediakan secara gratis, namun karena menggunakan aplikasi yang harus diunduh, maka warga DKI harus berbayar, dalam hal ini pulsa atau kuota internet. Karena itu dibutuhkan regulasi atau perubahan regulasi mengenai layanan.

“Mungkin akan ada perubahan di Pergubnya, karena sebenarnya kita sediakan gratis, tapi masyarakat yang menggunakan tetap kena dari sisi kuota internet. Kalau untuk layanan baru seperti pengaduan Perempuan dan Anak sudah berjalan, tapi memang jumlahnya kalau diakumulasi belum sebanyak jenis pengaduan lain,” ucap Iwan. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

 

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.