Layani Jakarta Lewat Air, Parkir, dan Gas


PT Jakarta Utilitas Propertindo

Halo Jakartans! PT Jakarta Manajemen Estatindo berubah nama menjadi PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) pada tahun 2014. Sejak itu mereka terus berbenah, menggeluti tiga bidang usaha sekaligus. Yakni Jakpro gas, Jakpro Parking, dan Jakpro Air.

Jakpro Gas merupakan bisnis terbesar JUP yang masih menjadi anak perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) itu. Jakpro Gas memiliki sepuluh lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Jakarta. Tujuh di antaranya ada di Mampang, Kampung Rambutan, Hek, Tanah Merdeka, Ancol, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Rawa Buaya.

Salah satu SPBG milik Jakpro di Ancol

Salah satu SPBG milik Jakpro di Ancol (via beritasatu.com)

Mereka juga menciptakan terobosan SPBG bergerak atau mobile refueling unit (MRU) Online pertama di dunia di Taman Putra Putri, Pluit Jakarta Utara yang diresmikan dua tahun lalu. SPBG memang menjadi  tulang punggung operasional transportasi massal berbasis bus rapid transit (BRT) yakni TransJakarta. Setiap MRU Online berkapasitas 30.000 liter setara premium atau mampu memenuhi kebutuhan sekitar 120 bus per hari.

Keunggulan MRU Online adalah membuat bus TransJakarta tidak harus keluar dari koridor untuk mengisi BBG. Tersedia di tiga lokasi (Pluit, Halte Harmoni, Jakarta Industrial Estate Pulogadung / Depo B Cawang). MRU Online akan menunjang alat transportasi lain seperti Bajaj BBG.

Saat ini setiap harinya MRU Online melayani 360 bus per hari. Bajaj BBG yang dilayani juga terhitung sangat banyak. Di Perintis Kemerdekaan contohnya, bisa melayani hingga 5.000 bajaj per harinya, sementara di Pluit 800 bajaj. Selain gas, JUP juga mengembangkan Jakpro Air. Ketersediaan air bersih sangat penting di Ibukota, di mana suplai air tidak pernah bertambah sejak 1997. Padahal setiap harinya DKI Jakarta butuh satu juta meter kubik air.

Saat ini JUP bekerjasama dengan perusahaan Singapura memproduksi 42.000 meter kubik air per hari. Sebagai “pemain” baru di bidang air minum dengan minimnya pengalaman, sangat tepat jika memilih Singapura karena sekarang punya pengolahan air terbaik di dunia.

Water Treatment Plant di Waduk Pluit milik Jakpro

Water Treatment Plant di Waduk Pluit milik Jakpro (via jakarta-propertindo.com)

Jakpro sendiri memiliki Water Treatment Plant (WTP) di Waduk Pluit yang berkapasitas 2.500 meter kubik per hari. 400 meter kubik di antaranya dilayani di Pluit, sisanya disalurkan ke sejumlah perusahaan properti milik Jakpro. Kini JUP sedang menjajaki pembangunan infrastruktur pengolahan air bersih dan listrik di Kepulauan Seribu, yang memang menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta. Sayangnya, listrik dan air belum mampu memenuhi kebutuhan pariwisata. Karenanya, Dinas Perindustrian dan Energi Pemprov DKI Jakarta meminta JUP untuk mengembangkan listrik dan air di kepulauan itu. Bahkan jika gas memang diperlukan, JUP telah siap untuk memfasilitasinya. Air minum untuk Pulau Seribu sedang tahap ujicoba dengan menjajaki untuk membuat WTP di Pantai Indah Kapuk.

Terakhir, JUP juga mulai serius mengembangkan unit bisnis parkir di Jakarta lewat Jakpro Parking. Mulai dari parkir di gedung, halte, hingga terminal. JUP berharap sejumlah lahan parkir di Jakarta dapat dikelola oleh Jakpro Parking. Apalagi pasca pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) yang membutuhkan Transit Oriented Development (TOD).

Kita melihat pertumbuhan kebutuhan parkir semakin meningkat di kota Jakarta ini. Masyarakat akan meninggalkan kendaraannya di stasiun atau halte untuk berganti transportasi umum. Ini adalah sebagai kesempatan bagi JUP, sekaligus membantu Pemprov DKI Jakarta untuk mengatur manajemen parkir. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Serba Serbi PT Jakarta Utilitas Propertindo

  1. Berdiri pada 27 Juli 2001 dengan nama PT Jakarta Manajemen Estatindo yang merupakan anak perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
  2. Pada 19 Juni 2014, PT Jakarta Manajemen Estatindo berubah nama menjadi PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP).
  3. JUP ditunjuk sebagai sub holding bidang utilitas dan bergerak dalam berbagai kegiatan usaha.
  4. Di bidang perdagangan berhubungan dengan real estate dan properti, perdagangan barang yang berkaitan dengan energi alternatif, hingga penjualan bahan bakar bermotor.
  5. Di bidang pembangunan sebagai pemborong dan pengelolaan sumber daya alam untuk ketenagalistrikan.
  6. Di bidang jasa, bergerak di jasa periklanan, pengelolaan, dan penyewaan gedung perkantoran, jasa penjernihan, serta pengolahan air bersih dan limbah.
Sebarkan artikel :

Jakartan ID

Blog yang bercerita tentang kehidupan di Ibukota Jakarta. Mengulas segala hal sosial, wisata, kuliner, dan gaya hidup warga Jakarta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.