Kiprah Pasukan Oranye



Pasukan Penjaga Kebersihan dan Kenyamanan Jakarta

Halo Jakartans! Dalam psikologi warna oranye dikenal memiliki tiga karakter. Yakni kreatif, ambisius, dan dinamis. Ketiganya rasanya tepat untuk menggambarkan anggota PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum), petugas berkostum oranye yang belakangan kiprahnya ramai dibicarakan oleh berbagai media maupun netizen di sosial media.

Pada 2017, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membentuk PPSU untuk menangani prasarana dan sarana umum di tingkat pemerintahan terkecil, yaitu Kelurahan. Dalam menjalankan tugasnya, petugas PPSU yang berseragam oranye harus mengoptimalkan tiga karakter warna oranye tadi. Sebab, tugas mereka sangatlah kompleks, berat, dan menuntut dedikasi tinggi.

Pasukan Oranye atau Petugas PPSU dibentuk pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki TP

Pasukan Oranye atau Petugas PPSU dibentuk pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki TP (via jitunews.com)

Petugas PPSU harus kreatif karena pekerjaan yang menuntut orang yang serba bisa. Mereka harus bisa memperbaiki jalan berlubang, bisa menguras saluran air, serta menangani pohon yang tumbang atau patah sekaligus. Termasuk juga menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk melakukan penanganan awal sebelum petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) datang.

Petugas PPSU dituntut untuk ambisius, memiliki keinginan keras untuk mencapai sesuatu. Ketika hujan lebat mengguyur Jakarta semalaman di akhir pekan lalu, para Pasukan Oranye tetap harus bergerombol membersihkan got atau saluran air yang tersendat sejak pagi hari. Seperti di Jalan Raya Mabes Hankam, Jakarta Timur, pertengahan Mei silam. Petugas langsung turun membersihkan sumber genangan air dengan menggunakan cangkul, sekop atau tangan kosong. Hanya orang yang memiliki ambisi besar yang dapat melakukan hal tersebut.

Pasukan Oranye juga siap sedia dalam cuaca hujan untuk bersihkan saluran air

Pasukan Oranye juga siap sedia dalam cuaca hujan untuk bersihkan saluran air (via rmol.co)

Selanjutnya, petugas PPSU juga dituntut untuk memiliki karakter dinamis. Dinamis dalam bekerja. Sebab, mereka harus siaga 24 jam. Mereka bisa ditempatkan di shift pagi, siang, hingga malam. Seandainya ada pohon tumbang pukul 10 malam, anggota PPSU sudah harus cepat ada di lokasi.

Masyarakat Jakarta secara tidak langsung terhubung dengan petugas PPSU. Seandainya mereka mendapati kendala di lingkungannya, mulai sampah menumpuk hingga sarana prasarana umum yang rusak atau tidak berfungsi, cukup foto dan unggah melalui aplikasi Qlue. Maka tim oranye akan datang ke lokasi dan melakukan perbaikan. Ibarat tim reaksi cepat, PPSU bisa merespon laporan warga hanya dalam 5 menit!

Petugas PPSU bertanggung jawab akan kebersihan sarana dan prasarana umum di Ibukota Jakarta

Petugas PPSU bertanggung jawab akan kebersihan sarana dan prasarana umum di Ibukota Jakarta (via jakarta.go.id)

Tentu tidak semua hal bisa ditindak lanjuti oleh PPSU. Tapi, kehadirannya akan memudahkan koordinasi dengan perangkat Pemda lainnya. Seharusnya, berbagai masalah yang ada di lapangan bisa cepat diselesaikan.

Para Petugas Oranye ini mengingatkan pada Tim Oranye Belanda yang memiliki teknik permainan Total Football yang disegani tim lawannya, serta senantiasa memiliki barisan penyerang papan atas. Semoja saja kedepannya para Petugas PPSU semakin membawa dampak besar terhadap perubahan kota DKI Jakarta. Karena mereka-mereka inilah pahlawan kota Jakarta sebenarnya. (Sumber : Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.