Kapan Anda Memerlukan Asuransi Jiwa?


Pentingnya Asuransi Jiwa sebagai perlindungan masa depan bagi orang terdekat Anda

Pentingnya Asuransi Jiwa sebagai perlindungan masa depan bagi orang terdekat Anda (via pixabay.com)

Halo Jakartans! Ada baiknya pula sebelum kita memulai ulasan ini, dapat disampaikan bahwa asumsi dasar yang banyak dianut oleh perencanaan keuangan di Indonesia adalah profil berikut : masyarakat kelas menengah, keluarga muda, tinggal di kota besar (10 kota terbesar), berpendidikan tinggi, berpenghasilan tetap dan memiliki pos-pos rumah tangga yang relatif tetap dari bulan ke bulan, dalam kondisi kesehatan standar yang relatif baik, serta memiliki lifestyle relatif homogen.

Mengacu pada profil di atas, kelima penanda bahwa Anda membutuhkan polis asuransi jiwa adalah :

1. Anda sudah menikah dan memiliki tanggungan

Mutlak Anda perlu suatu polis asuransi untuk menjamin kelangsungan aspek finansial keluarga Anda jika Anda telah menikah dan memiliki tanggungan. Tanggungan yang dimaksud adalah pasangan, terlepas dari kemandiriannya secara finansial, dan anak-anak Anda.

Berapa besar pertanggungan yang Anda perlukan sebagai perlindungan? Itu lain cerita dan membutuhkan suatu kalkulasi terpisah yang harus dilakukan dengan seksama. Namun bisa dikatakan setidaknya Anda butuh pertanggungan sebesar 80% dari biaya hidup Anda saat ini dikalikan 200 (dengan asumsi dasar tingkat suku bunga bersih setelah pajak dari deposito perbankan adalah 6% per tahun).

Jadi jika biaya hidup Anda saat ini Rp 10 juta, maka kebutuhan pertanggungan Anda sesuai formula yang amat dasar ini adalah 80% x Rp 10 juta x 200 = Rp 1,6 milyar. Tentu ini belum akurat dan Anda perlu lakukan kalkulasi lebih akurat, baik anda lakukan sendiri maupun dengan bantuan Perencana Keuangan Profesional.

2. Anda belum menikah, namun memiliki tanggungan

Bisa saja Anda masih sendiri, belum menikah. Tetapi bukan tidak mungkin Anda masih menanggung orang tua Anda. Atau menanggung adik Anda yang berselisih usia cukup jauh dengan Anda. Atau keponakan Anda. Atau mungkin Anda memiliki anak-anak asuh. Siapapun mereka, cukup jelas alasan bahwa pada situasi ini Anda membutuhkan pertanggungan asuransi jiwa dengan jumlah yang memadai. Untuk apa? Untuk memastikan jika terjadi sesuatu dengan Anda maka orang-orang yang Anda tanggung tersebut dapat tetap menjalani hidup mereka sebagaimana layaknya saat ini.

Berapa besarnya? Kalkulasi kasar di atas dapat dijadikan pegangan dasar. Apa lagi yang diperlukan? Suatu surat wasiat atau testamen yang dengan jelas menyebutkan bahwa manfaat asuransi yang akan diperoleh jika Anda sudah tiada, akan dialokasikan persis sesuai dengan kehendak dan rencana yang Anda buat saat ini. Anda dapat membuat testamen ini dengan bantuan Perencana Keuangan profesional dan disahkan oleh notaris yang berwenang. Tidak sulit kok.

3. Anda memiliki kewajiban yang bisa dipindahtangankan

Sederhana saja : Siapa yang tidak punya kartu kredit? Atau bahkan kredit lainnya seperti KPR atau KPM? Fungsi asuransi kredit adalah untuk memastikan saat terjadi sesuatu dengan Anda maka keluarga atau pihak yang Anda tinggalkan tidak memperoleh warisan masalah finansial.

Untuk kredit terstruktur, seperti KPR atau KPM, umumnya sudah dikenakan asuransi jiwa kredit yang diatur oleh bank di awal masa perjanjian kredit Anda. Namun untuk kredit yang bersifat revolving (tarik – setor – pakai dan seterusnya) seperti kartu kredit, tidak dijamin oleh asuransi serupa. Juga kredit konsumsi seperti halnya Kredit Tanpa Agunan (KTA). Ada baiknya jika Anda memiliki kartu kredit dan KTA, Anda memiliki perlindungan Asuransi Jiwa tambahan, di luar dari asuransi jiwa untuk kedua poin di atas, yang khusus Anda alokasikan untuk melindungi dampak finansial sekiranya Anda sudah tidak ada lagi. Mengapa? Karena terdapat klausula umum kredit yang memungkinkan kewajiban pelunasan tersebut dipindahtangankan ke ahli waris Anda (transferable obligation).

Preminya cukup murah dan umumnya dikenakan sebesar pemakaian kredit Anda dikali suatu faktor. Namun ada baiknya Anda memiliki asuransi terpisah. Sehingga jika terjadi resiko, maka sebagian bisa dipakai untuk membayarkan saldo kredit Anda yang tersisa, dan jika ada kelebihan maka bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain dari ahli waris Anda.

4. Anda sedang merintis sesuatu yang Anda tidak ingin dihentikan begitu saja

Anda tengah merintis sesuatu bersama pasangan Anda, atau bersama putra-putri Anda yang beranjak dewasa, atau bahkan dengan sahabat Anda sebagai persiapan pensiun. Begitu indah dan penuh harapan. Tentu perlu kerja keras dan stabilitas di awal masa merintis ini. Apa jadinya jika terjadi sesuatu pada Anda? Bukan cuma rintisan ini kehilangan Anda dalam bentuk pemikiran dan spirit usaha, namun juga ada kemungkinan goncangan finansial yang bisa berakibat rintisan ini gulung tikar.

Pada titik ini Anda memerlukan venture assurance, berupa asuransi jiwa yang khusus Anda alokasikan manfaatnya untuk kelangsungan dari rintisan Anda tersebut. Tentu asuransi ini di luar dari kebutuhan asuransi jiwa untuk poin-poin yang sudah dibahas di atas.

Berapa besarnya? Kalkulasi kasar yang dapat dijadikan pegangan adalah senilai kontribusi modal Anda dikalikan dua. Ini untuk memastikan modal yang Anda tanamkan tidak tersedot saat Anda tiada, dan kontribusi lanjutan yang telah direncanakan pun tetap dapat direalisasikan sekalipun Anda sudah tiada.

Apa lagi yang diperlukan? Suatu surat wasiat atau testamen yang dengan jelas menyebutkan bahwa manfaat asuransi yang akan diperoleh jika Anda sudah tiada, akan dialokasikan persis sesuai dengan kehendak dan rencana yang Anda buat saat ini. Tentu Anda dapat membuat testamen ini dengan bantuan Perencana Keuangan profesional dan disahkan oleh notaris yang berwenang.

5. Anda memiliki rencana masa depan yang harus berjalan (estate plan)

Anda berencana menikahkan putera puteri Anda, menunaikan Ibadah Haji, Membeli Rumah Masa Depan untuk masa pensiun Anda, menyekolahkan putera puteri Anda ke Luar Negeri dan sebagainya. Bahkan rencana yang lebih jauh seperti mendirikan sekolah bagi kaum dhuafa, membuat Rumah Amil Zakat, atau mendirikan perpustakaan dan Balai Pengobatan Dhuafa. Sangat mulia dan membutuhkan dana yang direncanakan sejak hari ini secara konsisten.

Lalu apa jadinya jika mendadak terjadi resiko atas diri Anda? Hampir pasti akan ada gangguan atas rencana tersebut bahkan tidak terlaksana. Apa solusinya?

Sama seperti uraian di atas, pada titik ini Anda memerlukan Estate Planning Insurance yang mirip dengan Venture Assurance. Suatu asuransi jiwa yang khusus Anda alokasikan manfaatnya untuk kelangsungan dari rintisan Anda tersebut. Tentu asuransi ini di luar dari kebutuhan asuransi jiwa untuk poin-poin yang sudah dibahas di atas agar tidak mengganggu kehidupan serta hak-hak dari keluarga dan ahli waris Anda.

Berapa besarnya? Kalkulasi kasar yang dapat dijadikan pegangan adalah senilai jumlah yang Anda butuhkan saat rencana tersebut Anda eksekusi. Misalkan untuk naik haji dan menyekolahkan anak memerlukan nilai Rp 200 juta, maka senilai inilah yang Anda perlukan untuk memastikan rencana Anda tidak terganggu jika Anda tiada, atau setidaknya memudahkan penerus Anda untuk merealisasikan rencana yang sudah Anda buat dan rintis sejak hari ini.

Apa lagi yang diperlukan? Suatu surat wasiat atau testamen yang dengan jelas menyebutkan bahwa manfaat asuransi yang akan diperoleh jika Anda sudah tiada, akan dialokasikan persis sesuai dengan kehendak dan rencana yang Anda buat saat ini. Tentu Anda dapat membuat testamen ini dengan bantuan Perencana Keuangan profesional dan disahkan oleh notaris yang berwenang.

Selamat merencanakan keuangan Anda dengan bantuan produk Asuransi Jiwa yang sesuai… Psssst… kami bukan jualan atau mempromosikan Asuransi lho!!

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.