Kencan Di Museum Yuk!


Halo Jakartans! Sosok Museum Fatahillah memang beda dengan museum kebanyakan. Bangunan bekas balai kota berumur 300 tahun itu justru diminati anak muda. Bahkan mereka datang bersama pasangan menikmati lorong dan ruang sambil bergandeng tangan.

Selain disebut Museum Fatahillah, gedung tua di Jalan Fatahillah No.2, Jakarta Barat itu juga kerap disebut Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia. Bangunan seluas 1.300 meter persegi itu di bangun pentolan penjajah Belanda, Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn sebagai Balai Kota.

Bentuk bangunannya menyerupai Istana Dam di Amsterdam. Gedung itu memiliki bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

Selain  bangunan megah ini, ada tiga gedung di sekitarnya yang juga dijadikan museum, yaitu Museum Wayang, Museum Keramik dan Museum Bank Indonesia. Kawasan yang kini lebih akrab dengan sebutan Kota Tua itu memang cukup menarik untuk disinggahi.

Museum Fatahillah kini ramai dikunjungi oleh kaum muda

Museum Fatahillah kini ramai dikunjungi oleh kaum muda (sportourism.id)

Tiket masuk Museum Fatahillah relatif murah, mungin lebih mahal bayar parkirnya. Pengunjung dewasa dibandrol Rp 5.000 dan anak-anak hanya Rp 2.000. Ada dua pantangan bagi pengunjung, dilarang menyentuh dan memotret koleksi museum. Justru dua pantangan itulah yang digemari pengunjung.

Tidak ada teguran apalagi larangan petugas atas pelanggaran itu. Hampir semua sudut museum menjadi obyek dan latar belakang foto. Mereka yang penasaran leluasa memegang beberapa koleksi. Memang tidak tampak petugas, jadi seakan tidak ada yang melarang.

Bangunan museum terbagi dua lantai, ruangan bawah tanah, halaman depan dan belakang yang luas. Di lantai bawah dipajang beragam keramik, patung lambang VOC, batu-batuan penemuan arkeologi, gerabah, prasasti dan patung-patung.

Di sudut lain ada replika kebudayaan Jakarta, seperti dapur tradisional betawi, warung rokok, becak dan gerobak bakso. Di lantai atas, terdapat koleksi furnitur peninggalan Belanda yang masih kokoh dan indah.

Meja, kursi, tempat tidur, lukisan, pajangan semua lengkap tersaji di sini. Banyak tangga atau jalan yang menghubungkan lantai atas dengan bawah, cukup menarik menelusurinya.

Beberapa jendela besar dengan daun jendela warna hijau menjadi tempat favorit sejoli berkencan. Mereka berdiri memandang keluar halaman gedung, sementara tangan pria merangkul erat pinggang pasangannya.

Mereka asyik kencan, tidak perduli banyak mata memandang ulahnya. Mereka menikmati pemandangan alun-alun luas dipenuhi pelancong tua dan muda. Mungkin pasangan itu belum tahu, alaun-alun itu menjadi tempat hukuman mati di jaman Belanda.

Taman Fatahillah sering menjadi tempat bagi pasangan memadu kasih

Taman Fatahillah sering menjadi tempat bagi pasangan memadu kasih (via kumparan.com)

Menurut sejarah, tanah lapang di depan museum itu menjadi saksi bisu dari pelaksanaan eksekusi hukuman gantung bagi ribuan orang Cina yang terlibat dalam pemberontakan terhadap pemerintah Belanda pada tahun 1740. Melalui jendela itulah para pimpinan Belanda memberikan perintah untuk menjalankan hukuman mati di tengah lapangan tersebut.

Di halaman belakang terdapat meriam si Jagur yang dianggap keramat. Di sini juga terdapat patung Dewa Hermes, yaitu anak dewa Zeus dalam mitologi Yunani. Patung perunggu ini berbentuk seorang pria sedang berlari, bertumpu pada salah satu kaki bersayapnya, membawa tongkat bersayap yang dililit oleh dua ekor ular.

Di halaman belakang yang teduh ini belasan pasangan muda tampak asyik duduk berdua di bawah pohon, di teras, dan sudut teduh lain.

Meriam Si Jagur di pojok halaman belakang menjadi idola pengunjung berfoto. Mereka berpose di dekat meriam, bahkan menungangi benda bersejarah itu. Katanya kurang afdol kalau datang ke sini tapi tidak mengambil foto di dekat meriam.

Berwisata ke Museum Fatahillah itu murah meriah. Tempatnya enak dan nyaman buat ngobrol bersama pasangan. Tak heran kini makin banyak pasangan sejoli yang memanfaatkan Museum Fatahillah menjadi ajang kencan murah meriah.

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.