Jejak Arab dan Melayu di Jakarta


Tari Zapin Betawi

Halo Jakartans! Bagi masyarakat Betawi, tari Zapin disebut Japin. Sementara di pulau Sumatera, tari ini lebih dikenal dengan nama Zapin. Masyarakat Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu menyebutnya Satu, diambil dari bahasa Arab Alif. Kemudian, masyarakat Sumatera Selatan menyebutnya dengan Jippeng, Sulawesi Tenggara dengan Balumpa, Nusa Tenggara dikenal dengan Dana-dani, terakhir Maluku disebut Jepen.

“Julukan Bedana terdapat di Lampung, sedangkan di Jawa umumnya menyebut Zafin. Masyarakat Kalimantan cenderung memberi nama Jepin, di Sulawesi Selatan disebut Jippeng,” kata penata tari Zapin Tom Ibnur di Jakarta, belum lama ini.

Menurut pria bernama lengkap Arison Ibnur Ibrahim ini, tari Zapin telah memberikan kontribusi terhadap dunia tari di Indonesia. Meskipun, tari ini hanya memberi pengaruh pada gerak dan musik. Tari asal Arab ini menyesuaikan dengan budaya khas daerah masing-masing di Indonesia.

“Di berbagai daerah tari Zapin telah berubah. Walaupun, ada yang berkembang di kalangan Arab Indonesia. Namun, tari ini telah berubah dari asal muasalnya. Tari Zapin di Pulau Sumatera tentu berbeda dengan tari Zapin di Jawa. Ada sedikit perbedaan dalam gerakan tarinya,” kata Tom.

Zapin terus berkembang di Indonesia terutama di wilayah-wilayah yang dihuni oleh Suku Melayu. Kendati begitu, tari-tari ini berkembang sesuai dengan kekhasan daerah masing-masing. Dahulu, penari Zapin merupakan pria. Namun, seiring dengan perkembangan Zapin, tari ini juga melibatkan perempuan di beberapa daerah.

Tari Zapin ditampilkan sebagai tarian hiburan istana dan menggunakan alat musik gambus dan marwas

Tari Zapin ditampilkan sebagai tarian hiburan istana dan menggunakan alat musik gambus dan marwas (via cintaindonesia.web.id)

“Tak heran jika Indonesia adalah negara yang memiliki banyak tari Zapin. Tari Zapin dikenal sebagai tari pergaulan, jadi pada saat tampil nanti tidak akan ada jarak antara penampil dan penonton, supaya rasa pergaulan dari tari Zapin bisa betul-betul muncul. Zapin dapat juga dijadikan sarana pergaulan yang dapat tumbuh dan saling mengikat secara emosi antara pulau dan provinsi di Indonesia,” ujar Tom.

Zapin sendiri terdiri dari dua jenis, yakni Zapin Arab yang mengalami perubahan secara lamban, dan masih dipertahankan oleh masyarakat turunan Arab dan Zapin Melayu yang ditumbuhkan oleh para ahli lokal, dan disesuaikan dengan lingkungan masyarakatnya. “Kalau Zapin Arab hanya dikenal satu gaya saja, maka Zapin Melayu sangat beragam dalam gayanya. Begitu pula sebutan untuk tari tersebut tergantung dari bahasa atau dialek lokal di mana dia tumbuh dan berkembang. Sebutan Zapin umumnya dijumpai di Sumatera Utara dan Riau, sedangkan di Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu menyebutnya Satu diambil dari Alif,” ucap Tom.

Etnomusikolog Rizal Siagian mengatakan musik yang yang mengiringi tari Zapin pun berkembang di dunia musik pop. Bahkan, penyanyi pop asal Malaysia Siti Nurhaliza melantunkan “Cindai” dengan tari Zapin. “Lebih dari 25 tahun musik Zapin dibawakan oleh penyanyi terkenal seperti Rinto Harahap, Iyeth Bustami, dan Siti Nurhaliza. Lagu “Laksamana Raja Dilaut” yang dibawakan Iyeth Bustami dipadukan dengan musik dangdut,” kata Rizal.

Zaffan

Tari Zapin berasal dari perkataan Arab yaitu “Zaffan” yang artinya penari dan “Al-Zafn” yang artinya gerak kaki. Tarian ini berasal dari peranakan Arab dan diketahui berasal dari Yaman. Pada awal abad ke-16, tarian ini kemudian merebak ke negeri-negeri sekitar Johor, seperti Riau, Singapura, Sarawak, dan Brunei Darussalam.

Zapin merupakan sebuah arti dari pergerakan kaki cepat mengikuti rentak pukulan

Zapin merupakan sebuah arti dari pergerakan kaki cepat mengikuti rentak pukulan (via poskotanews.com)

Zapin masuk ke Nusantara sejalan dengan berkembangnya agama Islam sejak abad ke 13 Masehi. Kesenian yang dibawa para pendatang tersebut kemudian berkembang di kalangan masyarakat pemeluk agama Islam, sekarang kita dapat menemukan Zapin hampir di seluruh pesisir Nusantara, seperti : pesisir timur Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau. Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung. Jakarta, pesisir Utara – Timur dan Selatan Jawa. Nagara, Mataram, Sumbawa, dan Merauke.

Seluruh pesisir Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Ternate, dan Ambon. Sedangkan di negara tetangga terdapat di Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.