Keren! Co-working Space Jakarta Creative Hub

Sebarkan artikel ini :

Memberdayakan Masyarakat Produktif

Halo Jakartans! Sejak diresmikan pada awal Maret 2017 silam oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, antusiasme terhadap co-working space Jakarta Creative Hub (JCH) terbilang luar biasa.

Terletak di lantai satu Graha Niaga Thamrin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, fasilitas JCH terbilang lengkap dan mewah. Ada tiga ruang kelas atau classroom A, B, dan C untuk pertemuan / meeting. Kemudian, ruangan makerspace yang berisi 35 alat kerja siap pakai. Mulai mesin-mesin produksi seperti 3D printing, laser cutting, woodworking, hingga pengolah produk berbahan kayu, mesin jahit, dan mesin obras.

Co-working space Jakarta Creative Hub yang didukung oleh Pemprov DKI Jakarta

Co-working space Jakarta Creative Hub yang didukung oleh Pemprov DKI Jakarta (via undas.co)

 

Suasana Jakarta Creative Hub terlihat sangat modern, nyaman, serta memiliki fasilitas yang jauh lebih lengkap dibanding co-working space yang sedang menjamur di DKI Jakarta

Suasana Jakarta Creative Hub terlihat sangat modern, nyaman, serta memiliki fasilitas yang jauh lebih lengkap dibanding co-working space yang sedang menjamur di DKI Jakarta (via wanita.me)

Ada pula co-office atau kantor bersama sebanyak 12 unit, masing-masing berukuran 12 meter persegi. Begitu pun fasilitas penunjang seperti perpustakaan, ruang meeting, dan kafe. Total ada lima bidang usaha yang didukung oleh JCH. Antara lain Kriya, Fesyen, Desain Komunikasi Visual (DKV), Arsitektur, dan Desain Produk.

Tentu saja, semua mesin dan fasilitas tersebut tidak digunakan sembarangan. Harus anggota JCH dan sudah mengikuti workshop sebelumnya. Karena Pemprov DKI Jakarta berharap agar JCH menjadi tempat penelitian dan pengembangan, bekerja, serta belajar. Misalnya membuat prototipe atau contoh produk, bukan untuk produksi massal atau dijual. Agar tidak dimonopoli oleh satu pihak.

Jakarta Creative Hub dilengkapi dengan mesin canggih dan dan peralatan produksi yang modern

Jakarta Creative Hub dilengkapi dengan mesin canggih dan dan peralatan produksi yang modern (via thecrafters.co)

Supaya tepat sasaran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng bengkel kreatif Indoestri Makerspace untuk mengelola pusat bisnis kreatif tersebut. JCH diperuntukkan bagi pemberdayaan masyarakat Jakarta dari berbagai kalangan, khususnya pelaku usaha muda yang akan mulai mengembangkan usahanya. Proses pemberdayaan itu dicapai lewat tiga konsep besar : makerspace (bengkel kerja), co-office (kantor bersubsidi), dan co-working (bekerja komunal).

Terseleksi dan Terarah

Pengelola JCH akan menyeleksi warga Jakarta yang ingin memulai usahanya dengan baik. Sebab, fasilitas tersebut dibangun dengan dana subsidi yang cukup tinggi dari Pemprov DKI Jakarta. Ke depannya pun diharapkan pengelolaan JCH bisa lebih independen, tanpa tergantung dari dana Pemerintah. Berdasarkan informasi dari Leonard Theosabrata, salah satu pendiri Indoestri Makerspace, ditargetkan dalam satu tahun JCH bisa lepas dari anggaran Pemprov DKI Jakarta. Bisa independen dan memiliki kapasitas memberdayakan masyarakat sambil mengoperasikan JCH secara mandiri.

Jakarta Creative Hub adalah tempat yang pas untuk nongkrong kreatif

Jakarta Creative Hub adalah tempat yang pas untuk nongkrong kreatif (via whiteboardjournal.com)

JCH sendiri tetap diprioritaskan untuk masyarakat kalangan bawah, dengan pengklasifikasian proses pemberdayaan pada setiap level masyarakat. Ada pemberdayaan keahlian, permodalan, hingga manajemen bisnis. Misalnya, warga rusun yang sudah mendapat pelatihan menjahit atau membatik seperti warga rusun Marunda.

Total ada 60 modul kerja bagi peserta pelatihan, antara lain perkayuan, logam, kulit, hingga organic farming (pertanian organik). Sedangkan untuk co-office, JCH memasang tarif hanya Rp 3 juta per bulan yang sangat terjangkau.

Wadah Berkumpulnya Insan Kreatif

Jakarta Creative Hub merupakan wadah untuk memajukan UMKM di Jakarta. Lebih spesifik lagi, mengembangkan industri kreatif anak muda. Di tempat ini ada berbagai program dan pelatihan entrepreneurship dan craftsmanship dengan pakar-pakar industri kreatif sebagai pengajar, pendamping, serta kurator. Diharapkan dengan adanya JCH, sektor industri kreatif di Jakarta dapat terus bergeliat.

JCH akan memberikan fasilitas bagi pelaku ekonomi kreatif demi membangun ekonomi kemasyarakatan. Dari pihak Pemprov DKI Jakarta pun sudah siap mendukung lewat bantuan akses permodalan juga pemasaran produk. JCH dibangun melalui pembiayaan pemenuhan kewajiban pengembang, yakni PT. Singo Propertindo. Pembangunan dilaksanakan mulai November 2016 dan rampung pada Februari 2017. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Persyaratan Sewa Jakarta Creative Hub

  • Fasilitas wahana penelitian hanya berfungsi untuk membuat purwarupa atau contoh produk saja.
  • Perseorangan atau penanggung jawab institusi wajib memiliki identitas KTP Jakarta.
  • Berkontribusi terhadap komunitas JCH dalam setiap kegiatan.
  • Memiliki rekam jejak yang baik.
  • Berpengalaman di industri kreatif minimal 1 tahun.
  • Jangka waktu kerja sama adalah 6 bulan, akan dilakukan review tiap bulannya. Sertakan profile dan portofolio yang lengkap.

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.