Jakarta Islamic Centre, Pusat Peradaban Baru di Ibukota


Halo Jakartans! Berdasarkan SK Gubernur No. 6485 / 1998, Lokasi Resosialisasi (Lokres) Kramat Tunggak secara resmi ditutup sejak 31 Desember 1999. Sebagai gantinya Pemprov DKI Jakarta membangun Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta atau lebih dikenal dengan nama Jakarta Islamic Centre (JIC).

Informasi dari Sekretariat JIC, tiga fungsi JIC dalam bentuk fisik sebenarnya sudah ada. Namun, ada beberapa fungsi JIC yang belum bisa berjalan. Tiga fungsi JIC meniru apa yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam membangun kota Madinah. JIC juga diharapkan bisa melaksanakan kegiatan peribadatan, mengembangkan ilmu, dan melakukan bisnis dalam satu area.

Nantinya JIC ini akan dilengkapi dengan sekolah kejuruan dengan sistem boarding school, sekarang masih dalam tahap regulasi. Jika sudah ada payung hukumnya, sekolah SMK Informatika ini akan diperuntukkan untuk anak kurang mampu. Jadi, sekolah SMK di sini gratis untuk anak miskin.

Masjid Jakarta Islamic Centre di Kramat Tunggak, Jakarta Utara

Masjid Jakarta Islamic Centre di Kramat Tunggak, Jakarta Utara (via suaramasjid.com)

JIC juga berencana untuk menghadirkan Museum Islam di area JIC. Gedungnya sudah ada dan tinggal artefaknya. Untuk persiapan museum ini, JIC sempat melakukan studi banding ke beberapa museum di luar negeri di antaranya Museum Luvre di Paris, Perancis.

Sebagai sebuah pusat pengembangan Islam, setiap harinya JIC selalu dipenuhi dengan jadwal kegiatan yang cukup padat. Mulai kegiatan rutin mingguan seperti kuliah Ahad Dhuha, hingga kegiatan seminar atau diskusi yang sesuai dengan perkembangan permasalahan di masyarakat. Berhubungan dengan masjid-masjid di dalam negeri maupun luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam juga merupakan salah satu kegiatan yang ada di JIC.

Oase Islami

Berada di JIC, selain bisa merasakan luasnya area yang tertata rapi, pengunjung JIC juga bisa merasakan aktivitas islami. Setiap hari, usai sholat zuhur hingga sore menjelang, geliat JIC semakin terasa. Kegiatan di masjid rutin dihadirkan para ulama yang memberikan tausiah kepada seluruh jamaah yang melakukan sholat ibadah lima waktu. Bukan hanya dengan kegiatan ibadah, untuk memperluas wawasan, dengan membaca buku di perpustakaan juga menjadi daya tarik warga sekitar JIC.

Komplek Jakarta Islamic Centre di Koja, Jakarta Utara

Komplek Jakarta Islamic Centre di Koja, Jakarta Utara (via contractorkubahmasjid.com)

Ruang perpustakaan berpendingin dengan koleksi buku agama yang lengkap bisa menjadi tujuan tersendiri. Selain itu bagi masyarakat yang ingin mendidik anak-anaknya membaca Al-Qur’an, JIC punya Taman Pendidikan Al-Qur’an untuk anak usia dini.

Para ahli agama yang mengisi kegiatan di JIC tidak hanya pandai menyejukkan hati melalui siraman rohani, tapi juga mewariskan ilmu falaq yang kian hari semakin langka peminatnya. Untuk itu, JIC memiliki kelas khusus untuk menjadi ahli ilmu falaq atau mendalami astronomi. Sementara itu, jika ada masyarakat yang ingin mengetahui bagaimana adab dalam memotong hewan kurban secara syar’i, JIC berpengalaman dalam memberikan pengetahuan mengenai adab memotong hewan tersebut.

Desain megah ruangan dalam masjid Jakarta Islamic Centre

Desain megah ruangan dalam masjid Jakarta Islamic Centre (via islamic-center.or.id)

Rencana lain ke depannya, JIC juga akan membuka program wisata islami dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah Islam, khususnya yang ada di Jakarta Utara. Selain itu, daya tarik kawasan JIC juga menjadi pilihan tersendiri karena tersedia sarana dan prasarana yang memadai. Seperti sarana wisma yang ada di JIC hingga saat ini bisa dimanfaatkan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain untuk melakukan pendidikan dan pelatihan. JIC dilengkapi juga dengan sebuah Convention Hall yang bisa menampung hingga 1.000 orang. Untuk mendukung syiar agama, JIC memiliki radio komunitas yang dapat dinikmati oleh warga sekitar JIC. Ke depan, JIC juga berencana melakukan syiar agama melalui layanan live streaming.

Kehadiran JIC tak sekadar mengubah sejarah kelam menjadi putih atau hanya mendirikan bangunan masjid nan megah. JIC diharapkan menjadi salah satu simpul pusat peradaban Islam di Indonesia dan Asia Tenggara yang menjadi simbol kebangkitan Islam di Asia dan Dunia. Ciri peradaban yang dimaksud adalah dengan adanya kelengkapan fasilitasi fungsi-fungsi kemakmuran masjid yang terdiri dari fungsi peribadatan, fungsi kediklatan, dan fungsi perdagangan, atau fungsi bisnis. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.