Jepret-jepret Pakai Handphone


Halo Jakartans! Keterbatasan alat tidak harus menjadi kendala utama. Itulah ide awal komunitas pecinta fotografi yang hanya mengandalkan kamera handphone ini.

Jangan jadikan keterbatasan penghambat untuk berkarya atau berkreasi. Kalau kita memiliki niat kuat dan mau berusaha, apa pun yang dikerjakan pasti menghasilkan suatu yang dibanggakan.

Dalam dunia fotografi pun demikian, walaupun cuma pakai kamera handphone, tapi kalau kita memang melakukannya dengan penuh minat, kita pasti akan bisa menghasilkan karya seni tinggi.

Harap diingat bahwa belajar fotografi tidak harus memiliki peralatan yang serba mahal. Tidak wajib memiliki kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex), flash ataupun lensa-lensa yang panjang dan besar.

Kita juga bisa menghasilkan sebuah karya foto yang menarik, meski dengan alat foto seadanya.

Seperti yang telah dilakukan Komunitas Fotografi Ponsel (Kofipon), kendati mereka tidak memiliki kamera DSLR serta perangkat pendukung lainnya, mereka tetap bisa menghasilkan foto-foto istimewa. Karena hal utama dalam mempelajari fotografi bukan tergantung pada alat yang dipakai, tetapi tergantung pada bagaimana seseorang bisa menciptakan komposisi gambar yang bagus.

Komunitas Kopifon sering mengadakan event sosialisasi kepada publik tentang memotret dengan kamera ponsel yang baik

Komunitas Kopifon sering mengadakan event sosialisasi kepada publik tentang memotret dengan kamera ponsel yang baik (via tribunnews.com)

Komunitas ini berdiri pada tahun 2009 oleh Beni Sjamsuddin Toni. Saat itu, Beni yang kebetulan memiliki hobi fotografi, ternyata harus menerima kenyataan bahwa dirinya belum bisa memiliki kamera SLR, kamera yang umum digunakan oleh fotografer profesional pada saat itu.

Tidak berputus asa, ia pun nekad menggunakan kamera handphone untuk menyalurkan hobi “jeprat-jepret”nya itu. Setelah dicoba, ternyata hasilnya cukup bagus.

Akhirnya, pada tanggal 17 September 2009, ia pun mencoba membentuk sebuah komunitas fotografi handphone melalui situs jejaring sosial ternama. Ternyata peminatnya cukup banyak.

Buktinya, saat ini jumlah orang yang bergabung dengan Kofipon tercatat sudah mencapai ribuan orang.  Di instagram sendiri telah memiliki 147.000 lebih pengikut. Tidak hanya itu, Kofipon pun saat ini telah memiliki beberapa cabang di kota-kota besar Indonesia, seperti Medan, Pekanbaru, Semarang, dan lainnya.

Alasan terbentuknya komunitas ini, adalah untuk mewadahi orang-orang yang ingin belajar fotografi namun belum memiliki peralatannya.

Menurut Beni, menggunakan kamera ponsel ternyata memiliki banyak keuntungan, selain lebih murah, ternyata menggunakan kamera ponsel lebih praktis dan simpel, berbeda jika menggunakan kamera DSLR yang dinilai lebih berat dan memakan tempat.

Namun diakui Beni, menggunakan kamera handphone memang memiliki kekurangan, selain kurang sensitif terhadap cahaya, kamera handphone juga masih banyak yang memiliki pixel yang rendah. Tetapi kekurangan itu , justru membuat member Kofipon menjadi kreatif untuk menyiasatinya.

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.