Kisah Pasar Buah Pasar Minggu


Halo Jakartans! Pasar Minggu sebagai suatu kawasan atau wilayah adalah nama dari kelurahan dan kecamatan yang ada di Jakarta Selatan. Tapi sebagai pasar, Pasar Minggu memiliki catatan sejarah yang cukup panjang. Mengutip pendapat Pengamat Kebudayaan Betawi, Yahya Andi Saputra, bahwa pasar pertama kali didirikan oleh seorang tuan tanah berdarah Belanda bernama Justinus Vinck di bagian selatan Castle Batavia pada tahun 1730-an. Pasar tersebut bernama Vincke Passer yang kini dikenal dengan nama Pasar Senen. Vincke Passer lah yang pertama kali menerapkan sistem jual beli dengan menggunakan uang sebagai alat transaksi yang sah.

Memasuki abad ke-19 atau di tahun 1801 pemerintah VOC memberikan kebijakan dalam perizinan membangun pasar kepada tuan tanah. Namun dengan peraturan pasar yang didirikan dibedakan menurut harinya. Vincke Passer buka tiap hari Senin, sehingga orang pribumi sering menyebut Vincke Passer sebagai Pasar Senen dan hingga saat ini nama tersebut masih melekat hingga diabadikan menjadi sebuah nama daerah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meresmikan Lokasi Binaan Sentra Buah Pasar Minggu pada April 2018 lalu

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meresmikan Lokasi Binaan Sentra Buah Pasar Minggu pada April 2018 lalu (via catatanemak.com)

 

Peresmian Lobkbin Pasar Minggu sebagai upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengembalikan kejayaan Pasar Minggu sebagai sentra buah

Peresmian Lobkbin Pasar Minggu sebagai upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengembalikan kejayaan Pasar Minggu sebagai sentra buah (via catatanemak.com)

Selain Vincke Passer yang buka hari Senin, ada juga pasar yang buka di hari Selasa yakni Pasar Koja. Pasar yang buka setiap hari Rabu adalah Pasar Rebo yang kini menjadi Pasar Induk Kramatjati. Kemudian pasar yang buka setiap hari Kamis adalah Mester Passer yang kini disebut Pasar Jatinegara. Selanjutnya ada beberapa pasar yang buka di hari Jumat, sebut saja Pasar Lebak Bulus, Pasar Kelender dan Pasar Cimanggis.

Untuk Pasar Sabtu, atau yang bukanya setiap hari Sabtu adalah Pasar Tanah Abang. Sedangkan Pasar Minggu atau yang dulu dikenal dengan sebutan Tanjung Oost Passer buka pada hari Minggu. Perbedaan pengoperasian pasar ini dilakukan VOC dengan alasan keamanan serta faktor untuk mempermudah orang dalam berkunjung dan lebih mengenal suatu pasar. Namun sejak zaman Hindia-Belanda, peraturan hari operasional pasar tak berlaku, hingga sebagian pasar buka setiap hari, meski terlanjur menyandang nama hari sebagai nama pasar.

Sentra Buah

Di era tahun 1960-an, Pasar Minggu dikenal sebagai sentra buah di Jakarta. Selain menjadi pusat perdagangan buah yang cukup besar, wilayah Pasar Minggu juga ditumbuhi berbagai jenis pohon buah. Banyak pedagang buah yang datang dari wilayah selatan Jakarta dan sekitar yang berjualan di Pasar Minggu ini. Begitu juga para pembeli banyak yang menyempatkan datang ke Pasar Minggu, karena buahnya terkenal bagus dan masih dalam kondisi segar.

Untuk tanaman buah yang bertebaran di wilayah Pasar Minggu, terdapat di daerah Duren Tiga, Buncit yang saat itu masih lebat dengan berbagai macam buah. Lalu kawasan Pejaten hingga Ragunan yang didominasi buah rambutan. Pepaya dan jambu menguasai wilayah Pasar Minggu. Sedangkan Jati Padang terkenal dengan durian montongnya yang rasanya sangat enak dan besar-besar.

Tersedia lokasi khusus untuk para pedagang buah di Pasar Minggu

Tersedia lokasi khusus untuk para pedagang buah di Pasar Minggu (via catatanemak.com)

 

Suasana pasar buah di Pasar Minggu pada masa kini

Suasana pasar buah di Pasar Minggu pada masa kini (via catatanemak.com)

 

Tampak para pedagang buah pisang sedang sibuk beraktivitas di Pasar Minggu

Tampak para pedagang buah pisang sedang sibuk beraktivitas di Pasar Minggu (via catatanemak.com)

Karena buah yang melimpah inilah, makanya Pasar Minggu selalu dipenuhi dengan aneka buah. Biasanya buah-buah itu disalurkan lagi ke pasar-pasar lain di seantero Jakarta, meski Pasar Minggu juga menyediakan kebutuhan masyarakat lainnya, seperti sembako, pakaian, elektronik, dan sayur mayur. Namun buah-buahan mendominasi Pasar Minggu kala itu. Sehingga Pasar Minggu identik dengan buah-buahan.

Perlahan namun pasti, era buah-buahan sedikit demi sedikit mulai berkurang ketika banyak pendatang yang ramai-ramai ke Jakarta dan membangun permukiman di wilayah Pasar Minggu. Lahan kebun yang luas yang semula terdapat tanaman buah mulai berkurang karena ditebang untuk dijadikan permukiman maupun jalan. Hal itu berlangsung secara terus menerus sejak tahun 80-an. Sehingga jumlah lahan tanaman buah berkurang dan bahkan habis sama sekali.

Memang sampai saat ini masih ada buah-buahan yang dijual di Pasar Minggu, tapi bukan buah yang berasal dari wilayah Pasar Minggu sendiri. Melainkan buah yang dipasok. Kabar gembira ketika pada April 2018 lalu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meresmikan Lokasi Binaan Pasar Minggu yang mengkhususkan untuk menjual buah dan sayuran saja. Semoga dengan adanya Lokbin Pasar Minggu ini dapat megembalikan kejayaan Pasar Minggu sebagai sentra buah di Jakarta. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.