JSC, Jakarta in Your Hand


Halo Jakartans! Melalui Jakarta Smart City, setiap warga jakarta dapat mengakses informasi apa saja yang dibutuhkan segera. Sementara itu, tugas Pemprov DKI Jakarta adalah menyiapkan dan menyediakan informasi data yang dibutuhkan warga tersebut secara akurat dan tepat.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun telah menyiapkan layanan berkualitas dan kecepatan transfer data yang tinggi kepada masyarakat Jakarta. Portal Jakarta Smart City, dengan beragam aplikasinya diharapkan mampu menjawab tuntutan masyarakat yang haus akan informasi tersebut.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jakarta Smart City menyebut pihaknya ingin memberikan informasi sebaik-baiknya kepada warga Jakarta melalui telepon pintar yang mereka miliki. Setiap informasi yang dibutuhkan warga Jakarta,  dihadirkan hanya dalam genggaman tangan semata (in your hand). Sehingga, masyarakat Jakarta tidak perlu lagi repot-repot mendatangi kantor Kelurahan untuk memperoleh informasi tersebut.

Feeding Informasi

Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, setiap informasi yang dibutuhkan masyarakat langsung didekatkan melalui perangkat telepon pintar. Tak jarang, ketika seseorang mendekati kawasan perbelanjaan, langsung muncul informasi toko-toko yang menyediakan diskon di kawasan tersebut. Begitupun dengan Pemprov DKI, tidak menutup kemungkinan akan melakukan hal yang sama yakni mendatangkan informasi langsung ke tangan warganya.

Saat ini, warga yang terlibat memanfaatkan portal Jakarta Smart City, sudah cukup tinggi. Begitu pun dengan beberapa aplikasi di dalamnya, seperti laporan Qlue yang mencapai 300 ribu dengan 50 ribu user aktif pada 2016. Aplikasi lainnya adalah perpustakaan digital, cukup banyak menyedot pengunjung juga serta beberapa aplikasi lainnya seperti Waze, dan sebagainya.

Konsep dasar Jakarta Smart City

Konsep dasar Jakarta Smart City (via jakarta.go.id)

Salah satu yang disorot Pemprov DKI Jakarta, Jakarta Smart City menerapkan Citizen Relationship Management (CRM). CRM berfungsi bagaimana Pemprov DKI mengelola warganya. Sehingga, setiap pengaduan masyarakat itu bisa bermanfaat bagi pemerintah maupun bagi masyarakatnya itu sendiri.

Setiap kanal-kanal pengaduan akan diintegrasikan menjadi satu pintu saja sehingga bisa menjadi sumber data yang bisa menjawab keluhan masyarakat. Selain itu, CRM pun bisa membuat profil warga Jakarta dengan keluhan yang disampaikan, sehingga Pemprov DKI bisa melakukan hal preventif sebelum keluhan itu disampaikan.

Selama ini kanal pengaduannya sendiri-sendiri, ada SMS, Qlue, Email, Media Sosial, dan lainnya. Bisa jadi, orang melaporkan via SMS, Facebook, padahal masih itu-itu juga. Dengan CRM ini, dapat direkam jadi sumber data, sehingga bisa menjawab keluhan masyarakat.

Smart City adalah solusi dan pelayanan bagi permasalahan warga

Smart City adalah solusi dan pelayanan bagi permasalahan warga (via jakarta.go.id)

UPT Jakarta Smart City telah menyediakan berbagai aplikasi dengan berkolaborasi bersama para startup dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang lebih banyak dari tahun ke tahun. Maka, Jakarta Smart City harus bisa menjawab ekspektasi masyarakat yang semakin meninggi tersebut. Telah diprogramkan juga berbagai hal seperti Jakarta One Card, Smart Park, Smart Building, Smart Light, Smart PKL, CCTV Online, dan sebagainya.

Transaksi Satu Kartu

Untuk Jakarta One Card misalnya, kartu multifungsi yang bisa digunakan berbagai macam transaksi non tunai telah disiapkan Jakarta Smart City bersama dengan instansi lainnya. Banyaknya jumlah penduduk Jakarta yang mencapai 9 juta jiwa, membuat JSC harus menyiapkan big data sebaik mungkin. Sebab, contohnya, jika setiap penduduk Jakarta melakukan transaksi 4-5 kali setiap harinya, maka akan ada 40 juta transaksi yang harus terekam dengan baik. Terlebih, Jakarta One Card itu memiliki beragam benefit yang bisa digunakan oleh warga.

Jakarta One Card ini terintegrasi dengan Jakarta Smart City, terutama dari sisi datanya. Diperlukan environment big data supaya data masuk bisa tersimpan dengan baik untuk di analisis. Contoh, Kartu Jakarta Pintar, dulu sempat dipakai untuk membeli berbagai barang yang bukan kebutuhan untuk sekolah, disalahgunakan untuk peruntukkannya. Hal ini bisa dideteksi lebih awal. Ketika orang mau nge-tap KJP, langsung muncul di sistem, peringatan atau alert langsung muncul ketika KJP disalahgunakan.

Permasalahan yang kerap dihadapi di masyarakat Jakarta

Permasalahan yang kerap dihadapi di masyarakat Jakarta (via jakarta.go.id)

Dengan big data tersebut Pemprov DKI pun bisa melakukan prediksi kecenderungan warga Jakarta ke depannya seperti apa. Seperti saat pagi hari, pengunjung museum di Jakarta lebih didominasi orang tua dan Pemprov DKI akan menyiapkan program museum yang baik untuk orang tua tersebut. Bisa juga, dengan Jakarta One Card itu, Pemprov DKI memberikan benefit berupa diskon untuk penggunanya. Tentunya perwujudan Jakarta One Card itu harus melibatkan banyak pemangku kepentingan (stake holder) seperti pihak bank untuk pembayaran. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.