Jenis-jenis E-commerce atau Toko Online Populer di Indonesia


Halo Jakartans! E-commerce atau toko online sekarang ini adalah sebuah peluang bisnis yang menguntungkan untuk para penjual dan pembeli, termasuk di usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dengan adanya e-commerce, penjual bisa menjual barangnya dalam jumlah yang lebih banyak, secara meluas, dan dengan lebih mudah. Di sisi lain, pembeli bisa mencari dan membeli barang dengan lebih mudah dan biasanya dengan harga yang lebih murah.

Ragam jenis Toko Online di Indonesia

Ragam jenis Toko Online di Indonesia (via pixabay.com)

Sekarang ini, di internet ada beberapa jenis toko online, dan tiap jenis memiliki mekanisme dan keunikannya masing-masing. Nah, Anda yang belum familiar atau tidak bisa membedakan jenis-jenis toko online ini mungkin sering bingung ketika menggunakan sebuah layanan toko online tertentu. Kesannya mungkin sepele. Tapi, jangan sampai Anda menggunakan model toko online yang salah dan malah menderita kerugian, baik secara materi, tenaga, maupun waktu.

Karena itu, kali ini kita akan membahas beberapa jenis e-commerce yang ada di Indonesia.

1. Classified / Iklan Baris

Toko online yang berupa situs classified atau iklan baris, sesuai namanya, adalah situs yang memungkinkan penjual menjual barang layaknya memasang iklan di sebuah koran. Mekanisme penjualannya cukup mudah. Penjual yang ingin menjual barang tinggal memasukkan informasi mengenai barang yang dijual sebaik mungkin (misalnya harga, foto, deskripsi), serta mencantumkan metode transaksi yang ditentukan sesuai keinginan. Ketika calon pembeli tertarik atau ingin memesan barang, dia harus langsung menghubungi penjual yang menjual barang tersebut, serta melakukan transaksi langsung dengan sang penjual, tanpa melibatkan pengelola situs sama sekali.

Nah, karena proses transaksinya sama sekali tidak melibatkan pengelola situs, baik penjual mau pembeli rawan akan penipuan. Karena itu, baik penjual maupun pembeli harus lebih berhati-hati ketika hendak melakukan transaksi. Selain itu, meskipun menjual secara online, proses transaksi yang terjadi di situs classified sebenarnya masih manual atau tidak otomatis. Artinya, Anda tetap harus menerima pesanan, menghitung biaya pemesanan, mengirimkan detail pemesanan dan pembayaran, menunggu dan mengkonfirmasi pembayaran, dan terakhir baru mengirimkan barang ke pembeli layaknya Anda memasang sebuah iklan di koran.

Tidak hanya itu. Karena mirip dengan iklan koran, kebanyakan situs classified biasanya tidak didedikasikan untuk jenis produk tertentu. Artinya, semua orang bebas menjual jenis produk apapun, mulai dari aksesoris hingga rumah, dari barang baru hingga barang bekas atau second. Jadi, jenis produk yang ada dijual di situs ini sangatlah luas, dan mungkin terlalu luas untuk Anda yang menjual produk-produk unik atau specialty seperti produk kerajinan tangan. Tapi, bukan berarti Anda sama sekali tidak bisa mencoba untuk berjualan di situs ini.

Beberapa situs classified populer yang ada di Indonesia adalah OLX Indonesia, Jualo, dan FJB Kaskus.

2. Marketplace C2C

Sama seperti situs classified, di situs marketplace, semua orang bisa menjadi penjual. Mekanisme menjualnya juga kurang lebih sama. Penjual yang ingin menjual cukup memasukkan barang yang ingin dijual beserta informasi lengkapnya. Nah, yang membedakannya adalah, pada situs marketplace, transaksi atau pembayarannya dilakukan melalui rekening bersama milik pengelola situs, dan baru akan diserahkan ke penjual jika pembeli mengkonfirmasi penerimaan barangnya. Uang pembeli juga bisa dikembalikan jika transaksi dibatalkan atau barang dikembalikan. Dengan kata lain, secara keseluruhan proses transaksi yang terjadi di situs marketplace online jauh lebih aman daripada situs classified. Selain itu, karena difasilitasi oleh pengelola situs, penjual tinggal menerima pesanan, menunggu pembayaran, lalu mengirim barang. 2 langkah lebih cepat daripada proses transaksi di situs classified.

Contoh situs yang paling populer untuk model ini adalah Tokopedia dan Bukalapak. Tapi, sama seperti situs classified yang disebutkan di atas, kedua situs marketplace tersebut, dan kebanyakan situs marketplace populer di Indonesia, menjual hampir segala jenis produk, hanya saja kebanyakan produk yang dijual di marketplace online biasanya adalah produk baru. Bagaimanapun, jika jenis produk yang dijual luas, penjual yang menjual barang-barang unik atau specialty mungkin tetap kesulitan untuk menjajakan produknya.

Tapi, bukan berarti tidak ada marketplace yang dibuat secara khusus untuk produk tertentu. Zalora misalnya, memiliki marketplace yang ditujukan hanya untuk produk fashion atau pakaian saja. Lalu, di Ratakan juga menyediakan marketplace untuk Anda yang ingin menjual dan/atau membeli produk-produk digital.

3. Toko online Business to Customer (B2C)

Toko online Business to Customer adalah toko online yang dibuat dan dikelola sendiri oleh pemilik toko tersebut. Kalau Anda memang punya dan bisa menyediakan produk dalam varian dan jumlah yang banyak, Anda bisa mempertimbangkan membuat situs sendiri. Memang, Anda pada awalnya harus mendedikasikan banyak waktu dan mungkin sumber daya untuk memikirkan sebuah sistem yang rapi dan cocok serta membangun situsnya dari nol. Tapi, jika situsnya sudah jadi, Anda bisa membuat semua proses penjualan dan transaksi secara otomatis layaknya situs marketplace online, dan bebas mengendalikan dan mengubah toko online Anda sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasar.

Selain itu, jika Anda kesulitan membuat situs toko online sendiri, Anda bisa menggunakan layanan seperti Sirclo dan Shopify untuk membuat situs toko online dengan cepat menggunakan sistem yang sudah siap digunakan. Tapi pada akhirnya Anda tetap harus meluangkan waktu dan sumber daya jika Anda memang perlu melakukan modifikasi yang sesuai dengan keinginan.

Untuk segi pengelolaan, Anda memang punya kuasa sebesar-besarnya untuk mengatur situs toko online Anda. Tapi, secara promosi dan pemasaran, Anda mungkin harus berusaha sedikit lebih keras agar toko online Anda bisa ditemukan oleh calon pembeli, karena satu-satunya yang melakukan pemasaran adalah Anda sendiri, beda dengan marketplace yang proses pemasarannya bisa dibantu oleh pengelola situs.

4. Toko online media sosial

Pada dasarnya, toko online media sosial adalah toko online yang dibuat di situs-situs media sosial. Media sosial yang paling banyak digunakan untuk toko online adalah Facebook dan Instagram.

Media sosial mungkin merupakan tempat yang bagus untuk menjual dan membeli barang karena pembelinya sudah ada di media sosial tersebut dan tinggal didekati. Tapi, karena bercampur dengan konten-konten lain, produk Anda juga akan tercampur meskipun Anda sudah menggunakan hashtag atau apapun yang membuat produk Anda lebih mudah ditemukan. Jadi, bagi penjual, promosi dan pemasarannya mungkin tidak semudah yang Anda kira. Lalu bagi pembeli, proses mencari produknya mungkin tidak begitu nyaman (mungkin saja ketika mencari produk kerajinan tangan dengan hashtag #handcraft, Anda malah menemukan foto seseorang yang memamerkan tes kerajinan yang baru dia beli).

Karena itu, karena tidak dibuat untuk jual beli, membuka toko di media sosial tidak akan mengotomasi apapun, atau dengan kata lain, tidak bisa disebut membuka toko online. Jika Anda ingin membuat informasi produk yang rinci, berarti Anda harus mengetikkan harga, deskripsi, kategori, ciri-ciri, spesifikasi, dimensi atau ukuran, serta detail lain produk Anda secara manual. Itu berarti tiga hingga empat langkah memasukkan informasi produk Anda akan memakan waktu lebih lama dibandingkan situs toko online B2C atau marketplace online.

Selain itu, sama seperti situs classified, proses dan pembukuan transaksi juga harus dilakukan secara manual, yang seperti kita sebut di atas, dua langkah lebih lama daripada situs B2C atau marketplace. Pada akhirnya, satu-satunya keunggulan toko media sosial adalah pemasarannya lebih mudah, dan memang hanya di situ peran media sosial : sebagai tempat untuk promosi dan pemasaran.

 

 

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.