Jakarta Smart City : Sensing, Understanding, and Acting


Halo Jakartans! Prinsip dasar dari kinerja sebuah kota pintar terletak pada bagaimana mengetahui permasalahan kota secara real time (seketika) dan mengatasinya secepat mungkin. Sensing (mendeteksi), understanding (memahami), dan acting (melakukan aksi) menjadi konsep mendasar dari kota pintar.

Hal itu diungkap oleh pakar smart city yang juga guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Suhono Harso Supangat. DKI Jakarta menurut Suhono, memiliki tantangan tersendiri dalam implementasi konsep smart city untuk mengelola kotanya. “Manusia, penggunaan teknologi, serta tata ruang adalah kuncinya. Masalah manusia dan tata ruang ini yang harus mendapat perhatian dari Pemda DKI. Anak kecil dikasih smartphone tidak lantas kita sebut anak pintar kan,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pada tahun 2020 jumlah penduduk Jakarta akan mencapai 16 juta. Laju pertumbuhan penduduk di DKI mencapai 3,7 persen per tahunnya. Karena itu, Jakarta harus mencari konsep smart city yang sesuai dengan kondisi dan permasalahan yang dihadapi dan membangun infrastruktur yang pintar untuk mengatasinya.

“Kita bisa mencontoh negara seperti Jepang yang setidaknya memiliki 12 program smart city. Yakni kota kesehatan, kota pendidikan, kota berkelanjutan, kota industri, dan masih banyak lagi,” kata Suhono. Kota Yokohama, lanjut Suhono, dikembangkan menjadi kota berkelanjutan. Berpenduduk 3,5 juta jiwa, Yokohama, memiliki proyek pembangunan infrastruktur untuk memfasilitasi renewable energy dalam skala besar. Termasuk mentransformasi kota menjadi rendah karbon.

Keniscayaan

Di masa depan, Smart City merupakan sebuah keniscayaan. Data BPS pada 2008 menunjukan, lebih dari separuh populasi Indonesia merupakan penduduk daerah urban. Pada 2025, diperkirakan populasi penduduk daerah urban mencapai 67,5 persen. Bahkan sejak 2010 hingga 2025, populasi penduduk kota terus meningkat 5,89 persen atau diatas rata-rata pertumbuhan populasi nasional sebesar 1,17 persen.

Semakin meningkatnya jumlah penduduk, berimbas pada beragam problematika perkotaan yang kian kompleks. Karena itu, keberadaan teknologi yang dapat meningkatkan pelayanan dan kualitas hidup warga kota menjadi sangat penting.

Tak hanya di Jakarta, sejumlah kota di Indonesia kini bergerak ke arah yang sama. Sebuah program kota yang pintar dalam mengelola berbagai persoalan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki. “Pada dasarnya banyak sekali kota yang ingin menerapkan konsep kota pintar ini. Yang sedang kami lakukan adalah mengukur kematangan sejumlah kota termasuk Jakarta,” kata pakar smart city Suhono Harso Supangat. Beberapa kota lain yang tengah mengembangkan konsep kota pintar diantaranya adalah Surabaya, Bandung, Balikpapan, dan Makassar.

Jakarta telah menerapkan konsep kota pintar alias Smart City

Jakarta telah menerapkan konsep kota pintar alias Smart City (via jakarta.go.id)

Kota Surabaya bisa dibilang menjadi salah satu rujukan penerapan konsep smart city yang cukup ideal saat ini. Pada 2011 lalu, kota ini meraih predikat smart city award untuk smart living, smart environment, dan smart governance. Kota Surabaya dinilai mampu mengaplikasikan penggunaan teknologi dan komunikasi untuk mengurai berbagai persoalan khas urban, seperti transportasi, kependudukan, dan lingkungan. “Semua sistem untuk administrasi kependudukan, pelayanan publik, sampai penerimaan murid dan pemantauan kemacetan berbasis teknologi,” kata Suhono.

Kota lainnya adalah Bandung. Beberapa yang sudah diterapkan di kota ini adalah kartu parkir berbayar yang mampu memantau pendapatan daerah dari sektor ini. Bandung juga melengkapi kotanya dengan penyediaan wi-fi di ruang-ruang publik. Pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan pelayanan publik serta smart government dengan basis data digital pada setiap dinas dan mengurangi penggunaan kertas dengan beralih pada penggunaan sistem informasi yang lebih ramah.

Dari Indonesia timur, Makassar juga tengah merintis jalan menuju smart city dengan menerapkan smart hospital untuk mendeteksi keberadaan pasien, mengaplikasikan smart parkir dan fitur-fitur pendukung seperti fitur pengisian bahan bakar dan masih banyak lagi.

Kota lainnya adalah Balikpapan, yang punya ambisi besar dalam implementasi smart city dalam menjawab tantangan persoalan perkotaan mereka. Balikpapan menyediakan akses internet di lebih dari 1000 titik di berbagai wilayah. Sebuah pusat data (data center) yang digadang terbesar di Indonesia juga dibangun di kota tersebut. Program smart city Balikpapan akan mengarah pada kota cerdas dengan berbasis teknologi dan kreatifitas digital. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.