Kota Bogor Zaman Old vs Zaman Now


Halo Jakartans! Kota Hujan “Bogor” memang telah lama dikenal sebagai kota wisata yang sejuk. Itu mengapa banyak masyarakat Jakarta yang menjadikan Bogor sebagai tujuan wisata untuk melepas penat beraktivitas di Ibukota. Tak hanya kuliner dan factory outlet, Bogor terkenal juga akan kekayaan sejarahnya, terutama keberadaan bangunan-bangunan tua yang sangat kental akan nuansa penjajahan kolonial tempo dulu. Dan hebatnya, banyak bangunan tersebut yang masih terjaga kelestariannya.

Berikut ini adalah beberapa penampakan gedung bersejarah di kota Bogor, Zaman Old vs Zaman Now :

Istana Bogor

Penampakan Istana Bogor

Penampakan Istana Bogor

Awalnya bangunan ini memiliki nama Buitenzorg yang difungsikan sebagai tempat tinggal 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Jenderal Inggris. Pertama kali dibangun pada tahun 1744, bangunan ini berbentuk tingkat tiga mencontoh arsitektur Blehheim Palace. Tapi akibat letusan Gunung Salak, bangunan tersebut hancur dan harus dibangun ulang. Bangunan yang baru pun dibuat tidak bertingkat akibat lokasinya yang rawan gempa.

Sejak tahun 1950, Buitenzorg dijadikan Istana Kepresidenan dan dipakai oleh pemerintahan Indonesia. Jika diperhatikan, bangunan Istana Bogor ini memiliki 3 zona loh, yaitu bangunan induk, sayap kanan, dan sayap kiri dengan luas bangunan 14.892 meter persegi. Salah satu hal unik yang ada di Istana Bogor yaitu adanya ratusan ekor rusa di halaman seluas 28,4 hektare.

Balai Kota

Penampakan Balai Kota Bogor

Penampakan Balai Kota Bogor

Jika dilihat dari tampilan arsitekturnya, Balai Kota 1920 tidak jauh berbeda dengan tahun 2019 sekarang. Sama-sama gedung berbentuk segi empat dengan cat berwarna putih dan pada bagian muka Gedung terdapat pilar-pilar yang terletak di empat bagian, bentuknya pun terlihat simetris di sisi kanan dan kirinya.

Bangunan yang dibangun pada tahun 1868 ini awalnya didirikan sebagai Societeit (soos). Ada yang tahu apa itu Soos? Soos dalam bahasa Belanda memiliki arti klub, artinya bangunan ini sebagai klub atau tempat berkumpulnya orang Eropa di masa lalu. Setelah kemerdekaan, bangunan ini pun dijadikan sebagai Kantor Walikota Bogor dengan adanya tambahan beberapa gedung baru di belakangnya tapi tidak menempel.

Hotel Salak

Penampakan Hotel Salak Bogor

Penampakan Hotel Salak Bogor

Tahun 1856, sebuah hotel bernama Bellevue-Dibbets Hotel yang berfungsi sebagai tempat berkumpul dan meeting kaum elite Belanda dan para petingginya dibangun di Kota Bogor. Di era penjajahan Jepang di tahun 1942, bangunan ini beralih fungsi menjadi markas Polisi Militer Jepang (Kempetai). Pada tahun 1948, hotel tersebut berubah nama menjadi Hotel Salak The Heritage dan digunakan sebagai rumah kediaman para tamu Istana Bogor. Penamaan Hotel Salak pun diambil karena letak Kota Bogor yang berada di bawah kaki Gunung Salak.

Coba perhatikan! Perubahan yang terjadi pada 1856 dan 2019? Walaupun sudah berumur sangat tua, hotel ini tidak mengalami perubahan pada bagian fasadnya loh! Hal ini dikarenakan Hotel Salak termasuk ke dalam cagar budaya yang memang tidak boleh merubah fasad bangunannya jika dilakukan pemugaran atau renovasi.

Rumah Sakit Salak

Penampakan Rumah Sakit Salak Bogor

Penampakan Rumah Sakit Salak Bogor

Rumah Sakit milik Belanda yang dibangun pada tahun 1925, akhirnya diserahkan kepada Indonesia di tahun 1950 oleh Mayor Jenderal Dr. Simons, Direktur MGD KNIL. Saat ini, rumah sakit telah menjadi milik TNI AD dengan nama Rumah Sakit TNI AD Salak Bogor.

Bangunan ini merupakan bangunan kuno yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang penting. Terlihat dari arsitektur bangunannya, Rumah Sakit ini memiliki ciri khas bangunan kolonial Belanda yang masih terlihat hingga sekarang.

Sempur

Penampakan Lapangan Sempur

Penampakan Lapangan Sempur

Sebuah lapangan olahraga yang berada di sekitaran Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor ini dulunya memang sebuah tanah kosong yang dinamakan Kedung Halang. Alasan penggunaan nama Sempur diambil dari nama jenis pohon yang dulu banyak tumbuh di daerah tersebut.

Sempur di tahun 2019 ini sudah banyak sekali mengalami perubahan. Lapangan Sempur kini sudah sangat tertata, rumput hijau pada bagian tengah lapangan, track lari yang sudah bukan lagi tanah, logo sempur yang kini menjadi ikon, serta banyak juga taman-taman dan area bermain sekitarnya, seperti Taman Ekspresi, Taman Kaulinan, Panjat Tebing, dan tempat bermain skate board.

Taman Kencana

Penampakan Taman Kencana

Penampakan Taman Kencana

Daerah yang awalnya dikenal sebagai Van Imhoff Square ini mulai dibangun pada tahun 1917. Taman ini berada di kawasan pemukiman warga Eropa yang berasal dari strata yang lebih tinggi dibandingkan dengan para penghuni di Sempur. Dapat dilihat dari luas bangunan yang berada di kawasan Taman Kencana, masing-masing bangunannya memiliki luas 700-800 meter persegi.

Taman Kencana sekarang juga sudah sangat tertata rapi. Taman ini sering dijadikan lokasi pertemuan dan tempat berkumpulnya berbagai macam komunitas, misalnya komunitas penggemar binatang peliharaan, olahraga, dan lainnya. Kini daerah Taman Kencana dikenal sebagai pusat kuliner Kota Bogor, karena banyak bangunan-bangunan yang kini dijadikan sebagai tempat makanan.

Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI)

Penampakan RS PMI Bogor

Penampakan RS PMI Bogor

Didirikan pada tahun 1931 oleh orang-orang Belanda, yang kemudian diserahkan kepada organisasi NERKAI (Nederlandsch Rode Kruis Afdeling Van Indonesie) tujuh tahun kemudian. Pada tahun 1948, berubah nama menjadi Rumah Sakit Kedung Halang di bawah Palang Merah Indonesia (PMI) dan berubah nama menjadi Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Bogor (RS PMI Bogor) pada tahun 1951.

Awalnya, arsitektur Belanda sangat terlihat pada baru dibangun. Tapi kini sentuhan arsitektur Belanda-nya hampir tidak terlihat lagi. Kini, RS PMI Bogor baru selesai di renovasi di 2019 ini dan hasilnya sangat terlihat modern. Bangunannya kini sudah penuh dilapisi dengan kaca pada fasad bagian depannya. Berbeda sekali dengan bangunan pertamanya dulu.

Tugu Kujang

Penampakan Tugu Kujang

Penampakan Tugu Kujang

Anda pasti tahu dengan sebuah tugu setinggi 25 meter yang ada di tengah Kota Bogor? Ya, Tugu Kujang! Nama tugu yang dibangun pada 4 Mei 1982 ini diambil dari senjata tradisional khas Sunda yang dipercaya memiliki kekuatan gaib. Kujang pada tugu ini terbuat dari stainless steel yang dilapisi perunggu dan kuningan serta memiliki berat 800 kg dan tinggi 7 meter. Besar juga ya…

Penampakan Tugu Kujang saat ini tak terlihat berbeda saat pertama kali dibangun. Perbedaan hadir justru pada daerah sekitarnya. Sekarang terdapat sebuah monumen baru bernama Lawang Salapan yang bertuliskan “Dinu kiwari ngancik nu bihari seuja ayeuna sampeureun juga” yang berarti “Apa yang dilakukan hari ini dan esok harus lebih baik dari hari-hari sebelumnya”.

Surya Kencana

Penampakan Surya Kencana

Penampakan Surya Kencana

Ada yang tahu sebuah jalan sepanjang 1.000 km yang membentang dari Anyer hingga Panarukan yang disebut dengan Jalan Pos pada tahun 1808? Jalan Surya Kencana ini ternyata dulunya merupakan bagian dari Jalan Pos. Pada tahun 1905 jalan ini dikenal dengan sebutan Handelstraat dan sebagai pusat perekonomian masyarakat Tionghoa di Bogor.

Hingga kini, Surya Kencana masih dihuni oleh masyarakat Tionghoa dan dimanfaatkan sebagai tempat berdagang. Tapi kalau mau dilihat dari sisi bangunannya, kini tidak semua bangunannya masih bersifat asli. Karena ada beberapa bangunan bersejarah yang sudah dihancurkan. Salah satu bangunan ikonik di Surya Kencana adalah Gerbang Lawang Surya Kencana yang dilengkapi dengan patung singa di sisi kanan dan kiri serta Klenteng Hok Tek Bio.

Stasiun Bogor

Penampakan Stasiun Bogor

Penampakan Stasiun Bogor

Stasiun Bogor dulunya memiliki nama Stasiun Buitenzorg, sebuah stasiun yang dibangun pada tahun 1881. Bangunan ini terdiri dari bangunan utama yang merupakan area masuk stasiun, lobi, kantor administrasi, dan tempat penjualan tiket, serta bangunan lainnya yang menaungi peron kereta.

Pada dasarnya kedua bangunan ini tidak mengalami perubahan yang signifikan dari segi arsitekturnya, tapi berubah dari segi fungsinya. Bangunan utama kini diisi oleh berbagai macam toko yang menjual oleh-oleh khas Bogor. Kini terdapat bangunan baru di sisi lainnya yang berfungsi sebagai area masuk stasiun, lobi, kantor administrasi, dan tempat penjualan tiket.

Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.