Makam Mbah Priok Resmi Jadi Cagar Budaya



Mengenang Kerajaan Mbah Priok

Halo Jakartans! Lega dan tenang. Dua kata itulah yang dirasakan Pemprov DKI Jakarta setelah makam Mbah Priok resmi menjadi cagar budaya di DKI Jakarta. Dua perasaan tersebut muncul, karena sebelumnya ada pro dan kontra berkaitan dengan rencana penetapan cagar budaya tersebut.

Pengakuan tersebut muncul dari Gubernur Provinsi DKI Jakarta, saat itu masih dijabat Basuki Tjahaja Purnama, saat meresmikan makam Mbah Priok sebagai cagar budaya pada 4 Maret 2017 silam. Menurut beliau, sebagai cagar budaya, Pemprov DKI berkewajiban untuk merawatnya hingga bisa terjaga kelestariannya. Status Cagar Budaya sendiri ditasbihkan oleh Basuki TP melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 38 Tahun 2017 tentang Penetapan Makam Habib Hasan (Mbah Priok) sebagai lokasi yang Dilindungi dan Diperlakukan sebagai Situs Cagar Budaya.

Gerbang utama memasuki kawasan Mbah Priok

Gerbang utama memasuki kawasan Mbah Priok (oomph.co.id)

Sebagai cagar budaya, makam Mbah Priok akan dijaga sebaik mungkin untuk dimanfaatkan oleh masyarakat banyak. Sementara, untuk pengelolaannya akan tetap diserahkan kepada ahli waris Mbah Priok. Selain dilakukan perbaikan dan perawatan, setelah SK Cagar Budaya ditetapkan, Pempro DKI Jakarta akan membuat program penataan bangunan dengan mengacu pada manfaat yang lebih luas. Termasuk, manfaat untuk pengunjung yang berasal dari dalam dan luar Jakarta.

Di atas lahan 2,5 hektar tersebut, Basuki TP kala itu berjanji akan membentuk Yayasan bersama dengan pihak ahli waris. Yayasan tersebut, nantinya akan menjadi pihak yang mengajukan izin penggunaan lahan kepada Gubernur DKI Jakarta.

Makam Mbah Priok dan keluarganya

Makam Mbah Priok dan keluarganya (via kompas.com)

Proses berikutnya yang akan dilalui, adalah sertifikasi lahan dan bangunan yang ada di kawasan cagar budaya Mbah Priok. Sehingga, saat lokasi tersebut difokuskan menjadi kawasan wisata, maka itu tidak akan bermasalah lagi. Proses perubahan dari industri menjadi tempat wisata di makam Mbah Priok tersebut, diperkirakan akan mulai dilaksanakan pada 2019 mendatang.

Sebagai cagar budaya yang menjadi pusat wisata religi, kawasan makam Mbah Priok rencananya akan dilengkapi dengan bangunan mesjid dan pusat kuliner. Kelengkapan bangunan tersebut, diharapkan bisa menarik minat warga yang ingin berwisata religi.

Para pengunjung tampak sedang memadati Makam Mbah Priok yang kini menjadi situs Cagar Budaya

Para pengunjung tampak sedang memadati Makam Mbah Priok yang kini menjadi situs Cagar Budaya (via hetanews.com)

Pemerhati budaya Betawi Yahya Adisaputra berpendapat, penetapan cagar budaya untuk suatu tempat, harus didasarkan pada pertimbangan yang matang dan jelas, serta bisa memberi manfaat untuk warga masyarakat secara umum. “Harus ada unsur edukasinya, apalagi itu berkaitan dengan masyarakat Betawi juga” ungkapnya. (Sumber : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Media Jaya)

Data dan Fakta Kerajaan Mbah Priok – Gubah Al Haddad

  • Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menetapkan makam Abdullah Sting Alaydrus atau Mbah Priok jadi Cagar Budaya pada tanggal 4 Maret 2017.
  • Penyerahan Surat Keputusan Gubernur kepada salah satu keturunan Hasan bin Muhammad Al Hadad.
  • Diyakini sebagai penyebar syiar Islam di Tanjung Priok.
  • Mengembara ke Pulau Jawa, Tanjung Priok pada 1756.
  • Mbah Priok dilahirkan di Ulu, Palembang, Sumatera Selatan pada 1722.
  • Pelindo II dan Pemprov DKI Jakarta beberapa kali berencana membongkar / memindahkan makam Mbah Priok, tapi selalu gagal.
  • Jasad Mbah Priok dipindahkan pada 21 Agustus 1997 sesuai Surat Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta pada 10 Februari 2009.
Bagikan :
Irvano

Irvano

Pemilik dan pengelola dari situs Jakartan.id. Silahkan menhubungi saya melalui email di irvano[at]jakartan.id atau irvano[at]dkijakarta.id

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Konten Situs Terlindungi.