Kenali Manggar atau Kembang Kelapa pada Adat Betawi


Mengenal Manggar dalam Tradisi Budaya Betawi

Halo Jakartans! Kelapa diartikan sebagai buah yang sarat akan manfaat. Tak ada yang luput dari tiap bagiannya. Begitulah kemudian masyarakat Betawi memaknai kembang kelapa atau manggar dalam tradisi budaya mereka sebagai sebuah cerminan dari filosofi hidup masyarakat Betawi.

Kembang Kelapa atau disebut juga Manggar, termasuk dalam salah satu dari delapan ikon Betawi yang sudah ditetapkan melalui peraturan Gubernur DKI Jakarta sebagai ikon Budaya Betawi bersama dengan ondek-ondel, baju kerancang, baju sadariah, gigi balang, batik betawi, bir pletok, dan kerak telor.

Sebagai bagian dari ikon budaya Betawi, penempatan kembang kelapa ini sebagai dekorasi statis yang wajib ada di samping kanan dan samping kiri pintu masuk gedung-gedung atau pun instansi-instansi Pemprov Jakarta. Termasuk juga pada sisi kanan dan kiri pelaminan pada masyarakat Betawi dan juga hiasan statis pada ruang aula atau auditorium untuk seminar-seminar maupun diskusi publik.

Kembang Kelapa atau Manggar yang diletakkan di ruang tengah sebagai dekorasi

Kembang Kelapa atau Manggar yang diletakkan di ruang tengah sebagai dekorasi (via sewabusanabetawi.blogspot.com)

Dalam tradisi masyarakat Betawi, penggunaan kembang kelapa biasanya dipakai sebagai umbul-umbul hiasan. Salah satunya digunakan dalam adat seserahan atau disebut juga sebagai kenang-kenangan. Seserahan ini biasanya dilakukan menjelang hari pernikahan dimana pihak laki-laki akan memberikan sejumlah barang-barang perlengkapan kepada calon mempelai perempuan.

Saat tradisi seserahan, kembang kelapa biasanya dibawa oleh iring-iringan pengantin laki-laki. Dibuat dengan menggunakan kertas atau plastik warna-warni yang digunting-gunting kemudian dililitkan pada lidi menggunakan lem. Karena dibuat warna-warni sehingga cukup semarak.

Bagi masyarakat Betawi, kelapa itu memiliki makna yang lebih dari sekedar buah. Kelapa itu adalah buah yang bermanfaat, mulai dari pohon, buah, daun, bahkan kelapa yang sudah tua sekalipun bisa menjadi tunas baru yang menumbuhkan pohon kelapa baru.

Makna Kelapa

Keberadaan pohon kelapa juga mewakili unsur fleksibilitas masyarakat Betawi, dimana mereka mampu hidup membaur dan terbuka dengan suku bangsa lain dan para pendatang. Saling berinteraksi, lihat saja pohon kelapa yang bisa tumbuh di mana saja, mau itu dataran rendah, dataran tinggi, di laut, atau di gunung sekalipun. Masyarakat Betawi juga meyakini sumber air tertinggi yang diciptakan oleh Tuhan ada di pohon kelapa tersebut.

Dengan semua pemaknaan tersebutlah, membuat umbul-umbul kembang kelapa banyak dimanfaatkan dalam ragam aktifitas seni budaya maupun kegiatan-kegiatan masyarakat Betawi. Kalau dalam umbul-umbul seserahan yaitu agar keluarga yang terbentuk nanti benar-benar dapat membawa manfaat.

Ragam aplikasi ornamen kembang kelapa atau manggar

Ragam aplikasi ornamen kembang kelapa atau manggar (via gunaghina.blogspot.com)

Secara umum, penggunaan kembang kelapa atau manggar sebagai sebuah ikon budaya Betawi mewakili sejumlah perilaku, pemikiran dan laku hidup baik secara pribadi maupun dalam bermasyarakat dari masyarakat Betawi itu sendiri dan juga masyarakat Jakarta. Sebagai sebuah ikon, manggar melambangkan kemakmuran, sifat kebermanfaatan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan di dunia, serta keterbukaan masyarakat Betawi terhadap berbagai budaya yang dibawa pendatang ke Jakarta. Manggar juga mencerminkan makna multikultural budaya yang hidup dan berkembang di Jakarta.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melalui Pergub Nomor 11 Tahun 2017 menetapkan manggar sebagai satu dari 8 Ikon Budaya Betawi. Pergub tersebut juga merinci sejumlah hal teknis termasuk jumlah kembang kelapa yang ada pada tiap penyangga yang berjumlah antara 60 hingga 75 batang. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.