Kapan Kartu Kredit Dibutuhkan?


Halo Jakartans! Di aspek perencanaan keuangan, terdapat tiga poin penting utama yang sering dibahas yakni : masalah kartu kredit, memilih kendaraan investasi individual, dan memulai merencanakan keuangan untuk diri sendiri dan keluarga. Dan memang ketiganya adalah topik paling relevan dalam perencanaan keuangan di mana pun. Untuk kali ini, ijinkan kami mengulas topik mengenai kartu kredit, karena masih ada banyak salah pengertian mengenai instrumen keuangan yang satu ini.

Kartu kredit, sebagaimana namanya adalah instrumen keuangan bagi individu yang bersifat pemberian kredit konsumsi dengan plafon kredit tertentu, dan media penarikan kartu elektronik. Tentu definisi ini sudah menjadi pengetahuan umum. Namun, berapa banyak yang sudah memahami fungsinya dalam konteks perencanaan keuangan? Tahukah Anda bahwa kartu kredit dapat kita kategorikan sebagai instrumen manajemen resiko dan instrumen manajemen likuiditas?

Kartu Kredit, perlu atau tidak?

Kartu Kredit, perlu atau tidak? (via pixabay.com)

Pada kondisi kita di jaman modern ini, menurut kami amat tidak bijaksana jika kita mengharamkan kepemilikan kartu kredit atau alergi dengan penggunaan kartu kredit. Mengapa? Terlalu banyak potensi resiko finansial (terutama jangka pendek dan terkait masalah likuiditas) yang dapat diatasi dengan kartu kredit. Uang Anda banyak di bank dan ada keperluan mendadak, misalkan si kecil panas dan harus dibawa ke Rumah Sakit. Tentu dibutuhkan deposit, dan cukup besar, misalkan Rp 10 juta. Tentu dalam keadaan seperti ini merepotkan jika kita terlalu mengandalkan ketersediaan uang tunai. Kartu kredit menjadi solusi praktis dan cepat untuk hal serupa.

Pada prinsipnya, ada tiga keadaan dimana kartu kredit dibutuhkan atau dapat diandalkan sebagai instrumen yang menguntungkan :

  • Keadaan darurat.
  • Manfaat promosional.
  • Bundled offer.

Keadaan darurat, sudah sedikit kita ulas di atas. Umum disampaikan bahwa kartu kredit amat bermanfaat pada kondisi darurat, terutama menyangkut situasi darurat di Rumah Sakit. Untuk itu, amat penting bagi kita untuk mengalokasikan satu kartu kredit yang tidak pernah digunakan, khusus untuk kepentingan emergency ini. Sehingga, saldo kartu kredit tersebut utuh dan tidak menghambat saat dibutuhkan. Ada baiknya setahun satu-dua kali kita gunakan kartu tersebut untuk pembelanjaan dengan nilai kecil untuk memastikan tidak ada masalah dengan kartu kredit Anda. Misalkan senilai lima puluh ribu rupiah untuk belanja keperluan sehari-hari di supermarket. Tentu Anda tidak menginginkan bukan saat Anda memerlukan jasa kartu kredit Anda, justru tidak dapat digunakan karena ada masalah dengan bank penerbitnya?

Manfaat promosional. Ini sudah mulai banyak dilihat oleh pengguna kartu kredit yang matang dan penuh perhitungan. Ada ratusan penawaran promosional yang ditawarkan oleh penerbit kartu kredit dengan maksud menarik orang untuk mempergunakan kartu kredit tersebut atau berpindah dari kartu kredit lain. Bagi para pengguna yang sudah terdaftar pun, penawaran serupa digunakan untuk merangsang penggunaan kartu secara aktif dan agresif. Di sini masalahnya, kemampuan kita untuk mempergunakan kartu secara bijak dan dewasa amat dibutuhkan.

Seorang kawan kami yang berprofesi selaku eksekutif di suatu bank, tentu banyak melakukan janji lobi via makan siang atau kongkow dengan prospek bisnisnya. Untuk keperluan tersebut, dia mempercayakan pembayaran melalui dua kartu kredit tertentu karena memberikan diskon yang signifikan atas restoran dan cafe yang sering digunakannya untuk menjamu relasi dan prospek bisnisnya. Demikian disiplinnya sehingga kedua kartu kredit itu hanya digunakan untuk hal tersebut dan langsung melakukan pembayaran atas penggunaan kartunya. Ia pun pernah memperoleh hadiah sebuah telepon seluler karena penggunaan kartunya yang aktif. Aktif, namun menguntungkan dan bijaksana. Manfaat lain? Tentu ada. Pernahkan Anda membandingkan beberapa penawaran 12 bulan 0% melalui katalog kartu kredit? Hanya jika Anda benar-benar memerlukan barang yang ditawarkan tersebut, Anda layak pertimbangkan penawaran serupa. Karena meringankan dan bisa jadi Anda memperoleh harga yang lebih murah ketimbang membayar tunai. Tidak percaya? Silakan diperbandingkan dengan seksama dan dipertimbangkan dengan bijak.

Bundled offer. Ini serupa dengan manfaat promosional di atas, namun ada sedikit perbedaan, yaitu di aspek eksklusivitas. Yang umum diberikan adalah manfaat asuransi (baik asuransi jiwa dan asuransi perjalanan), executive lounge, dan travel benefit. Contoh, profil seseorang yang memiliki keharusan melakukan perjalanan dinas dan bisnis. Dan ini tercium oleh sebuah bank penerbit kartu kredit yang menawarkan kartu kredit dengan manfaat eksklusif yang hanya bisa diperoleh melalui kartu kredit tersebut. Orang tersebut memiliki privilege untuk aplikasi asuransi jiwa atas resiko kecelakaan dan asuransi perjalanan dinas yang amat sangat baik dengan premi yang luar bisa ringan dan proses yang mudah. Manfaat lounge di hampir semua bandara yang orang tersebut gunakan atau singgahi pun dapat dinikmati dengan mudah. Dan, sejumlah travel benefit seperti priority check in di sejumlah chain hotel, rent-a-car, dan ruang pertemuan bisnis. Ini adalah contoh manfaat bundled offer yang luar biasa. Dan, tentu saja kartu kredit itu akan menjadi andalan saat orang tersebut bepergian, dan hanya digunakan untuk perjalanan dinas atau bisnis (terutama saat ke luar negeri dimana harga-harga relatif lebih mahal dari di Indonesia).

Demikian beberapa hal yang kami harap dapat mencerahkan Anda semua mengenai penggunaan kartu kredit. Jangan alergi dengan kepemilikan dan penggunaan kartu kredit. Alergilah dengan mental konsumtif kita dan perilaku penerbit kartu kredit yang memancing kita untuk mengumbar perilaku konsumtif kita melalui aneka penawaran dan kemudahan semu di kartu kredit yang ditawarkan ke kita.

 

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.